Produksi sawit Paluta turun drastis

WASPADA ONLINE

GUNUNG TUA – Produksi sawit di kabupaten Padang Lawas Utara turun drastis. Sejumlah petani lesu dan keadaan ini sudah berlangsung empat pekan, padahal komoditas perkebunan tersebut menjadi penopang ekonomi keluarga.

“Dari 2 ha kebun sawit  yang didapat hanya 70 kg. Untuk belanja rumah tangga pun tidak cukup”, ungkap, Arlin (30), warga desa Gunung Baringin kecamatan Portibi, tadi malam.

Dijelaskan, setidaknya penurunan produksi telah terjadi dalam empat pekan terakhir. Kondisi ini memperpuruk ekonomi keluarga, sehingga membuat rasa kekhawatiran yang mendalam.”Bisa makan saja sudah syukur, jika melihat keadaan ini”, katanya.

Hal serupa juga dialami para petani sawit di kecamatan  Simangambat, Halongonan dan Poritibi dimana produksi sawitnya anjlok secara tajam.

Tohar (27), toke sawit di Portibi, menyebutkan, pekan ini buah yang didapatkan turun tajam. Biasanya 8 ton sekarang 3 ton, itu pun sudah syukur. ”Payah sekarang bang, buah tidak ada padahal harganya bagus,’’ katanya.

Kondisi petani kecil ini, setidaknya sedikitnya terbantu khususnya wilayah pertanian persawahan, karena dalam bulan ini petani panen besar.

Namun nampaknya, petani sawit harus menanggung beban besar atas krisis produksi buah tersebut. Setidaknya telah menjadi kronologi, para petani sawit harus menyerahkan kembali sepeda motor yang di kredit, akibat tidak sanggup membayarkan angusuran bulanan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Minyak Tanah Langka Di Kab. Mandailing Natal

3 Komentar

  1. ha…ha.. setuja eh setuju bang Andika, makanya pada saat jaya lihat kanan kiri masih banyak saudara, tetangga yang hidupnya susah yang butuh bantuan dari mereka yang diberi Tuhan rezeki lebih, jangan sibuk memamerkan harta dan kekayaan dengan keinginan memiliki aksesoris duniawi, ingat dibalik kesenangan kesusahan pasti menunggu.

  2. masalahanya kemarin waktu masa tumbuh kelapa sawit harga pupuk sangat mahal jadi porsi pemberian pupuk kelapa sawit di kurangi jadi berakibat pada hasil panen..yah ini mungkin juga tegoran dari Allah SWT… kalau dulu.. begitu habis panen duit melimpah apa saja yang bisa di beli..di beli…makanya tdk heran mobil dan motor keluaran terkini ada di daerah sana..Fortuner banyak bersiwelan di daerah Paluta.jadi intinya manusia pada saat jaya jgn sombong dan jumawa…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*