Produksi Sawit Petani di Sosa Tak Kunjung Membaik

PANEN SAWIT – Analisadaily

Sosa. Hingga memasuki pertengahan bulan Juni, kondisi produksi buah sawit petani di Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), tak kunjung membaik. Musim trek buah sawit berkepanjangan dirasakan petani, imbasnya perekonomian masyarakat di daerah ini yang mayoritas petani sawit kian terpuruk. Kepala Desa Aek Tinga, Parmonangan Hasibuan yang juga petani sawit, kepada MedanBisnis, Senin (15/6) mengatakan, produksi buah sawit miliknya mengalami penurunan produksi hingga 60% lebih. Selain produksi menurun, harga jual buah sawit juga tidak naik, hanya Rp 1.395/kg.

“Kondisi musim trek kali ini cukup berkepanjangan, biasanya musim trek buah sawit berlangsung selama bulan November hingga bulan Maret dan April. Tapi hingga pertengahan bulan Juni tahun ini, produksi buah sawit masih turun 60 persen lebih. Biasanya pada saat normal, hasil panen sawit 1 ton hingga 1,5 ton tapi kini hanya berkisar 500 kg hingga 700 kg saja,” ungkapnya.

Kondisi menurunya produksi buah sawit petani di daerah ini, berimbas pada kegiatan pengolahan buah sawit pada pabrik kelapa sawit (PKS) PT Mandiri Sawit Bersama (PT MSB) Desa Aek Tinga.

Pantauan MedanBisnis di perusahaan swasta ini, tidak terlihat antrian truck pengangkut sawit yang mengular seperti pada kondisi produksi sawit normal.
Manager PT MSB Wilson Pangaribuan melalui KTU PT MSB Leonardi Simatupang menyatakan, selama dua pekan terakhir, kondisi truck angkut buah sawit yang masuk ke PKS ini ini cukup sedikit.

Baca Juga :  Masyarakat Hutabaru Blokade Ribuan M3 Kayu Illegal PT. TPL

“Biasanya, pada hari Senin, jumlah buah sawit yang diterima sebanyak 500 kilogram, tapi pada hari ini hanya 200 kilogram saja. Akibatnya, PKS tidak bisa mengolah buah sawit karena kekurangan pasokan buah memenuhi kebutuhan kapasitas olah. Managemen mengambil kebijkan pengolahan buah sawit dilakukan dua hari sekali,” sebutnya.

Diaku, kondisi menurunnya produksi buah sawit tidak hanya dialami petani sawit di Kecamatan Sosa, petani di Kecamatan Huragi yang memasok buah sawit ke PKS ini juga mengalami penurunan produksi.

Senada itu, Security PT MSB, Halik Harahap, ketika ditemui MedanBisnis di posnya mengatakan, sesuai data yang ada padanya, diketahui jumlah truck angkut buah sawit yang masuk pada hari Jum’at, sebanyak 24 truck atau sekitar 134 ton buah sawit.

“Hari Sabtu, jumlah truck yang masuk 38 unit, buah sawit yang diterima 240 ton. Sedangkan pada hari ini, Senin sampai pada pukul 10.30 WIB, jumlah truck yang masuk 9 unit dengan berat buah sawit 62 ton,” terangnya.

Dikatakan, dengan berkurang produksi buah sawit yang masuk PKS ini, tentu berdampak pada pendapatan karyawan perusahaan, karena karyawan hanya bekerja sesuai jam kerja, tidak mendapatkan jam kerja lembur.


MAULANA SYAFII – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Korupsi Rp. 1,4 Miliar, Kepala Pegadaian Padangsidimpuan Ditangkap

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*