Program Kerja Walikota Padangsidimpuan Dinilai Raport Merah

Rab, Jul 16, 2008

Daerah

P.SIDIMPUAN (Berita) : Program kerja Walikota Padangsidimpuan Drs H.Zulkarnaen Nasution,MM dalam semester pertama sejak pelatikan Januari lalu mendapat penilaian raport merah, terutama dalam soal ketidakmampuannya menyelesaikan berbagai masalah, memacu pertumbuan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. penilaian tersebut diungkapkan Ketua AMKS Muhammad Syukri Pulungan didampingi sekretaris Andi Hutasuhut kepada wartawan di Sekretariat AMKS Jalan Mangga Kota Padangsidimpuan, Minggu kemarin.

Zulkarnaen juga dinilai belum mampu memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme yang mulai menjadi sindrom di jajaran Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

“Belum ada realisasi nyata dari program kerja yang dijanjikan memasuki semester dua pemerintahannya padahal masyarakat menunggu perubahan , “ujar Ketua AMKS Muhammad Syukri Pulungan didampingi sekretaris Andi Hutasuhut kepada wartawan di Sekretariat AMKS Jalan Mangga Kota Padangsidimpuan, Minggu (13/7).

Dikatakan, dalam memasuki satu tahun kepemimpinanya hanya di warnai dengan mutasi lintas pejabat di Pemko Padangsidimpuan yang pada dasaranya tidak memiliki manfaat yang berarti.Apalah arti sebuah mutasi kalau toh wajah wajah lama yang dikenal memiliki cacatan hitam tetap dipertahankan, ujarnya.

Syukri menilai ketidakmampuannya menunjukkan kinerja menjelang setahun pemerintahannya ini, tidak terlepas dari trecd record para pembantunya karena sebagus- bagus apapaun seorang pimpinan kalau kabinetnya berisi orang-orang yang kurang baik maka bukan hal positif yang akan diperoleh namun negatif.

Bila masih ada niatan baik dari pak walikota lanjut Syukri seharusnya hal yang mendasar yang harus diperbaharuinya adalah reformasi kabinet dengan memakai orang orang yang memang kapabel dan memilki moral tinggi dalam membangun Kota Padangsidimpuan kearah yang baik bukan malah memasakkan orang-orang yang telah memilki cacatan hitam menduduki jabatan “jabatan strategis.

Dari catatan AMKS kata Syukri saat ini ada sejumlah pejabat teras P.Sidimpuan yang memiliki trecrecod negatif sebelumnya namun duduk manis dikursi basah di daerah ini, seperti Sekda P.Sidimpuan yang sebelum menjabat pernah tertangkap tangan sedang bermain judi, Asisten III yang masih dalam proses hukum karena terjerat kasus penyelewengan anggaran di Mandailing Natal, serta sederet nama lain.

Yang paling riskan dalam catatan AMKS adalah peran seorang pengusaha swasta asal Madina di kancah perporeyakan di P.Sidimpuan. Dimana sosok ini menjadi kunci utama bila ingin mendapatkan sebuah paket proyek karena kedekatannya dan merupakan perpanjang tangan sang kepala derah .

Padahal yang bersangkutan memiliki catatan hitam di Madina, malah sempat digeret Kejaksaan ke Meja Hijau, karena diduga menggunakan ijasah palsu untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota Legislatif Kabupaten Madina priode 1999 – 2004, sekarang kasusnya masih di tingkat kasasi.

AMKS berharap agar walikota menyadari akan dampak negatif mempercayakan sejumlah jabatan strategis kepada para pejabat yang memilki rapor kurang bagus karena akan semakin memperparah praktek KKN yang sedang menggerogoti kota ini.

Kasus Dugaaan Korupsi 34,6 M yang melibatkan puluhan SKPD Pemko P.Sidimpuan saat ini dalam proses hukum seharusnya menjadi ikhtibar bagi Pak wali untuk kembali berbenah bila masih menginginkan good govermance terealisasi di kota dalihan natolu ini, terangnya. (rif)

sumber: www.beritasore.com

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Program Kerja Walikota Padangsidimpuan Dinilai Raport Merahfacebook Program Kerja Walikota Padangsidimpuan Dinilai Raport Merahtwitter Program Kerja Walikota Padangsidimpuan Dinilai Raport Merahlinkedin Program Kerja Walikota Padangsidimpuan Dinilai Raport Merahemail Program Kerja Walikota Padangsidimpuan Dinilai Raport Merahprint Program Kerja Walikota Padangsidimpuan Dinilai Raport Merah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*