Proses Hukum Blokade Ribuan M3 Kayu Curian PT. Toba Pulp Lestari Masih Mengambang

Gunungan ribuan M3 kayu curian TPL yg diblokade rakyat Hutabaru mulai membusuk.

Angkola Timur, Kasus kejahatan Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) menjarah tanah hak serta mencuri kayu milik rakyat di Dusun Hutabaru Desa Pargarutan Dolok Kabupaten Tapsel hingga kini masih mengambang. Upaya Polres Tapsel mencari kepastian hukum diganjal BPKH Wil-1 Sumut yg “buang-badan” ke Pemkab Tapsel. Sementara Bupati dan Dinas Kehutanan Tapsel yg merekomendasi penebangan kayu TPL masih membungkam.

Mulanya, M. Amin Siregar pemilik beberapa bidang tanah warisan di Banggua Dusun Simandalu mengadukan TPL yg mencuri kayu serta menghancurkan kebun Karet miliknya pada 4 Agustus 2012 ke Satreskrim Polres Tapsel. Namun sa`at penyidikan baru dimulai, TPL kembali mengulangi kejahatan penjarahan tanah rakyat dengan menebang lagi di tanah hak milik Amin Siregar.

Akibatnya, Amin Siregar didampingi puluhan anggota Kelompok Tani serta ratusan masyarakat memblokade kayu curian TPL yg sudah menumpuk di atas tanah Amin Siregar pada Hari Senin 12 September 2012. Pihak TPL yg keberatan dengan upaya hukum blokade masyarakat, mengadu pendamping advokasi masyarakat yaiotu aktifis lsm Alarm ke Polres Tapsel. Satreskrim Polres Tapsel lalu melakukan Rapat Klarifikasi pada Selasa 23 Oktober mengkonfrontir para aktifis lsm Alarm dengan managemen TPl Sektor Tapsel-Psp. Konyolnya, dalam perdebatan managemen TPL kalah dasar hukum dan alat bukti sehingga pengaduan TPL ditolak Polres Tapsel.

Baca Juga :  Banjir, Warga Medan Panik

Akibat desakan masyarakat, pada 26 November 2012 Kapolr4es Tapsel kirim Surat No. B/1224/XI/2012/Reskrim ke kepala BPKH (Balai Pemantapan Kawasan Hutan) Wil-1 di Jln Pembangunan No. 6 Helvetia Medan. Menanyakan status hukum hak kepemilikan masyarakat di dalam areal IUPHHK TPL. Yg dilandasi perkara tanah warisan hak milik Amin Siregar sesuai Surat Jual-beli 12 Februari 1971. Kapolres Tapsel menyebutkan juga tentang Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) No. P.47/2010 yg menegaskan kewajiban hukum TPL beserta Panitia tatBatas Kabupaten menentukan langkah penyelesaian terhadap masalah terkait hak-hak atas lahan tanah di dalam kawasan hutan.

Terakhir Surat Kapolres Tapsel mengingatkan di areal kerja TPL khususnya di Tapsel banyak timbul masalah berpotensi konflik karena belum selesainya tatabatas TPL, sehingga tidak dapat dibedakan antara lahan tanah masyarakat dengan aeal kerja TPL.

BPKH Wil-1 dengan suratnya No. S.1275/BPKH-I-2/2012 mnjelaskan bahwa belum ada dibahas TataBatas TPL di Tingkat {anitia tataBatas kawasan hutan di Kabupaten Tapsel.

Menindaklanjuti surat BPKH Wil-1 tsb, Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya lalu kirim Surat No. B/1284/XII/2012/Reskrim tgl 6 Desember 2012 ke Bupati Tapsel, isinya mendesak Bupati Syahrul Pasaribu agar segera menyelesaikan hak masyarakat di areal kerja TPL, guna memperkecil permasalahan tanah di dalam areal kerja TPL guna menghindari konflik horizontal yg dapat timbul setiap sa`at.

Belum jelas tindakan Bupati Syahrul Pasaribu menyikapi konflik TPL kontra masyarakat yg belakangan ini makin meluas di Kecamatan Angkola Timur dan Sipirok. Konfirmasi pers via sms yg juga mengingatkan Bupati bahwa konflik hukum dan sosial ekonomi antara masyarakat melawan TPL, membawa implikasi politis dukungan masyarakat terhadap kepemimpinannya, hingga kini belum dijawab.

Baca Juga :  Pemkab Tapanuli Selatan Bakal Bangun SMK di Tiap Kecamatan

Sementara Kapolres Tapsel yg baru, AKBP A. Rizal Enganu mantan Kasat-IV/Tipiter Poldasu yg diisuekankan managemen TPL seperti direktur Juanda Panjaitan, Publik Relation Chairudin Pasaribu, manager James Tampubolon, Humas Betmen Ritonga dan Riza Pasaribu serta antek penjilat TPL seperti kontraktor Gabean Sinambela yg berdebat dengan aktifis Alarm sa`at acara Temu-pisah Kapolres lama dan baru di Aula Pratidina pada 12 Desember 2012 lalu, akan berpihak pro melindungi kejahatan TPL, masih belum terlihat arah kebijakannya menyikapi pembelaan kalangan lsm terhadap hak-hak tanah masyarakat di dalam areal TPL. ( ARM Hutasuhut )

%name Proses Hukum Blokade Ribuan M3 Kayu Curian PT. Toba Pulp Lestari Masih Mengambang
Gunungan ribuan M3 kayu curian TPL yg diblokade rakyat Hutabaru mulai membusuk.
%name Proses Hukum Blokade Ribuan M3 Kayu Curian PT. Toba Pulp Lestari Masih Mengambang
Surat desakan Kapolres ke Bupati agar selesaikan masalah tanah rakyat dalam areal TPL
%name Proses Hukum Blokade Ribuan M3 Kayu Curian PT. Toba Pulp Lestari Masih Mengambang
Surat desakan Kapolres ke Bupati agar selesaikan masalah tanah rakyat dalam areal TPL
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

20 Komentar

  1. bang murnip.hati panas kepala dingin ateh…..hajar torus bang sampe payak PT TPL i.pala diligi pak bupati nasanga bia.sude jadi marmasalah.tambang mas mar masalah.pargarutan marmasalah.tokkin nai marancar doma marmasalah.harana disi pe adong do penebangan hutan.

  2. He..hee…hheee….., di dunia maya keok kabeh, di dunia nyata monjap sude. What a poor all of you , idiot! Lets take a nice sit, wait & see such what my next public provocation against Toba Pulp Lestari.

  3. anggo hu baca jawaban2 ni si murnipp ht.suhut bahat na sala, perasaan nia ia ma na pistar na. intropeksi diri jolo saotik apak i, alusi do pade-pade komentar ni alak da, marbeda2 pandopot tarimo ma songoni, boti on mimbar umum do on jadi bebas halak mangecet berita ni apak i. pistaran si Rijal Pardede dakdanak mangalusi daripada apak murnipp on.

  4. Ya betul kagak ada urusanku sama kamu, nama samaran Sudin Daulay, antek Toba Pulp Lestari bajak marga Tapsel menyusup ke forum komentar media ini upaya gembosi advokasi rakyat. Kok repot? Emang gue pikirin? Dasar bebal, diledek diejek masih degil nyeletuk asal bunyi !

  5. Eh.. . yg nama Sudin Daulay juga tak pernah dikenal di kalangan pengamat di Psp-Tapsel, berarti juga pengecut nama samaran. Lontar fitnah tanpa data, fakta dan bukti yg bisa diuji kredibilitasnya. Alias sami mawon dengan cecoro komentator sampah lainnya, jealous pada prestasi orang lantas sibuk pamerkan sifat buruknya. Walau dah terbukti dalam sejarah sampai kiamat, bertambah banyak pun “anjing menggonggong, tak pernah sejarahnya ada kafilah yg terhenti. Bye bye, selamat terpuruk ya!

  6. Dasar nama samaran pengecut B. Harahap IQ jongkok nafsu debat habis kamus akhirnya lari dari konteks. Ini forum komentar ttg konflik TPL versus rakyat di Tapsel kok nyasar ke gossip pribadi? Apa relevansinya? Sampai dimana akurasinya? Seribu isue, rumor boleh kau tabur di media ini, realitanya kau berikut gerombolan cecunguk kambrat sejenismu yg udah heboh pamer iri dengki busuk hati, apa ada pengaruhnya pada advokasi rakyat melawan konglomerat Pt Toba Pulp Lestari? Syukurlah kau pakai nama samaran, klu tidak namamu bakal diketawai audience forum ini.

  7. yang pantas disebut sarop kaulah Mornif…… sarop masyrakat karena ada info kau pernah dipaksa “sekolah” .berapa bulan sekolahnya Mor ? bekas pesakitan kog beteng roha sih… jangan banyak gerak Mor, naron tinggang muse ho…hehehehehehe….heheheheheh…

  8. Eh sarop “B. Harahap”, tak becus berbuat apapun tak usah sok ngajari secuil pun. Soal banyak yg gemas dgn pola pikir dan cara kerjaku, kok repot? Emang gue pikirin? Mau jungkirbalik pun isi benak kalian, emangnya apa pengaruhnya sama simpati rakyat yg kuraih? Lha, daripada selama ini rakyat menonton saja kayu di tanahnya dijarah TPL, kini dah banyak rakyat yg berduit dari hasil jual kayu di tanahnya.
    Soal tak siap terima komentar kamu dan kambrat sejenismu? Aq cuma tak suka “kafilahku digonggongi anjing”. Walau nggak ngaruh kok, ngapain dipikirin? Cuek aje, acuh beybeh. Paling sesekali ngeledekin biar kamu-kamu makin angek !

  9. buktikan Mornif…. jangan cuma kecek sajo na godang, paksa si Syahrul bekerja untuk hal tsb, datangkanlah aktifis medan itu mungkin itu yang ditunggu si syahrul dan masyarakat Tapsel. Eh… ngomong2 apa hebatnya aktifitis Medan itu rupanya? sepertinya bangga kali kau sama mereka, jangan jauh2 Mor, ajaklah para petani dan masyarakat yang merasa dirugikan tpl itu pasti lebih ampuh dan bisa mengetuk hati si Syahrul… karena mereka lugu dan tujuannya murni memperjuangkan hak, tapi kalau aktifis yang kau bawa…..hihihhhhh….. gak jaminan deh, terkadang ada udang dibalik kuali ! gak murni bro….

    Sepanjang tapal batas itu tak dibicarakan gak selesai itu barang, percayalah ! katanya tpl sudah punya tapal batas tapi belum pernah dibahas sampai sekarang, dan masyarakat punya lahan yang sudah dimiliki secara turun temurun, nah…sandingkan, bila tpl terbukti mencaplok tanah masyarakat hajar dia, ajukan gugatan perdata dan minta ganti rugi yang nilainya membuat tpl tak bisa kentut.
    kalau tak selesai, beginilah keadaannya terus…. aktivitas tpl jalan terus masyarakat merasa dirugikan, kau juga demikian, aktivitasmu sering me-legal-kan apa yang menurut kau benar, walau salah dan ngawur, malah menurut B.Hatees kau menyebabkan orang sipirok saling mencurigai dan saling mengasah golok ! apa gak ngeri itu Mor ?

    Percayalah Mornif… banyak yang gemas dengan cara kerja dan pola pikir sempitmu yang selalu merasa benar itu, so… orang memberi komentar bukan karena gutgut, dengki busuk, tapi gini deh jangan buat berita atau informasi kalau kau tak siap menerima komentar pembaca……

  10. He nama samaran B. Harahap, ngaku tak punya kepentingan alias tak peduli nasib rakyat dijarah TPL, tapi sibuk komentari kerja orang, apanya maksudmu? Iri dengki busuk hati, ciri khas endemik Tapsel, hebat bersaing menjelekkan tapi tak becus bertanding melebihi orang? Contohlah aq, berbuat, memberitakan, berkomentar, tak seperti situ cuma hanya thok doang ngoceh gutgut melulu. Dah divonis debu pun tak kenal sama kamu, masih tak tahu malu.
    Aq mau pakai anakmuda Pardede cs? Dari Medan pun bisa kudatangkan aktifis mendemo Syahrul, bela tanah rakyat di Tapsel yg dijarah dicaplok TPL. Kamu dan cecunguk sejenismu yg merasa hebat nyatanya cuma kukang monjap, nonton aja dari jauh. Jangan dekat dan banyak kecap, nanti telur busuk pecah di kepalamu !

  11. aneh betul orangtua satu ini, tak perlu mengenal Pangeran Diponegoro untuk bisa berkomentar hei Mornif ! Kau yang membuat berita disini dikomentari malah ngawur jawabanmu kalau tak mau dikomentari buat saja media mu sendiri dengan Halaman : KABAR DARI MORNIF ATCIT ULU begitu, close saja dan disclaimer semua komentar, mudah kan ? hei, coba kau demo tanya Syahrul sebagai ketua Panitia Tata Batas itu kenapa dia gak laksanakan ? kaulah yg pimpin demo, jangan pinjam dan pake anakmuda Pardede cs ? kau takut ya dapat potuk dari satpol PP centengnya Syahrul ? kerja jangan tanggung-tanggung Mornif ! sudah tau pokok persoalan tapi kau akting terus pura2 bego, atau memang kau bego ya ? kesannya selama ini cuma berkoar-koar apa yang menurutmu benar, saya tak ada kepentingan dengan TPL dan tak punya sejengkal tanah di Tapsel sana …. yang punya kepentingan dan kecipratan itu mungkin kau ! oke sekali lagi kop itu tembok biar jerenggggg… terbuka otak sikit ! masa sih jadi direktur tapi bodoh ? ….heheheheh…

  12. He.. hee … heee …. , sini berbuat situ cuma ngecap dan hanya di forum ini thok. Di luaran sana debu pun tak kenal sama situ. Soal si Syahrul, situ tahu apa sih? Kenal aja baru sesudah dia jadi bupati, itu pun kenal presiden. Udahlah, klu kapasitas cuma penonton, duduk manis aja, kan mubazir sok nyinyir. Tokh klu pun nantinya sini sukses pressure Syahrul agar “kebiri” konsesi TPL, situ nggak kecipratan kok.

  13. Pak Mornif, penyidik no 1 tapsel yg kau maksud itu Kapolres kan ? ah dia itu mengekor saja, sama dengan saya dan orang lain bahwa hak-hak rakyat itu dijamin oleh pemerintah, itu mutlak boss.
    Eh, kenapa kau tak ajari Kapolres bikin surat yang benar , coba kau simak surat Kapolres Tapsel No. B/1284/XII/2012 tgl.06 Desember 2012 itu, PERIHAL surat keren banget, berbunyi : Penyelesaian hak Masyarakat di areal kerja IUPHHK PT. TPL tapi simak juga INTI pokok suratnya pada butir (3) berbunyi : ……………………….. dst, DISARANKAN DAN DIHARAPKAN BUPATI TAPSEL SELAKU KETUA PANITIA TATA BATAS SEGERA MENYELESAIKAN TAPAL BATAS AREAL KERJA IUPHHK TPL guna memperkecil ….. dst. tutup dan diteken !!!!!

    Aneh dan gak nyambung kan ? apa yang baru ?
    artinya Kapolres cuma minta sama Bupati Syahrul sebagai Ketua Panitia agar melaksanakan pengukuran tapal batas sehingga jelas batas Hak Pengusahaan hutan Tanaman Industri yang dimiliki TPL dan batas mana milik masyarakat yang telah dikuasai secara turun temurun.
    Kalau ternyata hasil pengukuran itu, TPL telah menyerobot hak-hak rakyat maka rakyat berhak menuntut haknya.

    Sepanjang batas-batas itu tak dibahas dan clear, maka sampai ayam tumbuh gigi pun masalah ini tak bisa game over. TPL tetap merasa diatas angin karena tata batas areal kerjanya pada tahun 2011 gak pernah dibahas ditingkat panitia tata batas hutan di Tapsel.

    Mornif, kau kan hebat dan pintar dan ngaku punya magnet besar diwilayah akar rumput Tapsel jadi pigi sono ke kantornya Syahrul….. bawa massa berteriak-teriak agar Syahrul mau bekerja. Gitu kan Pak Mor , mudah kog ? jangan pulak kau bilang aku antek TPL ya, hidup Morniffffff !!!!!

  14. Emang benar kecian deh elu kabeh. Klu penyidik No 1 di Tapsel dah akui hak tanah rakyat dilindungi Permenhut dan eksekutif No 1 Tapsel punya kewajiban tugas dan tgjawab menyelesaikan, apalagi kicau para pengkhianat rakyat merangkap penjilat TPL?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*