Prostitusi Meningkat di Madina

Sejak beberapa bulan terakhir, praktik prostitusi meningkat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kondisi ini merusak tatanan moral masyarakat yang dikenal religius. Hal ini sampaikan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Madina, Samsul Bahri Lubis SAg, Minggu (5/6). Katanya, sudah saatnya pihak penegak hukum merespon apa yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Maraknya praktik prostitusi meskipun masih secara terselubung, tetapi sudah banyak tercium oleh masyarakat.

”Banyak laporan kepada GP Ansor bahwa praktik prostitusi ini telah merebak di beberapa tempat di sekitar Kota Panyabungan. Namun, warga hanya bisa mengeluh dan tak bisa berbuat apa-apa. GP Ansor secara tegas menyampaikan kami tak akan membiarkan kondisi ini terus berlanjut, dan kami meminta Kapolres Madina bisa menanggapi kondisi ini dengan mengerahkan anggotanya melakukan cros chek ke lapangan untuk memastikan itu,” kata Samsul. Dijelaskan Samsul, praktik prostitusi ini sangat mempengaruhi kondusifitas masyarakat apalagi adanya sejumlah kafe malam di Panyabungan buka tanpa kenal batas waktu. Menurut Samsul sebelum kondisi ini berkelanjutan bagusnya dilakukan penanganan secara dini untuk mencegah maraknya maksiat di Madina.

”Kalau bukan sekarang, saya yakin kegiatan amoral ini akan banyak mengorbankan masyarakat apalagi yang menjadi penggemarnya adalah kaum muda, dan kafe-kafe itu seharusnya di control baik dari jadwal bukanya maupun kondisi fisiknya. Jangan-jangan kafe tersebuti juga yang menyediakan PSK-nya,” tambahnya Amatan METRO di Panyabungan, Sabtu malam (4/6) ada sejumlah kafe yang memang buka hingga tengah malam dan didapati juga beberapa wanita tak dikenal dan mengaku bukan warga Madina. Saat ditanyai, mereka umumnya mengaku datang dari luar Madina hanya untuk mencari pekerjaan.

Baca Juga :  Tenaga Gizi Sidimpuan, Wakili Sumut ke Istana Negara

Seorang wanita yang mengaku bernama Sis (20) saat ditemui METRO bersama 2 teman wanitanya di Jalan Lingkar Timur, mengaku sengaja datang ke Panyabungan untuk mencari pekerjaan. Saat ditanyai pekerjaan apa yang mau dicari, dia mengaku sebagai wanita penghibur. Sis juga mengaku dirinya datang dari luar Madina hanya untuk mencari uang dari memuaskan laki-laki dengan bayaran yang bervariasi. ”Di Panyabungan lebih aman untuk menjalankan pekerjaan ini, saya bersama kawan datang 2-3 kali seminggu ke Panyabungan hanya untuk menjalani perkerjaan ini,” sebutnya. Dan diungkapkannya bahwa dirinya bersama kawannya tiba di Panyabungan langsung menuju kafe yang tak mau disebutkan namanya, dan disitulah diduga terjadi transaksi praktik prostitusi tersebut. ”Tempatnya sih di hotel,” akunya. (wan/mer)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*