Prostitusi Terselubung Marak di Padang Lawas

Sibuhuan, Geliat transaksi seks alias prostitusi terselubung di sejumlah lokasi tertentu, kafe serta tempat hiburan yang ada di wilayah Kabupaten Padang Lawas semakin marak dan terus mengalami peningkatan signifikan, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Permkab Palas melalui Tim Terpadu terus menggalakkan gebrakan penertiban terhadap wanita malam yang diduga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Dalam upaya pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) tersebut, MUI Kabupaten Palas bekerjasama dengan Tim Terpadu, melakukan penyisiran ke sejumlah kos-kosan yang diduga dihuni para PSK dan sejumlah tempat hiburan malam, sebagai tempat transaksi kegiatan prostitusi terselubung.

Pantauan andalas di sejumlah tempat hiburan malam dan kafe yang tetap beroperasi, Rabu (3/6), walupun sudah ada tindakan tegas dari Tim Terpadu terhadap wanita malam yang diduga berpropesi sebagai PSK itu. Dan berbagai sorotan masyarakat semakin gencar, namun para PSK itu tetap konsisten menekuni profesinya menjerat pria hidung belang.

Sementera Palas disebut sebagai Serambi Mekkah Tabagsel. Julukan yang berkumandang di Padang Lawas sebagai daerah identik dengan agama Islam yang kental. Namun, kultur tersebut akhir-akhir ini semakin terkikis akibat menjamurnya para wanita malam yang menjajakan diri sebagai pemuas syahwat.

Penelusuran andalas ke sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat transaksi PSK. Masih terdapat geliat peredaran wanita malam yang menjajakan cinta untuk teman kencan. Tempat-tempat yang diduga menyiapkan wanita malam seperti kafe dan warung remang-remang beberapa waktu lalu telah dimusnahkan masyarakat. Tapi pada kenyataannnya peredaran wanita malam bukannya semakin berkurang, melainkan bertambah pesat.

Baca Juga :  Wabah Flu Serang Hampir Satu Desa Di Barumun

Wanita malam berkeliaran dan beroperasi di atas pukul 22.00 WIB di lokasi-lokasi tertentu. Seperti di Lapangan Merdeka Sibuhuan, ditandai dengan berkeliarannya sejumlah perempuan yang menunggu klien untuk diajak berkencan dengan berbagai modus operandi, seperti melalu sistem online dan telepon seluler.

Setelah diketahui persembunyian wanita malam tersebut, yang berkedok sebagai pekerja baik-baik dengan mengatasnamakan bekerja di instansi pemerintahan mengaku pernah tidur dengan salah seorang oknum dewan dan pejabat penting di daerah itu. Hasil penelusuran andalas ke salah satu kos dihuni para wanita muda ini, terkuak dugaan praktik prostitusi masih berjalan mulus dan bebas.

Kepala Kantor Satpol PP Kabupaten Padang Lawas, Ronny Syaiful SSos menegaskan, terkait menjamurnya wanita malam diduga berprofesi sebagai PSK, yang kerap mangkal di Lapangan Merdeka Sibuhuan, pihaknya telah mendengar dan mengetahui geliat praktik prostitusi itu.

“Satpol PP akan terus memberantas dan menindak tegas dan tidak menolerir siapa pun yang menggunakan jasa PSK, baik melalui mucikari atau langsung ke TKP, akan kita ambil tindakan tegas serta memberikan pembinaan terhadap para pelaku atau pelanggan seks komersial,”ujarnya.


harianandalas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*