Protes, Dua Petani Palas Jahit Mulut

MEDAN, KOMPAS.com – Akhirnya, dua orang petani yang melakukan aksi mogok makan di depan gedung DPRD Sumut, memenuhi janjinya. Mereka menjahit mulut mereka sebagai bentuk kekecewaan terhadap dewan dan seluruh pihak yang berwenang karena hingga malam ini belum juga dapat menyelesaikan persoalan dan tuntutan mereka.

“Ini bentuk kekecewaan terhadap dewan yang masih menutup matanya terhadap persoalan rakyat. Ini sudah tekad mereka, kita sudah menasihati untuk tidak melakukan aksi ini,” tegas Irfan Fadila Mawi, Kadiv SDA LBH Medan, Senin (11/6/2012) malam.

Lanjutnya, kalau DPRD Sumut masih juga belum bisa menentukan sikap, maka aksi ini akan terus berlanjut dengan penambahan peserta jahit mulut setiap harinya sampai persoalan selesai. Senin malam, kata dia, sudah ada penambahan jumlah massa dari daerah sebagai bentuk solidaritas dan dukungan.

“Satu persatu petani akan menjahit mulutnya. Penambahan massa aksi dari daerah juga sudah terjadi, malam ini sudah bergabung empat orang. Mereka bilang, kalau balik ke kampung mati juga, kena buldoser. Lebih baik mati di sini,” kata Irfan lagi.

Dua petani yang menjahit mulutnya adalah Norman Sidabutar(36) dan Parto Silitonga (32). Mereka tergabung dalam Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri asal Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang melakukan aksi mogok makan dengan melakban mulutnya dan mendirikan tenda darurat di depan gedung DPRD Sumut.

Baca Juga :  SBY Dipuji Pangeran Charles

Mereka datang ke Kota Medan melakukan aksinya sejak Rabu (7/6/2012). Aksi ini mereka lakukan untuk menentang apa yang mereka sebut sebagai penyerobotan, perusakan lahan, dan kriminalisasi petani yang dilakukan PT SRL dan PT SSL di Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Palas.

Memasuki hari ketujuh, kondisi kesehatan mereka terus melemah. Manuari Sidauruk (49), salah seorang petani, jatuh pingsan dan sempat dilarikan ke RSI Malahayati Medan. “Kapolda Sumut tak gentar dengan gerakan rakyat, kita minta dukungan semua pihak untuk bersatu melawan ketidakadilan,” tegas Irfan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*