Protes Pemerintah, Warga Pasang Bendera dari Karung Bekas

Karung-karung beras digunakan sebagai umbul-umbul di Dusun Padas Pecah, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/8/2012). Warga di dusun tersebut serentak mengkibarkan bendera dari karung beras sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah.

MALANG,KOMPAS.com– Di Kabupaten Malang, Jawa Timur, warga satu dusun serentak mengkibarkan bendera berupa karung bekas bungkus beras. Pemasangan “bendera” itu dilakukan di depan masing-masing rumah warga karena mereka merasa belum merdeka.

Pengibaran karung bekas itu dilakukan oleh warga di RT 1 RW 1 Dusun Padas Pecah, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (17/8/2012) dini hari. Ada puluhan bendera di dusun tersebut, tetapi tak satu pun berupa bendera merah putih sebagai simbol negara Indonesia.

Warga melakukan hal tersebut karena kecewa terhadap pemerintah desa setempat. Warga menilai pemerintah telah menganaktirikan dusun mereka, antara lain karena jalan di dusun itu tak pernah diperbaiki. “Dusun lainnya sudah berkali-kali diperbaiki,” kata Toyyib (51), salah satu tokoh dusun tersebut.

Kejengkelan warga makin menjadi-jadi karena seharusnya mereka dapat memasang bendera merah putih secara serentak, tetapi upaya itu urung dilakukan. Pihak dusun sebetulnya sudah membeli bendera merah putih siap pasang untuk dibagikan kepada warga. Warga tinggal menunggu instruksi dari Ketua RW 1 untuk memasang bendera secara bersama-sama. Namun, instruksi itu tak kunjung muncul karena Ketua RW 1 justru kabur jauh hari sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI karena kasus tertentu.

Baca Juga :  Warga Kecewa, Jalan Rondaman-Poken Minggu Rusak Parah

“Warga tidak diberi tahu sebelumnya, kapan akan ada pemasangan bendera merah putih, karena benderanya dikumpulkan di rumah Ketua RW 1. Makanya warga mangkel (jengkel) dan kecewa,” kata Toyyib (51), warga setempat.

Akhirnya warga nekat membuat bendera dari karung bekas beras yang sudah kotor dan tidak dipakai. Toyyib mengatakan, pengibaran karung ini sudah menjadi kesepakatan warga di dusun tersebut.

Selain kecewa terhadap perangkat desa setempat, warga juga kecewa kepada pemerintahan saat ini. “Orang miskin tak terpikirkan. Jadi wajah dan boleh saja kalau rakyat kecewa dan merasa belum merdeka sepenuhnya karena rakyat masing sengsara,” ujarnya.

Hingga Jumat siang, sejumlah karung masih terpasang di rumah dan jalan di dusun tersebut. Namun, sebagian karung telah dilepas karena warga curiga akan ada hal yang tidak diinginkan. Warga melihat banyak orang yang bukan warga setempat mondar-mandir di jalan yang dipasang bendera tersebut. “Warga curiga (ada) intel. Makanya dicopot saja,” kata Toyyib.

Selain Toyyib, tak ada satu pun warga yang mau memberikan komentar atas aksi protes mereka itu. Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Abdurrohim, dan Kepala Desa Pakis Kembar, Abdul Rasyid, tidak bisa dikonfirmasi. Keduanya berkali-kali dihubungi melalui ponsel, tetapi sedang tidak aktif.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Nazaruddin Ditinggalkan Koleganya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*