Protes Pemilukada, Massa AM2PD Madina Unjuk Rasa Ke KPUD

Puluhan orang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Demokrasi Madina (AM2PD Madina), melakukan unjukrasa ke kantor KPUD dan Panwaslukada Kabupaten Mandailingnatal, Senin (14/6).Dalam pernyataan sikapnya, massa menolak hasil Pemilukada Madina tahun 2010.

Selain menolak hasil Pemilukada Madina, massa AM2PD yang dipimpin koordinator aksi Darto Siregar dan koordinator lapangan Tan Gozali,Roni PS Nasution, Ahmad Iswadi Batubara dan Sutan Huzein Nasution, juga menuntut agar DPRD Madina membentuk Pansus Pilkada Gate untuk gugatan money politik pasangan calon bupati dan wakil bupati No.6 HM.Hidayat Batubara,SE dan Drs.H.Dahlan Hasan Nasution.

Mereka juga menuntut agar DPRD Madina untuk verifikasi ulang keabsahan berkas ijazah HM HIdayat Batubara,SE.

Adapun alasan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Demokrasi Madina (AM2PD) seperti dituliskan dalam pernyataan sikap itu antara lain, ijazah yang digunakan pasangan tersebut pada saat pendaftaran di KPUD Madina pada tingkatan SD dan SMP adalah surat keterangan dari sekolah yang bersangkutan,dan keterangan tersebut diragukan karena pada sekolah yang bersangkutan tidak ditemukan arsip ijazah H.M.Hidayat Batubara.

Kemudian untuk istilah tim relawan pada tingkat desa yang digunakan pasangan No. 6 tidak dikenal dalam perundang-undangan, hanya untuk melegalkan money politik.

Alasan berikutnya disampaikan massa, tim kampanye yang diperbolehkan perundang-undangan yang berhak menerima operasional adalah sampai tingkat kecamatan. Bahwa jumlah tim relawan yang mencapai ratusan ribu sudah di luar kelaziman dan dilarang oleh Bawaslu melalui surat No. 391/ Bawaslu/ IV/ 2010 tertanggal 3 juni 2010.

Baca Juga :  Status Tak Berubah, Buruh Penyadap Karet MANDAILING NATAL Mogok

Sementara alasan terakhir atas pernyataan sikap itu banyaknya proses hukum yang sedang ditangani Gakkumdu Pemilukada Madina atas dugaan politik yang dilakukan oleh tim pasangan tersebut merupakan sebuah bukti terhadap illegal tim relawan tersebut.

Menjawab dari tuntutan masa AM2PD itu,Ketua Panwaslukada Madina Drs Ikbal Hasibuan didampingi Sekretaris Sarman Nasution mengatakan, mengenai persoalan ijazah, seharusnya dipertanyakan ke KPUD Madina.

”Yang menerima pendaftaran calon bupati dan wakil bupati adalah KPUD,Panwalukada Madina baru diakui setelah penetapan calon, sehingga kalaupun ada masyarakat yang mempertanyakannya kami akan menindaklanjutinya ke pihak KPUD,” katanya.

Ketua Gakkumdu Madina yakni Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Sarluman Siregar, SH mengatakan, saat ini pihaknya sedang menangani dan melakukan penyelidikan 4 kasus pelanggaran Pemilukada, dimana saksi-saksi yang tercantum dalam berkas tersebut telah diperiksai dan kini memasuki tahap pemanggilan terhadap tersangka.

Sumber: http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2150:protes-pemilukada-massa-am2pd-madina-unjukrasa-ke-kpud-&catid=52:sumut&Itemid=207

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*