Provinsi Sumatera Tenggara Untuk Siapa?

Oleh: Muhammad Asrul Nasution *)

Memasuki tahun 2012, isu tentang pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara semakin gencar dipublikasikan oleh para tokoh yang memimpin beberapa wilayah di Tapanuli Bagian Selatan. Mulai dari para elit politik hingga abang tukang becak pun seolah tak ingin kalah membahas isu yang sedang berhembus belakangan ini tentang pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara. Hal ini patut diapresiasi mengingat luasnya Sumatera Utara hingga ada beberapa sektor wilayah yang tak mendapat perhatian serius dari Pemprov Sumut baik itu dari sektor pertanian, perindustrian, pendidikan dan dari yang paling terkecil yaitu pembangunan akses jalan antar daerah yang menjadi salah satu faktor mempermudah masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi antar daerah. Secara akademis, Provinsi Sumatera Tenggara memang sangat layak untuk dimekarkan mengingat potensi alam yang sangat besar dan juga mengingat calon ibu kota ( Padangsidimpuan.red ) menjadi perlintasan ke berbagai provinsi di pulau Sumatera. Tetapi, saya akan coba menggali lebih dalam dari sisi political urgency tentang Provinsi Sumatera Tenggara. Ada beberapa poin yang akan saya coba telisik yaitu :

1. Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara untuk siapa ?
Kita tidak bisa menafikan bahwa Provinsi Sumatera Tenggara sudah saatnya berdiri dan dimekarkan, terlepas dari berbagai alasan apapun yang ada saat ini. Dengan dimekarkannya Provinsi Sumatera Tenggara, jika dilihat secara akademis  tentu besar harapan akan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Tapanuli Bagian Selatan dan semakin majunya dunia pendidikan di daerah tersebut. Tetapi yang masih menggelayut dalam benak saya adalah, seberapa besar urgensi kepentingan politik elit pejabat atas pemekaran ini ?. Kita juga tak bisa menafikan bahwa dalam sebuah pemekaran daerah akan muncul sikap pragmatisme para elit politik untuk berebut kekuasaan ditengah kekosongan kekuasaan pasca pemekaran. Saya hanya ingin meminta keseriusan setiap kepala daerah untuk memperjelas tujuan pemekaran Sumatera Tenggara tidak ditunggangi oleh berbagai kepentingan pragmatisme elit politik yang tentunya sangat membahayakan bagi kemajuan daerah.

Baca Juga :  Bang Regar bilang... Borat do Na Mar PANTI on.....

2. Gerakan Pemuda untuk apa ?
Pentingnya gerakan pemuda dalam pemekaran suatu daerah adalah bukti dari keseriusan para kepala daerah untuk membentuk sebuah daerah otonom baru. Gerakan pemuda menjadi dasar bagi oposisi yang bersifat vertikal dengan tujuan sebagai pengawas dan pembanding pemerintah otonom. Di dalam sebuah proses inisiasi pemekaran sebuah daerah, pemuda sangat vital dengan tujuan membentuk sebuah gagasan – gagasan penting tentang daerah yang akan dibentuk. Kepala daerah seharusnya meminta gagasan dari para tokoh gerakan pemuda untuk membentuk sebuah master plan tentang provinsi Sumatera Tenggara. Saya masih teringat ketika sahabat saya Presiden KM ITB menjadi delegasi Indonesia ke India, dia bercerita kepada saya bahwa Pemerintah mengajak Pemuda India untuk bersama membentuk master plan tentang pembangunan India 20 tahun kedepan dan hasil itu telah terbukti sekarang, India menjadi Negara yang maju baik dari sektor perekonomian, industri, militer, maupun sektor lainnya. Sebuah daerah yang akan dimekarkan ataupun yang sudah dimekarkan butuh ide segar dari para pemuda yang tentunya mampu berpikir kritis dan menganalisa tentang kepentingan strategis untuk mendorong kemajuan perekonomian.

3. Membuat sebuah pusat diskusi sebagai tempat kajian politik ekonomi dan sosial politik
Saya melihat bahwa calon ibukota ( Padangsidimpuan.red ) tidak memiliki sebuah tempat atau pusat diskusi para pemuda. Pusat diskusi ini adalah sebuah gedung atau sebuah lapangan terbuka yang akan menjadi tempat para pemuda Tapanuli Bagian Selatan untuk berdiskusi tentang berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan yang nantinya akan menjadi Provinsi Sumatera Tenggara. Tujuan dari pembentukan sebuah pusat diskusi adalah menghasilkan pemuda yang kritis dan cerdas serta mampu membuat sebuah gagasan – gagasan yang potensial untuk membentuk serta membantu pemerintah dalam memajukan serta memberdayakan kekuatan ekonomi daerah. Tentu dengan terbentuknya sebuah pusat diskusi akan menjadi sentral gerakan pemuda dalam mengkritisi, memberi gagasan, serta membentuk sebuah opini yang akan menghasilkan riset pada berbagai sektor perekonomian sehingga kemampuan masyarakat bisa diberdayakan dengan kondisi yang terbatas mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini tentu akan membantu pemerintah daerah dalam menggiring keunggulan daerah menuju nasional yang tentunya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Baca Juga :  Imlek, Hari Raya Orang Cina

Sebagai pemuda, saya kira pantas untuk kita kritis terhadap isu yang sedang menghangat saat ini tentang pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara, patut untuk kita awasi political urgency yang menjadi branding sebuah daerah, layak untuk kita cermati segala perkembangan yang terjadi tentang pemekaran daerah serta perlu untuk kita pahami seberapa jauh keseriusan setiap kepala daerah dalam mempersiapkan pemekaran daerah Tabagsel baik dari sisi ekonomi, industri, pertanian, perkebunan dan yang paling utama pendidikan.

Hingga pada akhirnya, kita hanya bisa berharap bahwa pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara bukanlah hanya ajang bagi kursi elit politik dan kroni – kroninya melainkan murni untuk gerakan mensejahterakan masyarakat. Terlepas apapun alasan dan hambatan, Provinsi Sumatera Tenggara harus dimekarkan dan singkirkan jauh segala bentuk kepentingan elit golongan dan parodi politik yang akan dimainkan pejabat dalam pemekarannya.

*) Muhammad Asrul Nasution
Presiden Mahasiswa Poltekpos Bandung 2009 – 2010
Ketua Gerakan Pemuda Pembaharu 2011 – sekarang

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

6 Komentar

  1. Secara sejarah… memang dalam West Kust Sumatra’s Gouvernement ada wilayah yang disebut sebagai Karesidenan Mandahiling yang sekarang meliputi Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman Timur, Kabupaten Mandailing Natal (dulu terbagi atas Natal, Batangnatal, Kotanopan (Mandailing Julu), Pakantan dan Panyabungan (Mandailing Godang)), Kabupaten Padanglawas Utara, Kabupaten Padanglawas Selatan (dulu satul wilayah Padanglawas atau Padangbolak), Kabupaten Tapanuli Selatan (dulu namanya Angkola Mandailing, disebut juga Mandailing Jae), Kota Padangsidempuan (silimpuan), Kabupaten Labuhan Batu (dulu disebut wilayah Kotapinang), Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara. Dan ide Provinsi Mandailing pernah dicetuskan juga pada masa kemerdekaan, yang sekarang opsinya malah dikerdilkan menjadi Provinsi Sumatera Tenggara, dengan menghilangkan kata Mandahiling yang merupakan penduduk mayoritas di wilayah tersebut, hingga sekarang, yang dalam administrasi Inggris disebut sebagai Melayu Mandailing atau dalam arsip Pagaruyung disebut sebagai Minangkabau Utara.

  2. Tulisan dan pemikiran yang bagus M. Asrul Nst..
    minimal, ini sebuah umpan untuk menumbuh-kembangkan idiologi sosial & ekonomi bagi masyarakat kita…
    Berbica Prov. Sumatera Tenggara untuk siapa? saya sepakat dengan tulisan ini, strategi yg dituangkan juga oke. tapi rancangan ini bukanlah hal yg mudah untuk direalisasikan, butuh persiapan yang membutuhkan waktu yang tidak singkat, terlebas adanya kepentingan dari beberapa pihak. harusnya wacana ini muncul dari pemerintah sumatera utara selaku motor penggerak masyarakat kita, tapi yg memancing, eh malah mahasiswa bandung, semoga pemerintah sumut dapat termotivasi dan harapannya sosialisasi lebih dioptimalkan, baik dalam bentuk tulisan, media dsb…
    menanggapi tulisan ini, saya tertarik ini menjadi bahan pertimbangan, akan tetapi ini program jangka panjang, jika periode ini belum dikira mampu untuk merealisasikan akan lebih bijak direkomendasikan kepemerintahan selanjutnya….
    adapun strategi ril yang menjadi bahan tawar adalah dibentuknya Tim untuk membahas tawaran ini dgn jangka waktu yang ditentukan.
    konsep dan tugasnya:
    1. Meninjau keefektifitasan pemerintah sumut, dalam hal pelayanan kepada masyarakat.
    2. Meninjau Informasi Pemerintah bagi masyarakat.
    3. Mengkonsep dibentuknya sumatera tenggara. seberapa besar peluangnya untuk dapat direalisasikan.
    4. Laporan Tim
    Tim ini dibentuk tanpa adanya unsur kepentingan bagi oknum2 yg tidak bertanggungjawab.. fungsi Tim ini sebagai kajian yang bersifat teknis untuk keefektifitasan pelayanan pemerintah dan pengontrolan yang akan lebih makasimal…

    Salam Perjuangan bagi Pemuda Bangsa,

  3. saran jangan dilupakan masukan dan pemikiran asal putra daerah di perantauan khusus kami yang membidangi tehnik perencanaan wilayah dan kota (tata kota)………..oke……..horas bema

  4. Kalau hanya untuk membicarakan bagaiaman prospectus Sumatera Tenggara terbentuk, ya boleh-boleh saja, hanya jangan seperti umpama ni halak Batak “BARU SORANG DOPENA, MADUNG MANGIDO KAWIN”. Ya ibaratnya Tabagsel yang dimekarkan menjadi 5 kabupaten baru terbentuk beberapa tahun dan masih meninggalkan beberapa permasalahan yang sangat penting dalam mewujudkan suatu pemerintahan kabupaten yang baik baik dari segi prasarana maupun segi lainnya.
    Apalagi bicara masalah apakah masing-masing Pemda dari 5 kabupaten itu sudah benar-benar mandiri dan bisa menempati pos wilayah masing-masing sesuai dengan SDM dan SDA yang ada. Masih banyak persoalan diberbagai sektor di masing-masing kabupaten itu sendiri yang belum mampu ditangani masing-masing dari akibat pemekaran itu sendiri.
    Jadi kalau menurut saya sih, kalau cuman dibicarakan sih ya monggo-monggo saja, tapi kalau untuk menggolkan dalam jangka pendek dan jangka menengah, sebaiknya pikir2 panjang dulu. Jangan sampai hanya melihat pendapat dan kepentingan satu sisi lantas diglobalkan akan baik untuk sisi lainnya. Pengucian, Pendalaman lebih dalam dan dampak sisi baik dan positifnya perlu benar-benar dipertimbangkan dalam hal menggolkan keinginan tersebut.

    Ima jolo pandapot sian dolok an bah…..

    Horas…

  5. Kabupaten Tapanuli Selatan saja belum beres sebagai Kabupaten buktinya hingga saat ini ibukotanya tidak diakui oleh Bupatinya, buktinya hingga saat ini Bupati dan SKPDnya masih terus menumpang di Padangsidimpuan yang sudah menjadi Kotamadya. Sudah sejak tahun 2009 Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan berada di negeri entah berantah, walaupun sudah ditegaskan dalam pasal 21 ayat 1, 2 UU Nomor 37/38 tahun 2007. Wacana pembentukan Provinsi Sumatra Tenggara masih premature menurut saya. Itu adalah wacana yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang bermimpi untuk menduduki jabatan Gubernur nantinya. Pemprov Sumatera Utara yang ada saat ini masih mampu mengakomidir kepentingan rakyat Sumut. Salam perbedaan..!

  6. Tapanuli Selatan saja belum beres sebagai Kabupaten buktinya hingga saat ini ibukotanya tidak diakui oleh Bupatinya, buktinya hingga saat ini Bupati dan SKPDnya masih terus menumpang di Padangsidimpuan yang sudah menjadi Kotamadya. Sudah sejak tahun 2009 Ibukota Kabuapten Tapanuli Selatan berada di negeri entah berantah, walaupun sudag ditegaskan dalam pasal 21 ayat 1, 2 UU omor 37/38 tahun 2007. Wacana pembentukan Provinsi Sumatra Tenggara masih premature menurut saya. Itu adalah wacana yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang bermimpi untuk menduduki jabatan Gubernur nantinya. Pemprov Sumatera Utara yang ada saat ini masih mampu mengakomidir kepentingan rakyat Sumut. Salam perbedaan..!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*