Proyek Bandara Silangit Diributi

1613849072a56e5167a6c5b48a00fd5b2d7bd4f4 Proyek Bandara Silangit Diributi
DEMO BANDARA: Puluhan pengurus LSM Perintis saat melakukan aksi demo di depan Pintu A Bandara Silangit, Jumat (25/5).

TAPUT-Bandar Udara (bandara) Silangit di Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara didemo kalangan LSM Perintis yang datang dari Medan, Jumat (25/5) sekira pukul 15.00 WIB.

Puluhan demonstran menyampaikan pernyataan sikap mereka terkait dugaan praktek korupsi sejumlah proyek bandara. Saat tiba di depan pintu gerbang bandara, puluhan massa dihadang sejumlah aparat security bandara. Bahkan, aksi adu mulut antara kedua belah pihak sempat terjadi karena demonstran memaksa masuk ke bandara. Dalam pernyataan sikapnya, para demosntrans meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan melakukan tindakan penyidikan langsung ke Bandara Silangit agar memeriksa Pejabat Penanggungjawab Kegiatan (PPK) sejumlah proyek di Bandara Silangit sejak Tahun Anggaran 2008-2011.

LSM Perintis juga meminta agar panitia lelang menyerahkan proyek di Bandara Silangit kepada kontraktor yang memenuhi kriteria untuk mengikuti proses pelelangan secara profesional tanpa melalui perlakuan istimewa. Proyek yang paling disoroti oleh demonstrans yakni pelapisan Turning Area Runaway 27 dan Taxiway A senilai Rp839.168.000 yang diduga keras menyalahi bestek yang sudah ditentukan, yakni dengan ketebalan aspal hotmix 10 cm.

Saat pertemuan itu, Koordinator Umum Aksi sekaligus Ketua LSM Perintis Hendra Silitonga SSos dan Koordinator Lapangan Pahala H Gultom menyampaikan pernyataan sikap mereka kepada salah seorang  pegawai bandara.  Namun, pihak bandara tetap bersikukuh menolak demonstran untuk meninjau lokasi proyek bandara. Terkait aksi demo itu, Kepala Bandara Silangit Poltak Siburian yang dikonfirmasi di kantornya tidak berada di tempat. Saat dihubungi melalui ponselnya juga tidak menjawab.

Baca Juga :  Bupati Karo: Letusan Sinabung Bukan Peristiwa Luar Biasa

Demo ke Polres Humbahas Sebelumnya, massa LSM Perintis juga melakukan aksi unjuk rasa ke Polres Humbahas terkait penahanan sejumlah alat berat dan truk kontraktor.  Ketua umum LSM Perintis Hendra Silitonga di hadapan Kapolres AKBP Verdy Kalele SIK mengatakan, pihaknya menyayangkan sikap Polres yang menahan alat berat dan truk kontraktor karena merupakan sarana atau alat untuk pembangunan daerah atas pelaksanaan proyek.

Kata Hendra, dengan ditahannya alat berat dan truk tersebut, maka realisasi pelaksanaan pembangunan proyek jalan di Humbahas sekitarnya akan tersendat. ”Oleh sebab itu, LSM Perintis mempertanyakan penahanan alat berat ini,” ujar Hendra.  Mendengar pernyataan sikap LSM tersebut, Verdy Kalele mengaku salut kepada LSM Perintis atas kehadirannya di wilayahnya demi pembangunan. ”Polres siap mendukung pembangunan. Tapi pembangunan seperti apa yang saya dukung?” tanya Kapolres balik.

Verdy menegaskan, alat berat disita dari Desa Matiti, Kecamatan Doloksanggul baru-baru ini, adalah disebabkan belum adanya kesepakatan lahan galian C antara Marga Simanullang dengan Munthe.
“Tanah masih bermasalah. Apakah ini saya biarkan masyarakat berperang di Matiti? Atau apakah ini yang diinginkan LSM Perintis? Kita harus berpikir dengan jernih, semua ini punya jalur sesuai prosedur.

Jangan kita berbohong dengan diri kita sendiri, apakah ini betul-betul demi pembangunan. Saya sangat senang saudara datang ke sini untuk memberikan dukungan dalam menegakkan hukum. Kami akan bertanggungjawab dalam kasus ini sesuai dengan prosedur. Sudah ditawarkan upeti kepada saya, tapi apakah ini yang diperjuangkan? Apakah ini yang kita inginkan? Mari kita membangun dengan prosedur yang baik. Jangan kita buat Humbang Hasundutan ini membara.

Baca Juga :  Longsor di Nisel, 5 Korban Tewas Ditemukan

Jangan keluar barang dengan barter uang. Ini tanggungjawab saya seratus persen,” tegas Verdy.
Informasi dihimpun METRO dari Polres Humbahas terdapat sejumlah alat berat jenis escavator dan truk milik PT Subur Sari Lastderich yang disita sejak tanggal 24 April 2012. Semua barang sitaan itu diamankan di Mapolres Humbahas untuk pemeriksaan lanjutan dan barang bukti. (hsl)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*