Proyek Bencana Alam Asahan tahun 2009 Rp. 8,1 M Diduga Dikorupsi

Kejaksaan Negeri Tanjung Balai melakukan penyelidikan terhadap proyek pasca bencana alam Asahan tahun 2009. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp8,1 miliar tersebut diduga ada penyimpangan dan korupsi. Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Balai Herry Sunaryo SH didampingi Kasi Pidsus PDE Pasaribu SH MH, dan staf Kejari Saman D Munthe SH, Rabu (6/4) di ruang kerjanya.

Diutarakan Kajari Herry, kejaksaan telah mendatangkan tim ahli dan langsung melakukan investigasi ke sejumlah lokasi proyek pasca bencana alam yang berada di Kecamatan Sei Kepayang, Simpang Empat, dan Kecamatan Pulau Rakyat.
“Kemarin (Senin, red) tim ahli dan tim penyelidik turun ke lapangan di sepanjang alur Sungai Asahan untuk meninjau keberadaan proyek pasca bencana alam yang anggarannya lebih kurang Rp8,1 miliar,” ujarnya.

Diungkapkan Herry, bersama tim ahli dan tim peyelidikan, kejaksaan melakukan pengukuran terhadap fisik proyek yang dibantu masyarakat setempat serta mengitari Sungai Asahan dengan mempergunakan perahu mini. Di sejumlah lokasi proyek pasca bencana alam, sebut Herry, tim menemukan sejumlah indikasi dugaan terjadi penyimpangan dalam pengerjaan proyek itu. Namun, pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan tim ahli.

“Kalau hasil audit tim ahli turun, kita akan tingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya sembari mengaku belum dapat menyebut penyimpangan yang dimaksud. Masih disebutkan Kajari, proyek tersebut bersumber dari APBN tahun 2009 dan merupakan kegiatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Asahan. “Kepala Dinas PU Asahan saat itu yakni Ir H Syafaruddin MM yang dulunya juga pernah menjabat Pj Wali Kota Tanjung Balai,” beber Kajari.

Baca Juga :  Banjir Lahar Sinabung Lumpuhkan Akses Jalan

Kasi Pidsus Kejari Tanjung Balai PDE Pasaribu SH MH menambahkan, proyek tersebut berupa pembangunan tembok penahan air, tanggul dan lainnya. “Kita juga akan menyelidiki perencanaan proyek tersebut,” ujarnya singkat.
Sementara itu informasi yang diperoleh wartawan, masyarakat sekitar bantaran Sungai Asahan resah. Di mana setiap tahunnya rumah mereka selalu diterjang banjir akibat meluapnya sungai di daerah itu. Padahal, daerah tersebut mendapat anggaran proyek pasca bencana alam sebesar miliaran rupiah. (sht) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*