Proyek DEK di Pasar Sipirok Dipertanyakan – Belum Rampung Sudah Ditinggal

SIPIROK-Pembangunan dek (tembok penahan, red) Pasar Sipirok tepatnya di samping Kantor PLN Ranting Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel memunculkan tanda tanya bagi masyarakat. Pasalnya, proyek belum rampung tapi kesannya sudah ditinggalkan.

Akibat kejanggalan dikawatirkan, dampak dari proyek itu akan mengakibatkan dek rawan ambruk dan saluran air tertutup dan tidak berfungsi, yang membuat air limbah dan sisa hujan akan selalu mengalir di badan jalan dan sangat membahayakan kesehatan warga.

Amatan METRO Senin (5/3), dek dengan panjang sekitar 100 meter yang memanjang di kiri kanan jalan menuju gedung pasar yang baru dibangun tepatnya tampak belum selesai dikerjakan, terutama pada item penimbunan, namun sudah ditinggal.

Sepintas, bangunan dek tersebut tidak kelihatan, karena tertutup oleh lapak sementara milik pedagang pasar. Di badan jalan terlihat air pekat dan mengeluarkan bau busuk yang mengalir, karena parit di sisi kanan telah tertutup tanah dari hasil pembuatan dek di sisi kanan jalan.

Tokoh masyarakat setempat, Abdul Jalil Nasution (60) kepada METRO Senin (5/3) mengatakan, dirinya heran dengan keberadaan dek tersebut yang telah ditinggal oleh kontraktor dan pengawasnya. Sehingga, terkesan ada pembiaran karena belum ditimbun, dan paret di sisi lain dibiarkan tertutup.

“Saya selalu memantau kegiatan kerja di sini, dan tembok pernah ambruk karena hujan dan diperbaiki kembali. Namun, hingga saat belum ditimbun. Dan parit sebelah kanan tertutup, namun tetap juga dibiarkan, sehingga menimbulkan kesan jorok akibat air hitam pekat terus mengalir di badan jalan,” ucapnya kepada METRO, Senin (5/3).

Baca Juga :  Sungai Barumun Meluap - Akses Jalan ke Pasar Simangambat Terputus

Di samping itu kata Jalil, sepanjang pengamatannnya tidak pernah melihat plank proyek yang menerangkan jenis, dana, waktu, nama pekerja kegiatan, sehingga terkesan tertutup dan seolah proyek siluman.

“Saya tak pernah melihat plank proyeknya. Makanya saya heran dan ada kesan pembiaran oleh pengawas. Tapi saya dengar, pekerjaan ini merupakan proyek provinsi,” tuturnya. (ran/mer)

Metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*