Proyek PNPM di Sidimpuan Memprihatinkan

Sejumlah proyek pembangunan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM-MP) TA 2009-2010 di Kota Padangsidimpuan memprihatinkan dan disinyalir menjadi ajang korupsi.

rehab rumah miskin di Kelurahan Pijorkoling Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara yang disinyalir telah terjadi upaya pemiktifan oleh pihak konsultan PNPM-MP

“Dari sejumlah proyek PNPM-MP yang kami tinjau, sebagian besarnya bermasalah baik dari fisik bangunan dan realisasi pengucuran anggaran dana, “ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD P. Sidimpuan Khoiruddin Nasution kepada analisa di ruang kerjanya, Jumat (23/7).

Dicontohkannya, rehab rumah miskin di Kelurahan Pijorkoling Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara yang disinyalir telah terjadi upaya pemiktifan oleh pihak konsultan PNPM-MP.

“Dari 9 rumah yang direhab, hanya 5 yang selesai 4 lagi tidak dijamah, padahal dana anggarannya yang berasal dari APBN, APBD Kota Padangsidempuan TA 2009 sudah lama dikucurkan, ” katanya.

Dikatakan, sesuai jadwal batas pengerjaan rumah rehab miskin tersebut sudah berakhir namun pada kenyataannya hanya lima yang selesai.

“Kami menduga konsultan merupakan aktor dalam upaya pemiktifan ini, “katanya.

Khoir mengaku upaya memiktipan ini bakal tidak terungkap jika pihaknya tidak melakukan peninjauan dan melihat langsung hasil proyek rehab rumah miskin ini.

“Andai kami tidak meninjau langsung rehab rumah ini, mungkin saja dana tersebut akan masuk kantong perseorangan atau kelompok karena dalam LPJ PNPM-MP mereka nyatakan telah melaksanakan pembangunan rehab 9 rumah miskin tersebut, “ujar Khoir yang juga Ketua (FD) Fraksi Demokrat tersebut.

Selain upaya pemiktifan rehab rumah miskin kata Khoir pihaknya juga menemukan banyak kejanggalan dalam proyek pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang 4200 KM di Desa Goti Kecamatan P. Sidimpuan Tenggara.

Baca Juga :  Seputar Pembatalan Kepala Tukang Pembangunan gedung SDN Nomor 200501 Salambue, Kec. P.sidimpuan Tenggara

Dari sisi fisik, jalan tersebut tidak memiliki parit sehingga mengakibatkan badan jalan berlumpur sehingga sulit dilalui kenderaan roda dua maupun empat.

Pembangunan jalan ini juga telah memasuki wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan sepanjang 2 Kilometer lebih padahal anggaran pembangunanya berasal dari APBN dan APBD Pemko Sidimpuan ditambah swadaya masyarakat setempat.

Parahnya lagi kata Khoir, pembangunan jalan ini berada dikawasan hutan lindung (register) Tapanuli Selatan. “Kenapa bisa proyek pembangunan Pemko Sidimpuan berada dikawasan Tapsel. Apalagi berada dikawasa hutan lindung.Inikan aneh,” katanya.

Diharapkannya, pihak konsultan dan unsur PNPM lainnya dapat mempertanggung jawabkan sejumlah proyek pembangunan yang dinilai bermasalah ini.?

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=62906:proyek-pnpm-di-sidimpuan-memprihatinkan-&catid=51:umum&Itemid=31

—————————-

PNPM P.Sidimpuan bermasalah

Pembangunan yang dikerjakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan dengan tujuan membantu masyarakat di Padangsidimpuan, sarat dengan dugaan korupsi dan pelanggaran.

“Bantuan rehab 4 rumah warga miskin di Kelurahan Pijorkoling fiktif. Pembukaan jalan di Desa Goti melanggar batas hutan lindung serta memasuki wilayah Kab. Tapanuli Selatan,” kata ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Padangsidimpuan H Khoiruddin Nasution, tadi malam.

Tidak dikerjakannya bantuan rehab empat rumah warga miskin di Kel. Pijorkoling kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, menurutnya, merupakan unsur kesengajaan konsultan PNPM-MP.

Karena 4 dari 9 rumah warga miskin yang diprogramkan untuk direhab itu, semua anggarannya telah dikucurkan dari APBN dan APBD Kota Padangsidimpuan tahun 2009.

FPD menduga, peran konsultan sangat besar untuk melakukan upaya pemiktifan tersebut. Untung masalah ini disoroti FPD, kalau tidak mungkin saja dana tersebut akan masuk kantong perseorangan atau kelompok tertentu.

Baca Juga :  Andar Amin Klaim Menangkan Pemilukada Padangsidimpuan

Pasalnya, dalam Lembaran Pertanggungjawaban (LPj) PNPM-MP telah dinyatakan bahwa rehab 9 rumah warga miskin itu sudah selesai dilaksanakan.

Selain itu FPD juga menyorotin Jalan Usaha Tani (JUT) PNPM MP sepanjang 4.200 meter di Desa Goti kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Pembangunannya telah keluar dari batas wilayah Pemko Padangsidimpuan, dan ironisnya lagi sudah memasuki hutan lindung.

FPD mendesak pihak kepolisian segera menangkap otak perambah hutan lindung itu. Karena persoalan hutan lindung tidak memandang batas wilayah kota atau kabupaten.

Di sisi lain, Desa Goti telah pernah dilanda banjir bandang pada 1986. Jika hutan di atas desa ini dibabat, maka peristiwa banjir bandang akan terulang kembali. PNPM-MP selaku konsultan harus bertanggungjawab dan jangan mengkambinghitamkan masyarakat Desa Goti,” tegas Khoiruddin.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=131904:pnpm-psidimpuan-bermasalah&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Khoir toubatlah kau jangan mengadu domba masyarakat Kota Padangsidimpuan karena kami sudah jenuh atas kelakuanmu, Buat Bang Anas Urbaningrum tolong keluarkan dia dari Partai Demokrat sebab orang seperti ini tidak pantas bergabung dalam Partai ini karena kelakuannya yang suka main perempuan, narkoba juga merusak Program PNPM-MP di Kota Padangsidimpuan, Program yang didukung oleh semua masyarakat terutama Presiden kita Susilo Bambang Yudoyono.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*