‘PSSI Berubahlah! PSSI Terbukalah!’

Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menyebut bahwa keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia terkait PSSI merupakan titik awal bagi reformasi sepakbola di Tanah Air. Itu mengapa penting buat PSSI untuk segera berbenah jadi lebih transparan.

Seperti diberitakan sebelumnya, KIP RI memutuskan bahwa PSSI merupakan badan publik nonpemerintah. Dengan demikian maka PSSI pun diperintahkan untuk membuka laporan keuangannya kepada masyarakat.

“Kemenpora RI menilai keputusan ini merupakan titik awal bagi semua termasuk PSSI untuk mereformasi sepakbola kita, melakukan perubahan mendasar dalam tata kelola keolahragaan, dalam hal ini sepakbola,” tulis @KEMENPORA_RI, akun resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI) Periode 2014-2019, dalam rangkaian cuitannya di Twitter, Senin (8/12/2014) malam.

“Transparansi adalah pintu masuk bagi perbaikan tata kelola sepakbola Indonesia. Siapa yang tidak transparan sudah pasti layak dicurigai. Ini hukum alam di iklim demokrasi,” sebut akun tersebut dalam tweet berikutnya.

Menurut Kemenpora, keputusan KIP itu sudah sejalan dengan keinginan publik agar segala hal yang berkaitan dengan sepakbola berubah menjadi lebih baik, dalam hal manajemen keorgansasiannya, profesionalisme penyelenggaraan kompetisinya, sampai pembinaan usia dini. Oleh karena itu kendatipun ada kesempatan untuk melakukan banding, yang rencananya juga akan dilakukan PSSI, Kemenpora berharap benar keputusan KIP tetap dijalankan oleh induk organisasi sepakbola Indonesia tersebut.

Baca Juga :  Kawasan Pasar Sangkumpal Bonang Semrawut ; Pondok Maksiat Menjamur

“Desakan publik begitu luar biasa supaya PSSI berbenah total. Jangan jadi institusi yang tertutup, kebal terhadap kritik, dan enggan lakukan perubahan jadi lebih baik. Kemenpora RI berharap PSSI mulai membuka diri. Sampaikan laporan keuangannya secara terbuka sesuai dengan perintah dalam putusan KIP. Apakah itu terkait dengan dokumen kontrak, nilai kontrak antara PSSI dengan stasiun televisi, dan rincian-rincian laporan keuangan lainnya.

“Ini penting karena publik ingin mengetahui sejauh mana manajemen sepakbola kita berjalan dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Kemenpora RI mendukung penuh putusan KIP, karena hal itu sejalan dengan harapan pemerintah, sejalan juga dengan harapan publik,” beber akun Kemenpora.

Pemerintah maupun masyarakat, tambah Kemenpora dalam tweet berikutnya, sangat berharap agar dunia sepakbola kita segera bangkit dan memberikan prestasi. Prestasi itu sendiri dinilai akan muncul jika kompetisi dijalankan dengan baik dan memiliki manajemen yang profesional.

“Sepakbola gajah, pengaturan skor, kepemimpinan wasit yang tidak adil, tertunggaknya gaji pemain, pemain meninggal di lapangan, suporter meninggal, adalah rentetan persoalan yang ada di dunia sepakbola kita. Dan hal itu menunjukkan bahwa penyelenggaraan keolahragaan—dalam hal ini sepakbola—kita tidak berjalan dengan profesional.

“Kasus-kasus itu hanya bisa dipahami dalam iklim pengelolaan sepakbola yang tertutup, iklim pengelolaan yang tidak akuntabel, dan enggan mendengar masukan dan kritikan. Publik menginginkan perubahan, pemerintah juga menginginkan perubahan. PSSI, berubahlah! PSSI, terbukalah! Sebelum perubahan itu akhirnya terpaksa datang dari pihak luar,” tegas akun resmi Kemenpora menyudahi rangkaian tweet-nya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Adik Kandung Bupati Tapsel Di Duga Sebagai Otak Pelaku Penganiayaan 6 Angota DPRD Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*