PSSI dan KPSI Sepakat Akhiri Dualisme Liga

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman mempersilahkan peserta untuk berbicara dalam kongres hari kedua dimulai di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/3). ANTARA/ IPL/Arif Ariadi

TEMPO.CO, Kuala Lumpur –  Kisruh dualisme sepak bola Indonesia memasuki babak baru. Pihak yang selama ini bertikai, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin, Komisi Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) versi La Nyalla Mattalitti serta Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia, sepakat menyelesaikan masalah dualisme liga di Indonesia.

Dalam pertemuan yang dimediasi tim Satgas (task Force) FIFA dan AFC di Hotel JW Marriott, Kuala Lumpur, Rabu – Kamis, 6-7 Juni 2012, keempat pihak itu menandatangani kesepakatan itu setelah melalui beberapa diskusi panjang.

Di antara isi kesepakatan itu, akan dibentuk komite gabungan (join komite) untuk membuat kompetisi liga sepak bola profesional baru. Komite itu nantinya juga akan bekerja sama dengan  FIFA dan AFC untuk mengevaluasi statuta dan masalah asosiasi lainnya.

Kesepakatan ini di bawah supervisi Taskforce Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) yang dipimpin Wakil Presiden AFC Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah dan anggota Komite Eksekutif FIFA, Dato Worawi Makudi.

Ikut menyaksikan acara penandatangan tersebut, tengku Mahkota Pahang, Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah exco AFC yang juga wakil ketua Football Associaton of Malaysia (FAM). Sekretaris Jenderal AFC, Dato Alex Soosay, Direktur Pengembangan Asosiasi FIFA, Thierry Regenass, dan Direktur Pengembangan dan Hubungan Internasional/Asosiasi, James Johnson, juga FIFA Manager of MAs, Marco Leal.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Kejar Pemakai Sabu, Polisi Diteriaki Maling

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*