PSSI Segera Evaluasi Timnas

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, dituntut mundur. Tuntutan itu tertuang dalam deklarasi yang dirumuskan dalam Rapat Akbar Sepak bola Nasional, Minggu (18/12/2011). RASN juga menghendaki adanya kongres luar biasa (KLB).

KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi timnas Indonesia seusai kalah 0-10 dari Bahrain dalam laga terakhir putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014, Rabu (29/2/2012). Djohar menyadari, permintaan maaf saja tidak cukup untuk menghapus kekecewaan masyarakat Indonesia.

“Memang tidak cukup minta maaf. Tapi kami harus menyampaikan itu. Untuk menjawab keinginan masyarakat luas, kami akan menjalankan beberapa program. Jadi tidak hanya minta maaf, tapi juga aksi,” ujar Djohar dalam konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3/2012).

“Semua akan kami evaluasi, khususnya dalam soal teknis. Pelatih sudah kami minta untuk mencari pemain. Kami berencana untuk melakukan pertandingan di Papua dan Kalimantan. Banyak pemain yang belum terpantau,” lanjutnya.

Pengakuan yang sama juga disampaikan oleh koordinator timnas, Bob Hippy. Menurutnya, dua atau tiga hari setelah pemain tiba di Tanah Air, dirinya akan memanggil jajaran manajemen, pelatih, dan pemain.

“Kita akan evaluasi. Masih ada pemain yang akan masuk dan keluar. Tim ini merupakan proyeksi untuk SEA Games,” tuturnya. PSSI memang harus melakukan evaluasi. Pasalnya, kekalahan ini merupakan kekalahan terbesar timnas setelah kalah 0-9 dari Denmark di tahun 1974. Akan lebih baik jika PSSI mengevaluasi jajarannya. Namun, Djohar enggan untuk melakukan itu. “Saya sudah bilang ini tidak terduga. Jadi tak ada yang mengharapkan hal ini,” ucapnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ikatan Mahasiswa Desak Bupati Madina Mundur

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*