PT Agincourt Resources Batang Toru Targetkan Emas 6 Ton Per Tahun – Daerah Dapat Royalti 64 Persen

MEDAN- Perusahaan tambang swasta nasional yang beroperasi di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), PT Agincourt Resources menargetkan produksi sekitar 6 ton emas per tahun di Sumut.

Rencananya, perusahaan tersebut akan memulai tahapan eksploitasi dan akan berproduksi awal 2012 mendatang. Selain emas, perusahaan ini juga akan memproduksi logam mineral lainnya seperti perak.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Sumut, Untungta Kaban, Rabu (14/9)n
“Informasi yang disampaikan kepada kami, eksploitasi akan dilakukan akhir tahun 2011 atau awal tahun 2012 mendatang,” katanya.

Hadirnya perusahaan tersebut, membuka pencerahan bagi Sumut dan daerah di sekitarnya. Produksi emas di Sumut memberi keuntungan royalti sebesar 3,75 persen kepada negara. 64 persennya akan diberikan kepada daerah penghasil yakni, Tapanuli Selatan (Tapsel) dan daerah di sekitar penghasil tersebut. Sedangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendapat jatah sebesar 16 persen, sisanya akan disetorkan kepada pemerintah pusat.

Keuntungan lainnya akan diterima negara berbentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), pajak-pajak terkait dan program Coorporate Social Responsibility (CSR). “Untuk CSR ini, kami sudah menyampaikan agar diprioritaskan kepada pengembangan Sumber Daya Manusia di daerah penghasil dan daerah sekitarnya. Bentuknya antara lain pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut,” ungkap Untungta yang didampingi Kabid Pertambangan Umum Zubaidi, Kabid Geologi Henry Hutapea dan Inspektur Pertambangan Helapela.

Baca Juga :  Masyarakat KSF Huta Rajalamo Kembali Panen Buah Sawit PTPN IV Kebun Sosa

Distamben Sumut mewakili Pemprovsu sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan tambang tersebut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan perusahaan tersebut melaksanakan kegiatannya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk keuntungan yang diperoleh.
“Pengawasan terus kami lakukan, untuk pengawasan rutin tetap kami lakukan sebulan sekali dan juga melakukan kroscek terhadap setiap laporan progres yang mereka sampaikan. Hal ini tentu, untuk meminimalisir kemungkinan terjadi pelanggaran terhadap izin yang dikeluarkan pemerintah pusat,” sebutnya.(ari)

Sumber: www.hariansumutpos.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

8 Komentar

  1. Dengan keuntungan perusahaan yang besar. Tolong bantu perkuliahan kami yang di sekitaran daerah batang toru-sidimpuan dengan beasiswa. Kalau ada tolong balas bagaimana caranya?

  2. tau targetkan 6 ton emas pertahun cuma ngambil untung aja itu pengusaha yang punya asal hongkong. mana partisipasinya untuk generasi muda tapsel. asik ngambil untung aja gitu. kasih kek beasiswa buat mahasiswa

  3. knapa putra daerah batangtoru dan sekitar nya masih bnyak yg belum di panggil kerja di PT AR MARTABE BATANG TORU

  4. yah hanya berharap supaya perusahaan komitemen dengan lingkungan kesehatan dan keselamatan serta responsibility terhadap masyarakat setempat. Beruntung buat tapsel punya kekayaan alam berlimpah…semoga perindustrian, pertambangan semakin banyak di SUMUT….Sehingga warga SUMUT gak harus pergi jauh ke KALIMNTAN….

  5. baguslah
    kalau sudah produksi nanti bagamana kalau hasilnya di sisain buat para mahasiswa tapsel khususnya mahasiswa jurusan pertambangan dan geologi

  6. Masyarakat batangtoru sekarang sudah sangat aneh. (Menurutku). Banyak oknum sebelum kerja maksa mau kerja udah dikasih pekerjaan,eh malah banyak yang aneh lah…,
    Ada yang mestinya berobat biayanya 50 ribu disuruh tulis 70rb.
    Ada yang gak sakit,maksa disakitkan supaya gak kerja.
    Ini aja orang dari PBU masih demon,dah dua hari. Kira2 kalo tambang ini berhenti gimana ya???. Kalo Semua lapisan orang sudah serakah dengan Uang,mudah2an gak lama lagi lah..

  7. Memang sangat prospek kedepan dengan hasil yang sedemikian ( 6 ton emas per tahun ) tapi kalau dilihat dari sisi ganti rugi sangat memelas hati, harga ganti rugi tanah hanya Rp. 6.000,-per meter , padahal dengan masyarakat yang tanahnya diganti rugi , mereka mau tidak mau akan merubah mata pencaharian, misalnya dari petani karet menjadi………..( alias belum tau ) . demikianlah komentar saya. terima kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*