PT MAI komit minta jaga kondusifitas Palas

www.waspada.co.id

%5BUNSET%5D PT MAI komit minta jaga kondusifitas PalasP.SIDIMPUAN – PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) sebuah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Padanglawas meminta masyarakat peserta plasma untuk tidak terprovokasi pihak luar.

Karena PT MAI tidak pernah melanggar perjanjian kerjasama (MoU) Kemitraan Pola Anak dan Bapak Angkat, yang dibuat bersama warga desa Sungai Korang, kecamatan Huta Raja Tinggi.

“Seluruh butir kesepakatan kerjasama yang dibuat bersama warga peserta plasma pada 8 Februari 2005, dan kesepakatan sebelum-sebelumnya tetap kita pegang teguh,”  kata Corporate Secretary PT MAI, Mulkan Oloan Lubis, dan humas, Dahlan Siregar, pagi ini.

PT MAI menduga, pelanggaran perjanjian justru timbul dari sebagian besar warga peserta plasma. Yakni adanya pengalihan hak kepesertaannya kepada pihak luar. Padahal sesuai kesepakatan yang dibuat bersama, pengalihan hak kepesertaan selain kepada PT MAI tidak dibenarkan.

Guna mengklarifikasi dugaan itu dan mencegah terjadinya pelanggaran perjanjian, manajemen PT MAI membuat surat pernyataan yang wajib diteken  peserta plasma.

Dimana inti surat itu, setiap peserta plasma menyatakan  tidak pernah mengalihkan atau menjual persil plasmanya kepada pihak lain. Tapi anehnya, sebagian besar dari peserta plasma tersebut merasa keberatan dan hal ini menjadi tanda tanya bagi PT MAI.

Akibat keengganan masyarakat menandatangani surat pernyataan itu, katanya, berakibat pada terlambatnya proses penyerahan dana pemerataan tahun 2008-2009. Selain itu, para peserta plasma juga belum membuka rekening bank.

Baca Juga :  Sungai Aek Mata Meluap, Puluhan Rumah Terendam

“Baru sekitar 40 dari 250 peserta yang menandatangani perjanjian itu. Selebihnya masih takut dan mungkin khawatir karena sudah mengalihkan hak kepesertaannya kepada pihak lain,” sebut Mulkan.

Sementara, kepala desa Sungai Korang, Ikhawanuddin Hasibuan, mengaku tidak pernah memberi atau mengeluarkan pernyataan resmi kepada media apapun seputar dana pemerataan tersebut.

Sedangkan humas PT MAI, Dahlan Siregar, menilai kesalahpahaman antara perusahaan dengan masyarakat yang terjadi saat ini, diakibatkan panitia yang merupakan unsur tokoh setempat, kurang mensosialisikan hasil kesepakatan dan permasalahan yang ada kepada peserta plasma.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*