PT SM Tidak Pernah Memiliki Pengolahan Emas

LSM: Para pengurus LSM mendegarkan penjelasan Nurul Fazri

MADINA– PT Sorikmas Mining (SM) terus mensosialisasi soal kegiatan apa saja yang sudah, sedang dan akan dilakukan perusahaan tambang emas pemegang izin kontrak karya yang ditandatangani Presiden RI.

Pada sosialisasi yang dipimpin oleh Government and Media Relation Superintendent, Nurul Fazrie, Senin (30/7) di Aula Madina Sejahtera Hotel Kelurahan Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan, terjadi dialog yang cukup alot, termasuk mengenai usia perusahaan yang sudah belasan tahun tapi belum juga menuai hasil. Sosialisasi dihadiri sekitar 100-an pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Mandailing Natal (Madina).

Nurul Fazrie menyebutkan, meskipun sudah memasuki masa bertahun-tahun itu beradsa di Madina, PT SM sampai saat ini masih pada tahapan studi kelayakan. Hal ini, kata Nurul sudah biasa terjadi pada usaha pertambangan emas, dan pada masa ini PT SM menggunakan lahan seluas 66.200 hektare dan jumlah ini sebut Nurul sudah terjadi dua kali pelepasan luas lahan dari awalnya di kontrak karya seluas 201.200 hektar, lalu terjadi pelepasan pertama menjadi 151.200 hektar.

”Saat ini kami menggunakan lahan seluas 66.200 hektare. Ketika kami masuk ke tahapan konstruksi, nantinya akan melakukan pelepasan lahan menjadi 50.000 hektare dan jumlah ini terus akan berkurang ketika memasuki masa produksi, dan pada saat ini kami hanya menggunakan 7.500 hektare di tiga titik (2.500 hektar per titik). Jumlah 2.500 hektare ini akan kami kupas untuk produksi hanya 1.000 hektar per titik, sedangkan 1.500 hektarnya lagi akan dijadikan sebagai hutan lestari,” beber Nurul.

Baca Juga :  Insiden Senayan - "PEMAIN KE 12 PSSI)

Menanggapi apa yang disampaikan seorang LSM, yakni Safri Efendi yang mengatakan PT SM tidak mungkin tak melakukan pengolahan emas, ditegaskan Nurul. PT SM sampai saat ini tidak pernah memiliki pengolahan emas. Semua yang mereka lakukan masih sesuai dengan mekanisme.

”Kalau Bapak-bapak tidak percaya, tolong carikan dan laporkan. Kalau memang ada ditemukan saya siap dihabisi dengan cara apapun. Jika seandainya PT SM melakukan pengolahan emas, izin kami pasti sudah dicabut,” tegas Nurul
Dikatakan Nurul juga, perusahaan memiliki tenaga teknisi di bidang lingkungan untuk mengantisifasi pengrusakan lingkungan, dan sejauh ini hutan tidak ada kerusakan dari semua pekerjaan dan tahapan-tahapan berjalan sesuai dengan petunjuk teknis.

Nurul juga menjelaskan, perusahaan selalu memberikan laporan kegiatan apa saja yang dilakukan perusahaan, termasuk mengenai pelaksanaan program community development (CSR).  ”Kami selalu memberikan laporan kepada Bupati, tembusan ke DPRD Madina, dan dinas terkait.

Kami juga selalu berkordinasi terkait apa saja kegiatan kami, dan saat ini kami sedang mengajukan agar kami bisa ikut dalam rapat-rapat Musrenbang, agar kami juga tahu apa saja pembangunan yang dibutuhkan masyarakat agar bisa bekerjasama dengan pemerintah, selain itu perusahaan kami juga sudah membuka lapangan kerja bagi masyarakat khususya di lingkar tambang seperti pembibitan kakao, karet dan lainnya sehingga warga sudah mulai merasakan manfaatnya, namun belum lama ini ada sekelompok orang yang merusak dan membakarnya, tetapi kami sudah perbaiki kembali,” tambahnya. (wan/mer)

Baca Juga :  Emas & Minyak Palas akan Dipamerkan di PRSU

 

sumber : www.metrosiantar.com/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*