PT SSL Merusak Dan Mencabut Tanaman Warga Kemudian Mengklaim Hak Milik Tanah Ulayat Adat Masyarakat Desa Paran Julu Seluas ± 359 Ha Dikawasan Hutan Provsu

Bukti Surat Pernyataan PT.SSL Kepada Masyarakat Desa Paran Julu
Bukti Surat Pernyataan PT.SSL Kepada Masyarakat Desa Paran Julu
Lokasi Lahan Masyarakat Desa Paran Julu Dirusak dan Dicabut Oleh Pihak PT. SSL Di Kawasan Hutan Sumatera Utara (Sihornop)

Apakabarsidimpuan.com, PALAS – Sesuai dengan hasil Surat Keputusan dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan Nomor : S.50 /VII/BPKH.1.2/2009 tanggal 21 Januari 2009 begitu juga Surat Keputusan dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Padang Lawas Nomor : 525/102/III/2009 tanggal 11 Maret 2009 dan Surat Keputusan dari Bupati Padang Lawas Nomor : 525/2984/2009 tanggal 18 Juni 2009 menerangkan bahwa dengan Perihal : Penjelasan Status Lahan Tanah yang seluas ± 359 Ha di Kawasan Hutan Propinsi Sumatera Utara yang telah diserahkan oleh Pihak PT. Sumatera Sylva Lestari (SSL) kepada Masyarakat Desa Paran Julu sesuai dengan bunyi surat keterangan dari pihak PT. SSL tertanggal 25 Agustus 2009.

Bukti Surat Pernyataan PT.SSL Kepada Masyarakat Desa Paran Julu

Areal kebun yang dimaksud sesuai isi dalam surat Penjelasan Status Lahan dari BPKH Wilayah I Medan merincikan luas lahan tanah konflik tersebut berada dalam kawasan hutan produksi seluas ±308 Ha dan sebagian berada di luar kawasan hutan seluas ± 51 Ha sehingga keseluruhan tanah yang diserahkan oleh pihak PT. SSL seluas ± 359 Ha.

Pihak PT. SSL membuat kewenangannya sendiri tanpa memberikan pemberitahuan kepada masyarakat Desa Paran Julu dengan cara merusak dan mencabut tanaman masyarakat Paran Julu berupa kelapa sawit yang usianya hampir 2 tahun seluas 200 Ha saat ini, perusakan dan pencabutan tanaman masyarakat Desa Paran Julu di mulai berlangsung pada hari minggu (18/9) hingga berita ini diturunkan di Kawasan Hutan Propinsi Sumatera Utara atau yang sering disebut masyarakat setempat adalah SIORNOP dengan mendatangkan Alat Berat seperti Beko sebanyak 10 unit, Doser 2 unit dan Kepiting untuk mencabut tanaman masyarakat sebanyak 10 unit di lokasi lahan tersebut.

Baca Juga :  Hakim PN. Padangsidimpuan Kabulkan Gugatan Idarso Harahap

Padahal lahan tersebut sudah dikelola oleh masyarakat Desa Paran Julu mulai tanggal surat tersebut dikeluarkan oleh pihak BPKH,Bupati Padang Lawas dan Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Padang Lawas hingga saat ini.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu warga masyarakat Desa Paran Julu Malim Bata Daulay (33 Thn) kepada Media,Kamis (22/9) mengatakan “ Kami akan tetap mempertahankan tanah ulayat kami walaupun nyawa sebagai taruhannya” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh M.Nasir Hasibuan (48 Thn) kepada media dengan menambahkan “ PT. SSL sudah melanggar surat yang mereka keluarkan, padahal jelas – jelas isi surat keterangan dari BPKH,Bupati Padang Lawas dan Dinas Kehutanan Padang Lawas sudah ditanda tangani dengan perihal Pelepasan Status Lahan kepada kam sebagai masyarakat Desa Paran Julu “.

Kepada Bapak Bupati Padang Lawas, BPKH, Kadis Kehutanan dan Perkebunan,Anggota DRPD Kabupaten Padang Lawas agar melihat kelokasi lahan dan tanaman kami yang sudah dirusak oleh pihak PT. SSL, kami tidak berdaya karena pihak PT. SSL mempunyai aparat keamanan yang banyak yang sewaktu-waktu akan mengancam keselamatan kami di lokasi lahan tersebut.Kami yakin akan kembali mengelolah lahan tersebut karena kami mempunyai pemimpin yang berpihak kepada masyarakat bukan kepada oknum pejabat yang mempunyai kepentingan sendiri. (AEH)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  2014, Lakalantas di Tapsel Turun

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*