PT. Sumatera Sylva Lestari dan PT. SUmatera Riang Lestari Jangan Jadi Hama Yang Menjengkelkan Di Bumi Padanglawas Sumut

Oleh  :  Hutatoruan Hasibuan *)

Ibarat pendaki gunung yang kakinya keseleo dan patah
Udara dingin hujan gerimis menusuk tulang tak dilengkapi baju dingin
Jalan berbatu Curam dan licin takut tergelincir dan jatuh
Clino dan Kompas alat perlengkapan tak terbawa sehingga arah tak terperidiksikan

Sebuah rangkaian akan baik bila susunan tertata rapi,berfungsi bermanfaat tidak merugikan dan merusak apalagi membahayakan demikian juga diharapkan kehadiran sebagai pengelola hutan.Sebagai Perusahaan Pengelola Hutan sudah sewajarnya mencintai hutan,Alam dan Lingkungannya tidak hanya mementingkan diri sendiri atau mengejar keuntungan Perusahaan semata,tetapi diperlukan Pengamanan Hutan yang termasuk didalam Pengelolaan Hutan sesuai tanggungjawab yang dibebankan dan umumnya dituangkan dalam SK nya seperti : SK no.82/Kpts-II/2001 tertanggal 15 Maret 2001.

graphic1 PT. Sumatera Sylva Lestari dan PT. SUmatera Riang Lestari Jangan Jadi Hama Yang Menjengkelkan Di Bumi Padanglawas Sumut
Gambar Jalan amblas Jembatan Darurat dibuat masyarakat Pertanda kurangnya perhatian dari PT.Sumatera Sylva Lestari di Padanglawas,

Rusaknya Hutan Alam dan lingkungan di bumi Padanglawas yang didalam atau sekitar IUPHHK atau HTI PT.Sumatera Sylva Lestari dan PT.Sumatera Riang Lestari Tanggung jawab siapa??? Apa tidak menjadi tanggungjawab Pengelolanya!!! Atau menjadi tanggungjawab Kehutanan,Polisi,Pemkab.atau Masyarakat??? Pengelola Hutan yang baik harus patuh hukum, ikut aturan dan peraturan,harus dapat diatur oleh Penguasa bukan membeli penguasa, Kehutanan dan Polisi untuk mengatur dan mengelola bisnisnya dibumi Persada ini.  Sejalan dengan hal tersebut Pengusaha juga harus komunkatif terhadap sosial dan kemasyarakatan jangan menganggap diri Kelas satu(Kelas Exclusive)didaerah orang/lain dimana sipengelola berusaha.  Jadi jangan siasiakan kebaikan Pengusaha,  Kehutanan dan Aparat serta masyarakat sebab akan membawa dampak yang amat besar dan berbahaya,

Ketidakpedulian dan tindakan semena-mena dari Pengusaha baik terhadap karyawan lingkungan dan masyarakat,akan semakin membuat masyarakat Kecewa, kesal dan dongkol.  Jadi jangan kita biarkan masyarakat bertindak baru kita antisipasi atau ada dulu tindakan kriminal dan korban jatuh baru Polisi maju.

Kehutanan sebagai Bapak angkat Pengelola Hutan harus bertindak adil,bijaksana dan cerdas.Perusahaan-perusahaan pengelola Hutan yang nakal dan bandel,tidak taat hukum,aturan dan peraturan seharusnya diberi teguran,sanksi dan hukuman yang tegas bila perlu tidak diladeni oleh Kehutanan selama 1 tahun s/d 2 tahun atau diberhentikan agar tidak terjadi penyimpangan,penyalahgunaan dan ketidak pedulian dalam segala hal. Hancurnya hutan TABAGSEL tidak terlepas dari kekurangjelian departemen Kehutanan mengawasi para pengelola Hutan secara langsung atau tidak langsung, para perkebunan swasta para perkebunan pribadi dan masyarakat sekitar yang ikut mengelola hutan atau berusaha dilahan hutan.

Penanganan komplik sosial yang tidak serius dan kepedulian yang amat rendah secara langsung atau tidak langsung ikut berperan dalam memperluas rusaknya hutan dapat dilihat dari Tingkat Pengamanan Hutan yang dikelola amat banyak rusak,dan banyak diklaim.Ini jelas merugikan negara sebab tidak menjaga Asset Negara dengan baik seperti apa yang diamanahkan kepadanya oleh Pemerintah CQ Dinas Kehutanan.

Kerugian yang berkepanjangan yang diakibatkan oleh Pengelolaan yang tidak benar ,Dalam hal ini PT.SSL dan PT.SRL akan diikuti oleh Kerugian-kerugian lain :

  1. Rusaknya Hutan akibat penebangan yang tidak terkendali dan tidak diawasi dengan benar.
  2. Rusaknya tepian sungai/reparian akibat dari pembabatan yang tidak terkontrol.
  3. Hilangnya Flora dan Fauna langkah serta musnanya biota Alam akibat pembakaran hutan.
  4. Berpindahnya satwa akibat tidak ada lagi Koridor satwa tempat satwa berteduh dan mencari makan.
  5. Ruginyamasyarakat akibat rusaknya sawah tadah hujandan rusaknya drainage/pengairan yang tidak terkendali.
  6. Rusaknya Perikanan Rakyat akibat rusaknya pengairan yang tidak dapat lagi mengontrol debit air.
  7. Rusaknya Hutan akibat dari Pemakaian Herbicida& Pestisida yang banyak dan tidak terkontrol.
  8. Rusaknya Hutan akibat pemakaian Pupuk kimia yang membuat perubahan terhadap tanah dan tanamannya.
  9. Rusaknya tanaman Hutan akibat munculnya hama,insektisida dan Fungisida yang baru akibat perubahan perlakuan terhadap tanaman hutan.
  10. Rusaknya Hutan akibat Pengalihan biaya yang dilakukan oleh pengelola,seharusnya untuk perbaikan tanaman Holticultura,Tanaman Kehidupan dialihkan ke yang lain.
Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Hadiri Pembukaan MTQ Tingkat Kota Padangsidimpuan ke-14

Dikaitkan dengan SLOGAN PT.Sumatera Sylva Lestari dan PT.Sumatera Riang Lestari :”SAVE OUR LAND, SAVE OUR PLANTATION, SAVE OUR FUTURE, GO! GO! GO! Sepertinya Slogan Jauh Panggang dari API.

Komentar Penulis :”

  1. Save or Land(Budidayakan/Perbaikan berkesinambungan)Hutan kita adalah Sesuatu angan-angan yang amat sulit tercapai Bagaimanan tercapai kalau ada Pembiaran, Ketidak pedulian dan Penanganan yang tidak serius terhadap Hutan dikonsesi anda,belum lagi Kebakaran yang ditangani tidak Profesional.
  2. Save our Plantation(Tanaman berkesinambungan dapat dipanen dan sesuai MAI) : ”Supervisi anda tidak kompeten,tidak diberi pemahaman tingkat mahir ke Mandor dannAssisten anda, belum lagi Pekerja tidak ikut SOP atau Work Permit yang sudah ditetapkan, belum lagi Pupuk beralih kemana dan juga herbicida, dan banyak Dreep semprot  gulma yang kena tanaman.
  3. Save our Future(Masa depan yang langgeng)terjamin dan berkelanjutan sesuatu yang tidak Tepat/Pas sebab Lahannu Kacau bayak Tuntutan,Keluhan dan Perambahan serta Pendudukan , Tanamanmu tidak berkualitas dan banyak rusak Perawatan tidak on Schedule, Tanam asal jadi.Perusahaan anda tidak peduli, melakukan pembiaran dan tidak serius menangani komplik sosial.

Jadi sebaiknya Perusahaan anda stop saja sloganmu tidak tepat seperti mimpi disiang bolon,mungkin Manager,Direktur, dan Komisaris perlu belajar dan siapkan dulu baru mimpi untuk Visi yang jelas.Perbaiki Stukturalmu, Hilangkan Nepotisme dan Kolusi yang berakar berurat dan bercabang di Perusahaanmu serta Diskriminasi.

Kerugian material yang ditimbulkan diikuti oleh kerugian non material lingkungan dan kerusakan  hutan,Hilangnya Flora dan Fauna Langkah dan hilangnya Wibawa Penguasa atas rakyatnya dimana : ”Apabila tidak berbuat untuk rakyat Penguasa dicap:”Bupatinya atau Kehutananya PT. SSL dan PT. SRL.Dimana Penguasa harus berdiri apa terpilih dan duduk karena dukungan dari PT.SSL dan PT.SRL,atau karena rakyat(masyarakat)Ketuk dadamu dan tanyakkan hati nuranimu:Aku Berdiri dan duduk untuk kepentingan Bangsa dan Negara untuk kepentingan anak negeri.

Para Legislatif yang terhormat sudah wajar memanggil PT.SSL dan PT.SRL Minimal hadir TIM seperti dibawah ini :

  1. Tim KOMITE sebagai Penentu : a. Roli Arifin.B.Andrea Gunawan.c.Paulina SH.Mereka yang merasa Dewa dan Dewi di Perusahaan biar kita lihat dan saksikan apakah bisa berbuat atau bertindak atau hanya Kelanggengan Bisnis yang dijaga mereka.yang perlu dimaknai dari Tim ini sebagai Penentu dan Pemutus harus datang dan hadir di Rapat yang akan datang.
  2. Tim Direksi dan Komisaris : Ir.Syamsul  Basri dan Komisaris Muller Tampubolon SE.MM.Sakit hati ini bila Komisaris dan Direksi sebagai anak bawang,sebagai Perseroan terbatas OK tetapi sebagai perusahaan agak miris hati ini mendengar kok tidak ada kuasa jadi BONEKA EXCLUSIVE,jelas donk ngak bisa menentukan dan memutuskan pasti tanya KOMITE lho.
  3. Tim Sektor : Sektor Manager PT.SSL dan PT.SRL juga Humasnya,nasib jadi anak buah siap disuruh walaupun salah dan dongkol harus anda kerjakan jadi sama saj dengan Buruh Harian Lepas yang Exclusive.
  4. Tidak menggurui tetapi memastikan “Tanyakan a. Apa permasalahan inti tidak bisa bercengkrama dengan masyarakat.b.CD dimana saja,CSR seberapa besar.c.Sahan 20 % untuk koperasi dimana,kemana dan kapan terelalisasi.d.Komplik sosial sudah sejauh mana penanganannya,e,Tanaman Kehidupan untuk masyarakat dimana,kapan f.Perusahaan anda masih mau berusaha di bumi Padanglawas.g.Apa Feedback Perusahaan anda terhadap Padanglawas,” Ini harus jelas ditanyakkan dan dirapatkan supaya Perusahaan tidak mengumbar janji.
Baca Juga :  Bupati Paluta Diminta Serius Tangani Proyek Bermasalah

Mahasiswa Padanglawas baik Padanglawas dan Padanglawas Utara Kepalkan tanganmu,angkat tinggi berteriaklah tentang apa yang dialami masyrakat Padanglawas dan Padanglawas uatara,Lihat dan saksikan Koperasi Torang Jaya Mandiri KUD Subur Bangun,KUDSinar Baru,KUD.Serba Guna,masyarakat Siali-ali,masyarakat.Sosa,masyarakat Nagargar,masyarakat Parsorminan,masyarakat Pasir Jae,masyarakat Sayur Mahincat,masyarakat Unterudang,Masyarakat pangirkiran,Koperasi Mardomu Bulung semua menjerit ditindas dan dibodohi. Apakah itu kita biarkan saja berlalu seperti air yang mengalir.Seharusnya anda-anda sebagai Penerus bangsa Busungkan dada,angkat tangan dan berteriak:”PT.SSL dan PT.SRL Angkat kaki dan keluar dari bumi Padanglawas.Executif mana Rekomendasimu.DPRD mana suara Lantangmu.apa janjimu untuk rakyat,”

Pemerintah Kabupaten jangan tutp mata dan tutup telinga seyogianya lihat dan dengar apa yang terjadi dikabupaten ini, apa yang telah diperbuat terhadap hutan dan lingkungan kita.apa juga yang diperbuat terhadap masyarakat kita di Padanglawas Khususnya dan di Tabagsel umumnya.

PT.SSL Dan PT.SRL selaku pengelola hutan ingat dan camkan Perusahaan anda jangan lari dari tanggungjawab sebab walau lambat munculnya Tuntutan,Gugatan,dan sanggahan serta Keluhan  dari masyarakat ,itu akan pasti muncul , Alam, Satwa, Penguasa, Legislatif, Yudikatif serta masyarakat luas pasti akan bersuara dan berkomentar.  Perusahaan duduklah  DI POSISIMU jangan duduki Posisi yang lain Jangan jadi Pengusaha menjadi Penguasa di Bumi Padanglawas ini sebab masih banyak tokoh-tokoh dan tokoh-tokoh mudah belum buka suara dan menabur gendang  .  Amat disayangkan bila diasumsikan bahwa Penguasa diatur  oleh Pengusaha, Legislatif yang seharusnya lantang untuk membela masyarakat demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dan tanah tumpah darah seperti Diam dan Bisu seribu bahasa, Polisi yang Tegas dan Garang juga seperti Ustad yang ramah dan Saleh dimana taringmu.Dimana Keberadaanmu dan dimana hati nuranimu masyarakat Padanglawas.

Padanglawas, 31-01-2013

*) Hutatoruan Hasibuan, adalah Penulis dan Pemerhati HTI dan Sosial Masyarakat yg berdomisili di Padanglawas, Binaga Unterudang Kecamatan Barumun Tengah

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*