PT Virco Ngaku Kantongi Izin Pusat

Manajemen PT Virco mengaku izin operasional yang mereka kantongi berasal dari pemerintah pusat. Jadi, soal relokasi yang diwacanakan anggota DPRD tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perwakilan PT Virco, Herman, kepada METRO, Selasa (29/3), menjelaskan butuh waktu lama dan kajian mendalam untuk memindahkan PT Virco dari lokasi saat ini. Jika perusahaan ini dipindahkan, apakah pemerintah sudah memiliki lokasi untuk industri seperti halnya di Medan.
Selanjutnya pemerintah dan DPRD juga harus memikirkan bagaimana nantinya iklim investasi pemodal yang hendak masuk ke Kota Psp, jika pemodal atau investor yang hendak mengembangkan usahanya justru dipersulit. “Jadi ini harus menjadi bahan pemikiran kita semua,” katanya. Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah dan DPRD Psp untuk lebih memperhatikan semua aspek. Lagipula untuk memindahkan lokasi PT Virco tidak lah bisa secepat yang dipikirkan. Sebab, menyangkut persoalan izin, lokasi industri dan lain sebagainya.

Wali Kota Psp Drs Zulkarnaen Nasution MM, ketika dicegat wartawan di halaman kantor DPRD Psp, Selasa (29/9), mengaku masih belum bisa banyak berkomentar dan pihaknya masih belum ada menerima pengaduan langsung dari masyarakat soal keberatan warga akan keberadaan PT Virco. “Saya belum bisa memberikan keterangan pasti. Pengaduan langsung dari masyarakat juga belum ada kita terima soal keberatan atas keberadaan PT Virco,” ujarnya sambil berlalu.
Sementara itu, pengamat sosial dan budaya Arman Badrisyah Hasibuan didampingi Pekerja Sosial (Peksos), Baun Aritonang, menambahkan, soal kelayakan, lokasi PT Virco memang tidak layak karena keberadaannya di tengah-tengah kota. Lalu, juga menimbulkan polusi udara, suara, dan air.

Baca Juga :  Jangan Dihukum, FIFA Harus Selamatkan Sepakbola Indonesia

“Ditinjau dari segi kelayakan, keberadaan PT Virco memang sudah tidak layak lagi di lokasi sekarang dan memang harus dipindahkan. Tapi, yang jadi persoalan lagi, apakah pemerintah sudah mempunyai kawasan industri,” katanya.
Asisten I, Rahuddin Harahap, kepada METRO, Selasa (29/3) melalui telepon selulernya, menjelaskan bahwa untuk kawasan industri sesuai dengan tata ruang Pemko Psp adalah di wilayah Kecamatan Psp Tenggara. “Dalam tata ruang kita, kawasan industri ada di Kecamatan Psp Tenggara. Jadi soal PT Virco harus dipindahkan ke daerah Kecamatan Psp Tenggara,” ucapnya. (phn) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*