PTPN III Distrik Tapsel Terus Berbenah

PTPN III Distrik Tapsel Terus Berbenah

P.Sidimpuan, (Analisa)

Guna meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan masyarakat, PTPN III Distrik Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus melakukan pembenahan di barbagai lini.

Demikian disampaikan, Distrik Manager PTPN III Tapsel, Rafael Sibagariang dalam kunjungan informal Anggota DPRDSU H. Syahrul M Pasaribu dan Mulkan Ritonga didampingi anggota DPRD Tapsel, Suyatmo, H Paruhum Siregar dan Dalkot Batubara di Aula PTPN setempat, Selasa (26/1).

Dijelaskan, PTPN III di Sumut di bagi 8 distrik, Tapsel adalah distrik ke delapan dan merupakan distrik yang memiliki areal Hak Guna Usaha (HGU) yang paling kecil dibandingan 7 distrik lainnya yang ada di Sumut ini.

Luas areal HGU PTPN III Distrik Tapsel sekitar 5100 hektar lebih yang di bagi 2 kebun yakni Kebun Batang Toru sekitar 2200 hektar lebih dan kebun Hapeson sekitar 2900 hektar lebih dikelola sebanyak 1.203 pekerja mulai Distrik manajer, manager, asisten, mandor hingga pekerja paling kecil. Kemudian, ada areal lain PTPN III Distrik Tapsel yaitu di gunung-gunung, dimana oleh PTPN III di kelola sebagai areal konsesi.

“Seharusnya negara eropa membayar kita, karena areal konsesi yang kita kelola menghasilkan O2,” ujar Sibagariang sembari mengatakan, jika 5100 hektar lebih HGU PTPN III Distrik Tapsel sekitar 164 hektar lebih digarap oleh masyarakat. Ditargetkan katanya, tahun ini, program itu akan diselesaikan dengan tri win.

Baca Juga :  Di Dinas Pertamanan, Kebersihan, dan Pemadam Kebakaran P.Sidimpuan - THL Digaji Rp.18 Ribu per Hari

“Artinya, PTPN menang, pemerintah menang dan masyarakat juga menang,” terangnya.

Sibagariang mengatakan, PTPN III Distrik Tapsel kecil sebenarnya tidak layak jadi satu distrik klarena areal yang kecil, sehingga sejak tahun 2009 lalu PTPN terus berusaha melakukan perluasan arealnya, dan saat ini masih dalam proses administrasi, seperti di Kecamatan Muara Batang Toru Tapsel yang direncanakan membuka areal baru sekitar 1500 hektar dan lainnya.

Tidak itu saja katanya, di tahun 2010 ini, PTPN III Distrik Tapsel juga berupaya membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas produksi 30 ton perjam.

“Ini dilakukan selain untuk menekan cost hasil produksi sawit PTPN sekitar 100 ton perharinya yang harus dibawa ke medan, kebun sawit milik masyarakat juga luas di Tapsel dan sekitarnya, sehingga ada potensi hasil produksi kebun sawit masyarakat sekitar 500 hektar di Tapsel dan juga dari Madina ditampung oleh PKS milik PTPN III, “terangnya.

Anggota DPRDSU , Syahrul M Pasaribu menanggapi kondisi PTPN III Distrik Tapsel itu mengatakan, PTPN merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kontribusi yang sangat besar bagi devisa negara.

PTPN katanya harus terus giat untuk meningkatkan produksinya demi tercapainya target produksi, karena secara otomatis nantinya akan meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pekerja PTPN sendiri.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu adalah pekerja negara yang sangat besar perannya dalam menyumbangkan devisa bagi negara, melalui produksi perkebunan yang di hasilkan.

Baca Juga :  Pemilukada Madina; Hidayat-Dahlan Tak Terkejar

Agar produksi semakin meningkat, maka bapak-bapak harus kompak, bersatu, bekerja keras, karena ketika hasil produksi bisa meningkat, otomatis kesejahteraan bapak-bapak dan ibu-ibu akan semakin meningkat. Kan ada bonus, kalau hasil produksi meningkat. Kuncinya, kompak dan bekerja keras,” ujarnya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*