Puisi Ariel vs Tuntutan Jaksa

“Tidak ada harapan buatku bisa bebas dari tuntutan jaksa. Malahan aku menganggap telah terjadi kong-kali-kong antara jaksa dan hakim untuk tetap memberlakukan penalti terhadapku,” begitu penggalan puisi berjudul ‘Namaku Mata Hari’ karya seniman Yapi Panda Abdiel Tambayong alias Remy Sylado. Puisi tersebut penah dipakai Ariel untuk membela diri atas tuntutan 5 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Bandung.

Dua bulan lebih mantan vokalis Peterpan itu berjuang di kursi pesakitan PN Bandung karena terjerat kasus video porno dengan Luna Maya dan Cut Tari. Ariel didakwa dengan pasal 29 UU no. 4 tahun 2008 tentang pornografi jo pasal 56 KUHP.

Sebenarnya itu ringan karena dalam dakwaan jaksa sebelumnya Ariel juga didakwa dengan dua pasal lainnya, yaitu pasal 282 ayat 1 KUHP dan pasal 27 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE jo pasal 45 ayat 1 UU ITE.

Pasal 27 ayat 1 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE jo pasal 45 ayat 1 UU ITE mengatur tentang hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Sedangkan pasal 282 ayat 1 KUHP menyatakan bahwa orang yang menyiarkan, mempertontonkan atau menempel tulisan/gambar yang dikenalnya melanggar kesopanan dihukum penjara selama-lamanya 1 tahun 4 bulan.

Senin (31/1/2011) esok, kekasih Luna Maya itu akan menghadapi sidang putusan kasus video pornonya dengan Luna dan Cut Tari. Apakah Ariel bebas? Atau tetap dihukum? (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Jadwal Syuting Sekuel 'Twilight' Berantakan Gara-gara Gangster

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*