Puluhan Desa di Hulu Batang Pane Masih Terisolir

Paluta,  Puluhan desa di wilayah Hulu Batang Pane, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) masih terisolir. Masyarakat hidup prihatin dan seperti belum merdeka.

Hal ini diungkapkan Koordinator Komisi C yang juga Wakil Ketua DPRD Paluta Basri Harahap usai reses tahap II di Desa Napa Gadung Laut, Kecamatan Padang Bolak, Jumat (14/11).

Pada reses tersebut, politisi Demokrat ini didampingi anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Paluta Mula Tua Siregar beserta staf Sekretariat Dewan. “Masih banyak desa terisolir dan butuh sentuhan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di daerah kita terutama di daerah Hulu Batang Pane ini,” kata Basri Harahap.

Menurut Basri, sektor infrastruktur jalan merupakan persoalan utama di daerah Hulu Batang Pane. Selain itu jaringan PLN juga sampai sekarang masih banyak desa yang belum bisa menikmati listrik. Permasalahan itu akan membuat warga jauh dari kesejahteraan. Ironisnya, di daerah Hulu Batang Pane masih banyak ditemukan desa tertinggal dan tidak pernah tersentuh oleh pembangunan.

Senada disampaikan, anggota Banggar DPRD Paluta Mula Tua Siregar. Menurutnya pascaterbentuknya alat kelengkapan DPRD diharapkan segera akan mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Hulu Batang Pane.

Solusinya, kata Mula Tua, ia selaku anggota Banggar akan memprioritaskan seluruh pembangunan infrastuktur jalan, gedung sekolah maupun sarana kesehatan. “Saya berjanji, dalam waktu lima tahun ini, akan memprioritaskan pembangunan di Hulu Batang Pane,” ujar Mula Tua Siregar yang merupakan putra asli dari daerah Hulu Batang Pane ini.

Baca Juga :  Ratusan Botol Miras Diamankan

Dengan semangat dan kemauan, dirinya yakin, kondisi yang ada saat ini akan bisa tertangani, dengan cara melakukan skala prioritas dengan tujuan agar pembangunan itu lebih bermanfaat bagi rakyat, dengan harapan, seluruh desa yang ada di daerah Hulu Batang Pane tidak tertinggal serta tidak terisolir.

Sementara, Kepala Desa Napa Gadung Laut Husin, menyampaikan syukur dan terimakasih atas kunjungan anggota DPRD Paluta tersebut. Ia mengaku sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, baru kali ini ada pejabat yang mau singgah dan berkunjung ke desa yang ada di wilayah Hulu Batang Pane.

Tokoh Masyarakat Hulu Batang Pane Patuan Parlindungan Harahap juga menyampaikan hal yang sama. Ia berharap anggota DPRD Paluta yang melakukan kunjungan reses bukan hanya kunjungan seremonial saja, akan tetapi harus memperhatikan kekurangan serta memperjuangkan nasib masyarakat yang ada di daerah Hulu Batang Pane, terutama permasalahan sarana infrastruktur jalan maupun jembatan.

Untuk diketahui, untuk menuju Desa Napa Gadung Laut, Kecamatan Padang Bolak harus menempuh perjalanan selama lima jam dari Kota Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak dengan kondisi jalan yang jauh dari rasa nyaman pasalnya kondisi jalan yang aspalnya 80 persen rusak parah. Bahkan, masih ada sebahagian jalan yang sama sekali belum diaspal dan bebatuan dan berlumpur.

Adapun desa tertinggal di wilayah Hulu Batang Pane tersebut masing-masing Desa Botung, Desa Lubuk Torop, Desa Tanjung Marulak, Desa Ambasang Natigor, Desa Dolok Sae, Desa Aek Gambir, Desa Sibustak, Desa Napa Gadung Laut, Desa Rampa Jae, Desa Rampa Julu, Desa Sungai Tolang, Desa Siombob. Kemudian Desa Sigimbal, Desa Mananti, Desa Paran Padang, Desa Rahuning Jae, Desa Sihapas-hapas, Desa Naga Rundeng, Desa Purba Tua dan Desa Hutaimbaru II. (ong)

Baca Juga :  Kab. Padang Lawas Kekurangan 1.657 Ton Pupuk Urea Per Tahun

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Seharusnya mahasiswa hulu batang pane harus menindak,tuk solusi jalan yang tak layak terutama listrik yang belum masuk.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*