Puluhan Honorer K2 Gelar Aksi ke Kantor Bupati

(Analisa/tohong p harahap) BAKAR BAJU : Koordinator Aksi Hendra Siregar saat membakar Baju Seragam (Uniform) tenaga honorer K2 di pelataran kantor Bupati Paluta, Jalinsum Gunung Tua-Psp, Km 4, Kecamatan Padang Bolak, Senin (10/3) sebagai bentuk kekecewaan akan banyak aksi manipulasi pada penerimaan CPNS dari Honor K2.

Paluta, (Analisa). Puluhan tenaga honorer kategori dua (K2) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar aksi damai, Senin (10/3) di Pelataran Kantor Bupati Paluta, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Gunung Tua-Padangsidimpuan, Kilometer 4, Senin (10/3).

Massa pegawai honorer yang kecewa gagal seleksi CPNS ini, melakukan aksi dengan membakar baju seragam UNIFORM sebagai bentuk kekecewaan kepada Pemerintah Daerah Paluta yang mereka nilai telah mencederai hak-hak mereka sebagai tenaga honorer.

Sebab telah terjadi kebobolan data pegawai honerer serta penetapan jumlah kouta yang ditentukan KemenPAN sangat merugikan sebagian besar pegawai honor yang telah memunuhi syarat usia serta kerja. Dan ada indikasi ketidakberesan dengan dugaan manipulasi data berupa SK.

“Hasil kelulusan CPNS K2 harus dibatalkan karena penuh dengan permainan data, banyak yang sudah lama mengabdi tapi sampai saat ini tak kunjung diangkat, buka mata hatimu pak Bupati,”ujar Koordinator Aksi hendra Ibrahim Siregar dihadapan personel Polsek Padang Bolak dan Satpol PP yang berjaga.

Di samping itu lanjut Hendra dalam orasinya massa meminta kepada Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap agar mengklarifikasi ulang pengangkatan PNS K2 dan K1 disebabkan terlalu banyak permainan dan memanipulasi data.

Baca Juga :  Desa di Paluta belum merdeka

Sementara, Koordinator lapangan Budi Enda Mora dalam orasinya meminta kepada Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap agar menindak tegas para pejabat yang menerbitkan SK honor CPNS K1 dan K2 yang siluman atau yang tidak pernah sama sekali mengabdi sebagai tenaga honorer.

Serta meminta kepada penegak hukum supaya mengadili siapa saja yang terlibat dalam pemalsuan SK untuk melengkapi persayaratan CPNS K2, sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Amas Muda Hasibuan didampingi Asisten III Drs Hailullah Harahap MM, Kapolsek Padang Bolak AKP J Butar-butar dan Kaban Kesbangpol Burhan Harahap SH usai mengadakan pertemuan dengan lima orang perwakilan massa pendemo mengatakan akan menyampaiakan aspirasi demo K2 itu dan pihaknya tidak akan tinggal diam dalam permasalahan honorer K2 serta akan berkoordinasi kepada Kemenpan tentang tuntuan massa yang tertuang dalam pernyataan sikap mereka.

Setelah mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah kemudian massa membubarkan diri dengan tertib. (ong0)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*