Puluhan Korban “Perbudakan” di Tangerang Tak Ganti Pakaian Berbulan-bulan

Buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Berbulan-bulan bahkan ada yang lebih dari satu tahun bekerja di tempat usaha yang tak memanusiakan, para buruh pabrik kuali di Kampung Bayur Opak, Cadas, Tigaraksa, Tangerang, Banten mengalami trauma. Sebelum pendampingan psikologi, pakaian adalah barang yang paling mereka butuhkan saat ini.

“Saat ini di Polresta Tigaraksa para korban tidak memiliki pakaian ganti, makanan, dan uang untuk bekal,” ujar Kepala Divisi Advokasi dan HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani, melalui akun twitter, Sabtu (4/5/2013) dini hari. Berikutnya, lanjut dia, adalah pendampingan psikologi untuk mengatasi trauma dan dampak perlakuan yang mereka dapatkan dari pemilik usaha pengolahan limbah timah menjadi kuali, JK (40).

Kasus ‘perbudakan’ ini dibongkar setelah dua orang buruh tempat usaha tersebut yang berasal dari Lampung melarikan diri. Keluarga yang mendengar cerita keduanya, langsung melapor ke polisi dan Komnas HAM. Koordinasi lintas-instansi dan lintas-organisasi dilakukan, penggerebekan ke pabrik pun berlangsung Jumat (3/5/2013) siang. Kondisi mengenaskan dan tak manusiawi ditemukan di sana.

Baca Juga :  Belanda Terbukti sebagai Penjahat Perang

Dalam jumpa pers di kantor Kontras, Jumat siang, aktivis Kontras Syamsul Munir mengatakan dua buruh yang kabur dan menjadi awal pengungkap kasus ini menuturkan selama bekerja di sana mereka tak berganti baju selama tiga bulan. Kondisi itu dialami semua buruh di tempat itu. Pemilik usaha tersebut bahkan menyita telepon genggam, uang, dan barang-barang yang dibawa buruh ketika pertama kali tiba di sana.

Kompas.com pun menerima broadcast message melalui jejaring layanan pesan, yang menyerukan pengumpulan sumbangan baju, sandal, celana, dan perlengkapan mandi untuk para buruh ini. Sekarang, 28 buruh korban penyekapan dan perlakuan tak manusiawi itu masih berada di Polres Tigaraksa Tangerang, Banten.

Tersangka pelaku penyekapan dan tindak kekerasan terhadap buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. Penyakit kulit yang diderita Sukaedi (18), buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. Kondisi buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium di Tangerang saat mereka dibawa ke Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Lagi, Massa Minta Kadisdik Tapsel Dicopot

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*