Puluhan Mahasiswa Padati Poldasu, Minta Kapoldasu Desak Kapolres Tapsel Tuntaskan Kasus Ijazah Palsu Caleg

Puluhan Mahasiswa mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (GEMA PALUTA) menyambangi Mapoldasu melakukan aksi unjuk rasa. Dalam orasinya para mahasiswa ini meminta Kapoldasu mendesak Kapolres Tapsel untuk menuntaskan kasus penggunaan ijazah palsu di Kabupaten Paluta, Kamis (5/6/2014)

Gema Paluta yang dipimpin oleh Amsal Parulian Hsb selaku pimpinan aksi dalam orasinya mengatakan bahwa Pemilu yang dilaksanakan sekali dalam 5 tahun adalah sebagai hajatan terbesar bagsa ini, pesta demokrasi yang diamanahkan Undang-Undang harus dilaksanakan secara jujur dan bermartabat. Setiap tahapan yang telah disusun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai dari proses pendaftaran, verifikasi berkas pencalonan hingga penetapan hasil Pemilu dituntut bersih dan jauh dari kecurangan-kecurangan sehingga diharapkan hasilnya juga dapat menentukan orang-orang pilihan menduduki jabatan Anggota DPRD 5 tahun kedepan.

“Bahwa UU No 22 Tahun 2007 tentang penyelenggara Pemilu dengan tegas dan lugas telah mengatur seperti apa dan bagaimana mekanisme yang harus dilalui. Tentunya lembaga penyelenggara pemilu (KPU) yang sah harus profesional dan transfaran. Namun sayangnya di Kabupaten Padanglawas Utara, dari 30 orang yang telah ditetapkan sesuai dengan Rapat Pleno terbuka KPU Paluta sebagai Calon Legislatif yang mengantongi suara terbanyak dan diduga diantaranya H. Syarifuddin Siregar SE dari Partai Hanura diduga telah menggunakan Ijazah Palsu,” sebutnya.

Selain itu menurut Amsal sesuai dengan UU No 12 Tahun 2003 Pasal 137 ayat 3 menyatakan “Setiap orang yang dengan sengaja memalsukan surat yang menurut UU diperlukan untuk menjalankan perbuatan dalam pemilu (Pencalegan) diancam dengan pidana penjara paling singkat 3 bulan dan paling lama 18 bulan dan dalam pasal 263 KUHP jelas mengatakan bagi
seorang yang memalsukan dokumen dan surat-surat identitas lainnya untuk jadi anggota DPRD dihukum dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Baca Juga :  Pipa Air Leding Rusak di Kampung Toba, Sudah Dilaporkan Warga Tapi Tak Kunjung Diperbaiki.

Untuk itu Gema Paluta meminta kepada Kapoldasu Irjen Pol Drs Syarif Gunawan SH MSi mendesak Kapolres Tapsel untuk menuntaskan kasus penggunaan ijazah palsu di Kabupaten Paluta, oleh H. Syarifuddin Siregar, SE dari Partai Hanura yang telah dilaporkan LSM Pengaduan LSM Gempar Sumut ke Polres Tapsel beberapa waktu lalu.

Selain itu para mahasiswa juga meminta Kapoldasu juga menyeret oknum-oknum yang diduga turut terlibat dalam kasus
penggunaan/persyaratan menjadi Caleg di Kab Paluta 2014-2019 dan mendesak Kapoldasu agar menangkap semua Komisioner KPU Paluta yang telah meloloskan H. Syarifuddin Siregar, SE menjadi Caleg pada saat proses pendaftaran karena diduga menggunakan ijazah Palsu.

Aksi unjuk rasa ini langsung diterima salah satu petugas SPKT Poldasu AKP A. Siregar yang mengatakan bahwa didalam kasus tersebut Poldasu tidak akan mentolerir siapapun yang berbuat kesalahan.

Dikatakan A. Siregar, bahwa aspirasi para mahasiswa ini akan langsung disampaikan kepada Kapoldasu dan akan segera ditindaklanjuti.

Mendengar pernyataan petugas SPKT Poldasu tersebut lantas para mahasiswa tidak merasa puas dan sempat kembali terjadi tanya jawab terhadap para pengunjuk rasa dan pihak kepolisian SPKT Poldasu. “Kami ingin menyaksikan secara langsung pihak Poldasu menghubungi Kapolres Tapsel terkait kasus tersebut sekarangg ini” Ujar para mahasiswa.

Namun AKP A. Siregar kembali menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas menyampaikan nota dinas tuntutan para pengunjuk rasa kepada Kapoldasu.

Baca Juga :  DPP IMA MADINA: Kontrak Karya PT. Sorik Mas Mining Di Kab. Mandailing Natal Harus Ditinjauan Kembali

“Itu tidak bisa saya lakukan, sesuai dengan prosedurnya di Poldasu, setiap pengunjuk rasa melakukan aksi orasi di Mapoldasu maka kami akan menampung aspirasi dan menyampaikannya kepada Kapoldasu melalui Nota Dinas” Ujar Siregar.

A. Siregar juga menjanjikan jika pihak Poldasu tidak menindaklanjuti tuntutan para pihak pengunjukrasa lantas petugas SPKT ini menyarankan untuk kembali melakukan aksi unjuk rasa kembali di Mapoldasu.

“Tuntutanan para kawan-kawan semua pasti akan sampai ke Kapoldasu, dan jika kasus tersebut tidak ada tindaklanjutnya, maka silahkan para kawan-kawan untuk melakukan aksi unjuk rasa kembali disini dan kita terima dengan tangan terbuka” Ujar Siregar.

Mendengar ucapat petugas SPKT Poldasu tersebut lantas para mahasiswa langsung membubarkan diri dengan tertib.

Sumber: www.sangmerahputihonlines.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*