Puluhan Tahun Irigasi Batang Gadis Tak Terairi

Ditutupi Semak Terlihar saluran irigasi bendungan batang gadis yang tertutupi semak belukar dan tidak terawat sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik ke areal pertanian masyarakat. (medanbisnis/zamharir rangkuti)

Panyabungan. Irigasi Batang Gadis sudah puluhan tahun tak terairi. Padahal, proyek Irigasi yang terletak di inti Kota Panyabungan ini merupakan salah satu proyek raksasa yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dulu proyek raksasa ini dibangun diproyeksikan untuk mengairi puluhan ribu hektare areal pertanian padi masyarakat di wilayah sekitar Kota Panyabungan.

Irigasi Batang Gadis yang dibagi dua saluran yaitu saluran kiri dan saluran kanan yang akan mengairii puluhan ribu hektare areal pertanian di beberapa kecematan, ternyata di hilir saluran irigasi ngak ada air lagi. Sehingga tujuan untuk mengairi areal petani isapan jempol, sehingga banyak masyarakat petani yang mengalihfungsikan areal persawahannya akibat tidak bisa dialiri air.

“Selama ini kita berharap untuk mengairi areal persawahan kami di sini adalah air yang datang dari bendungan sungai batang gadis karena salurannya sampai ke areal persawahan saya. Namun harapan kita terhadap saluran irigasi batang gadis tersebut hanya isapan jempol belaka,” ujar Sulaiman Nasution (56) salah seorang petani di Kecamatan Hutabargot, Selasa (30/6).

Disebutkan, dulu ketika pembangunan proyek raksasa tersebut rencananya bendungan tersebut bisa mengairi ribuan hektare lahan pertanian masyarakat di sekitar panyabungan ini. Sepeti Kecamatan Panyabungan Barat, Hutabargot, Panyabungan, Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Baca Juga :  PT SSL Merusak Dan Mencabut Tanaman Warga Kemudian Mengklaim Hak Milik Tanah Ulayat Adat Masyarakat Desa Paran Julu Seluas ± 359 Ha Dikawasan Hutan Provsu

“Namun kenyataannya di lapangan air yang dari proyek batang gadis tersebut tidak sampai ke wilayah kita ini. Sehingga kita terpaksa mengalihfungsikan lahan pertanian kita dengan menanami tanaman tua, sepeti karet, sawit, coklat dan lain-lain sebagainya,” terangnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Madina Iskandar Hasibuan yang dimintai keterangannya merasa kaget mendengar kondisi ril irigasi Batang Gadis Panyabungan khususnya mulai dari Desa Sabajior, Sirambas, Longat, Huta Tonga, Barbaran, Runding, Hutabargot, Tarutung Panjang. Sebab, sepanjang saluran tidak ada yang terawat dan dipenuhi semak belukar yang mungkin menjadi sarang ular.

Ketika ditanya wartawan soal anggaran untuk pemerliharaan irigasi itu, Iskandar Hasibuan mengaku heran dan sepengetahuannya anggaran itu ada tiap tahun dikucurkan. Dia mengaku heran melihat irigasi batang gadis hanya bersih salurannya di sepanjang jalan Lintas Timur Panyabungan.

“Sejak puluhan tahun silam irigasi batang gadis kurang bermanfaat kepada masyarakat petani. Silakan lihat ke lapangan kalau tidak percaya, makanya kita minta kepada Gubsu dan DPRD Sumut untuk turun langsung dan meninjau kembali anggaran yang dikucurkan selama ini,” ujar Iskandar Hasibuan.

Menurut Iskandar, pihak DPRD Sumut dan Gubsu bukan tidak tahu keadaan irigasi batang gadis tersebut. Pihaknya dari DPC PDI Perjuangan dalam waktu dekat ini akan membuat laporan ke DPD, DPP PDI Perjuangan untuk mendapat tanggapan agar anggaran tersebut ditinjau kembali oleh Gubsu.

Baca Juga :  DBD Serang Sidimpuan, 2 Meninggal

ZAMHARIR RANGKUTI – MEDANBISNIS

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*