Pungli (pungutan liar) Sudah Mendarah Daging Dalam Urusan Masyarakat Dan Pemerintahan

Pungutan liar atau pungli adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan atau dipungut.

Kebanyakan pungli dipungut oleh pejabat atau aparat, walaupun pungli termasuk ilegal dan digolongkan sebagai KKN, tetapi kenyataannya hal ini jamak terjadi di Indonesia.

Di kampung ku, Pungli seperti kurap (sejenis penyakit kulit). Semakin digaruk, semakin sedap. Para pelaku pungli dikampung ku bisa dijuluki “PEJABAT KURAP”.

Banyak jenis Pungli yang terjadi di kampung ku :

1. Gaji disunat (pungli).
2. Tunjangan disunat (pungli).
3. Honorarium disunat (pungli).
4. Biaya Operasional disunat (pungli).
5. Promosi Jabatan harus ada setoran (pungli).
6. Pulsa Jabatan kalau ingin bertahan (pungli).
7. Menerima bantuan sosial disunat (pungli).
8. Urus surat menyurat harus ada uang amplop (pungli).
9. Mau berobat harus ada pelicin (Pungli).
10. Mau apa saja harus ada setoran, uang amplop, pelicin, pulsa, uang longit – longit, uang pemulus, uang terima kasih, uang minyak, uang capek, uang permeja, uang tanda tangan.

Semuanya kategori pungli sering dihadapin masyarakat.

Sumber : Edi Mrando

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*