Pusat Kantongi Bukti Kecurangan CPNS di Sumut

Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sudah mengantongi sejumlah bukti kecurangan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010 di wilayah Sumut. Bukti-bukti didapat dari laporan yang masuk ke kemenpan-RB. Guna memastikan akurasi bukti, kementrian yang dipimpin EE Mangindaan itu akan segera mengirim tim invstigasi ke Sumut, bulan ini juga.

Deputi SDM Bidang Aparatur Kementerianpan-RB Ramli Naibaho menjelaskan, tim investigasi ini juga melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Disebutkan, dari laporan yang masuk, kecurangan terbanyak terjadi di Sumut. “Data akan kita cross check. Dan memang terbanyak laporannya itu di Sumut. Tahun lalu juga di Sumut cukup banyak,” sebut Ramli Naibaho di Jakarta, kemarin.

Selain Sumut, daerah yang tingkat kecurangan tes CPNS-nya tinggi adalah Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan beberapa yang lain. “Itu laporan yang masuk cukup banyak dibanding lainnya. Tim kita turunkan karena bukti-bukti kecurangannya ada,” imbuh Ramli.

Dijelaskan, pengiriman tim investigasi ini atas perintah langsung menpan-RB. Tim ini juga sekaligus akan mencari siapa pejabat daerah yang ikut ‘bermain’ dalam kecurangan seleksi CPNS. Ramli meminta agar panitia seleksi menyiapkan berbagai data yang diperlukan tim investigasi. Misalnya  daftar peserta ujian, lembar jawaban komputer, pengumuman dan nilai ujian, serta data-data lain yang diperlukan. Dia juga mewanti-wanti agar pejabat terkait di daerah tidak melakukan penjemputan atau memfasilitasi kedatangan tim investigasi ini.

Baca Juga :  Rp415 Juta Anggaran Humas Pemkab Humbang Hasundutan Diduga Mark-up

Sebelumnya, Selasa (1/2), saat melakukan rapat koordinasi dengan aparat pemda se-Indonesia, Menpan-RB EE Mangindaan sudah menjelaskan pihaknya akan mengirim tim ke daerah yang dianggap bermasalah. “Untuk daerah yang masih dinyatakan bermasalah, saya minta agar proses pemberkasan NIP-nya dipending dulu,” tegas Mangindaan.  Diakuinya, dalam pengadaan CPNS tahun 2010, terdapat sejumlah laporan yang masuk ke Kementerian PAN dan RB. Ada yang dari Badan Intelejen Negara, DPRD, LSM, anggota DPR. ”Bahkan ada wakil wali kota yang melaporkan wali kotanya, wakil bupati melaporkan bupatinya, ada juga sekretaris daerah yang melaporkan,” tambahnya.

Ada juga kasus penerimaan CPNS yang berbuntut pada terjadinya anarkhisme, karena ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, kemudian melakukan demo, bahkan sampai perusakan fasilitas negara. Sedang Sekretaris Kementerian PAN dan RB Tasdik Kinanto mengatakan, pihaknya akan membentuk tim verifikasi ini secepatnya, dan diharapkan bisa turun ke lapangan Pebruari 2011 ini. “Prinsipnya, kehadiran tim itu untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menimbulkan masalah baru,” jelasnya.

Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat pekan lalu menjelaskan, Kantor BKN di Jakarta menerima pengaduan dari para korban sindikat penipuan penerimaan CPNS tahun 2010. Sejak meja pengaduan dibuka Juli 2010, hingga saat ini sudah ratusan laporan yang masuk ke BKN, dengan korban mencapai sekitar 2000 orang. Ini bisa terjadi lantaran satu kasus dengan korban puluhan, ada yang dibuatkan satu laporan saja. Korban terbanyak yang lapor berasal dari wilayah Sumut.

Baca Juga :  Cerita di Balik Penemuan 18 Ha Ladang Ganja di Tor Sihite Oleh Danyonif 123/RW

Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat menjelaskan, yang menjadi korban sindikat penipuan bukan hanya para pelamar CPNS, namun juga para tenaga honorer, yang dijanjikan bisa lolos menjadi PNS dengan membayar puluhan hingga ratusan juta rupiah. “Jika ditotal, kerugian para korban sudah mencapai angka miliaran rupiah,” ujar Tumpak Hutabarat. (sam) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*