Pusat Rehabilitasi Narkoba Sumut Segera Dioperasikan

narko1 Pusat Rehabilitasi Narkoba Sumut Segera DioperasikanBadan Narkotika Provinsi Sumatera Utara segera mengoperasikan pusat rehabilitasi narkotika psikotropika dan bahan adiktif di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

“Memasuki awal tahun 2011 pusat rehabilitasi korban narkoba di Lubuk Pakam sudah bisa digunakan,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sumatera Utara, Sugiarto, di Medan, Jumat [20/08].

Pusat rehabilitasi korban narkotika psikotropika dan bahan adiktif  (narkoba) yang dibangun pada tahun 2007 itu dilengkapi 28 ruang rawat inap dengan total daya tampung 112 orang pasien.

Selain itu, lanjut dia, di pusat rehabilitasi itu juga akan disiapkan beberapa dokter spesialis dan psikolog.

Pembangunan sarana rehabilitasi korban narkoba yang dibangun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut itu bertujuan membantu proses penyembuhan korban penyalahgunaan narkoba dan psikotropika.

Dia membenarkan biaya yang dikeluarkan untuk merawat dan menyembuhkan pasien korban penyalahgunaan narkoba selama ini relatif besar.

Keberadaan pusat rehabilitasi narkoba Lubuk Pakam diharapkan mampu menjadi sarana alternatif bagi para pasien kurang mampu secara ekonomi.

Dia mengatakan bahwa BNP Sumut selaku pengelola pusat rehabilitasi narkoba di Lubuk Pakam telah menjalin kerja sama dengan Pusat Rehabilitas Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Dalam kerangka kerja sama itu pasien di pusat rehabilitasi narkoba Lubuk Pakam  yang membutuhkan perawatan khusus akan diberi perawatan lebih intensif di Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN di Lido Sukabumi.

Baca Juga :  Kejati Sumut Siapkan Pemeriksaan Tersangka Rahudman

Badan Narkotika Provinsi Sumut memperkirakan hingga pertengahan tahun 2010 terdapat sekitar 260 ribu orang di provinsi itu yang telah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Sebagian besar jumlah pengguna narkoba itu merupakan kelompok usia produktif antara 12 dan 40 tahun.

Mencermati cakupan korban penyalahgunaan narkoba tersebut, menurut Sugiarto, program pendidikan dan penyuluhan mengenai bahaya narkoba perlu lebih gencar disosialisasikan.

Program sosialisasi bertujuan agar masyarakat, termasuk generasi muda, tidak mudah terjerumus sebagai pengguna maupun pengedar narkoba.

“Kalangan orang tua hendaknya juga turut serta mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang bahaya narkoba secara detail agar terhindar dari bahaya narkoba dan tidak terjerumus sebagai pengguna ataupun pemakai,” katanya menambahkan

Sumber:Berita sore

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*