PWI Tabagsel Gelar Workshop Pengenalan Jurnalistik

(Analisa/hairul iman hasibuan) SERAHKAN: Ketua PWI Tabagsel Hairul Iman Hasibuan SHI disaksikan Direktur Diklat PWI Sumut Warjamil menyerahkan permohonan pinjam pakai gedung Pemkab Tapsel kepada Bupati Syahrul M Pasaribu dalam workshop pengenalan jurnalistik kepada pelaku pendidikan di aula hotel Tor Sibohi Kabupaten Tapsel, Sabtu (27/12).

Sipirok,  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggelar pelatihan jurnalistik terhadap para pelaku pendidikan se-Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) diaula Hotel Tor Sibohi Sipirok, Sabtu (27/12).

Hadir dalam acara itu, Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, Ketua PWI Cabang Provinsi Sumatera Utara Drs Syahrir M Pasaribu, Direktur Diklat PWI War Jamil SH, Ketua DPRD Tapsel H.Rahmat Nasution, Ketua PWI Tabagsel Hairul Iman Hasibuan, Kadis Pendidikan Tapsel Buchori Siregar, Kadis Perkebunan Hamdan Nasution, para pengurus dan sesepuh PWI Tabagsel dan ratusan kepala sekolah.

Dalam sambutannya Ketua PWI Sumut Drs Syahrir mengungkapkan, sering menerima laporan banyaknya oknum wartawan mendatangi para Kepala Sekolah SD, SMP hingga SMA yang awalnya konfirmasi namun ujung-ujungnya minta uang.

“Oknum-oknum wartawan itu bahkan tidak segan-segan main gertak dengan berbagai macam cara, “katanya.

Kondisi itu kata Syahrir, berimbas negatif terhadap para wartawan keseluruhannya. “Kondisi ini buah dari kebebasan pers yang kebablasan, ” katanya.

Syahrir menilai, workshop pengenalan jurnalistik yang digelar PWI Tabagsel ini sangat tepat dalam mengangkat citra jurnalis pada umumnya.

“Kami salut terhadap PWI Tabagsel yang gencar mensosialisasikan pengenalan jurnalis kepada para elemen masyarakat, ini harus dicontoh PWI perwakilan didaerah lainnya,” katanya.

Ketua PWI Tabagsel Hairul Iman Hasibuan SHI mengatakan, kegiatan workshop ini kedua kalinya digelar setelah di Kota P. Sidimpuan dua bulan lalu.

Baca Juga :  Kejatisu "Jemput Paksa" Adik TSO

Dikatakan, workshop pengenalan jurnalis ini digelar didasari menjamurnya oknum-oknum mengaku wartawan namun kerjanya hanya memeras dan menakuit-nakuti elemen masyarakat.

” Langkah awal, kita mulai dari para kepala sekolah yang kerap menjadi korban pemerasan oknum-oknum wartawan ‘abal-abal’, selanjutnya kepada elemen-elemen masyarakat lainnya, “katanya.

Saat ini katanya, profesi wartawan sering dicap negatif atau diidentikkan dengan sosok pemeras dan pencari-cari kesalahan orang.

“Stigma negatif itulah yang kemudian acuan kita menggelar acara ini, agar para kepala sekolah dan masyarakat pada umumnya mampu mengenal siapa dan apa itu wartawan, “tuturnya.

Diharapkannya, dengan memiliki pengetahuan tentang jurnalistik, para kepala sekolah tidak lagi takut dan terjebak sikap orang-orang yang mengaku-ngaku wartawan padahal tidak menjalankan tugas jurnalis.

Sementara itu, Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu mengungkapkan, kebanggaannya kepada PWI Tabagsel atas digelarnya workshop yang bertujuan untuk memberikan pencerahan dan pengetahuan tentang jurnalistik para kepala sekolah.

“Apresiasi tinggi kepada PWI Tabagsel, kegiatan ini sangat tepat dan berguna bagi para kepala sekolah dalam berinteraksi dengan wartawan, “katanya sembari menyebut PWI Tabagsel telah ikut berperan mencerdaskan bangsa serta berperan membantu penegak hukum.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Tapsel H. Rahmat Nasution yang berharap, para kepala sekolah menjadikan acara ini menjadi momentum memperbaiki paradigma negatif terhadap wartawan.

“Ikuti dan simak betul-betul paparan para narasumber tentang jurnalis, agar mampu menghadapi para oknum-oknum yang bertopeng jurnalis padahal pemeras dan mengemis, “imbuhnya.

Sebelumnya Sekretaris Panitia Kodir Pohan melaporkan, kegiatan workshop ini digelar didua tempat berbeda masing-masing Hotel Tor Sibohi dan Aula SPMA Tapsel di P. Sidimpuan.

“Banyaknya sekolah dan luasnya kabupaten Tapsel mengharuskan kita membagi peserta menjadi dua zona,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Madina Resmikan Pasar Naga Juang

Untuk lokasi Hotel Tor Sibohi katanya digelar pagi hingga siang hari sedangkan Aula SPMA disiang hingga menjelang magrib.

“Kegiatan dilakukan secara marathon akibat peserta yang mencapai 375 orang dari 14 Kecamatan se-Tapsel, “katanya sembari menyebut tujuan acara untuk membekali para kepala sekolah agar mampu menghadapi oknum-oknum pemeras yang mengaku-ngaku wartawan. Ditambahkan, pemateri dua orang masing-masing Ketua PWI Provinsi Sumut Drs Syahrir dan Direktur Diklat PWI Warjamil SH.

“Warjamil dengan materi Makna UU Pers dan KEJ bagi pers dan publik sedangkan Syahrir peran PWI meningkatkan profesionalitas wartawan, ” terangnya.

Acara workshop pengenalan jurnalistik yang dibuka dan ditutup Bupati Tapsel H.Syharul M Pasaribu itu dirangkai penyerahan cinderamata oleh Ketua PWI Provinsu Sumut kepada Bupati, Ketua DPRD dan Kadis Pendidikan Tapsel.

Dalam acara itu, ketua PWI Tabagsel juga secara simbolis menyerahkan permohonan pinjam pakai gedung perkantoran Pemkab Tapsel yang ada di Kota P. Sidimpuan. (hih)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*