Radang Otak, Bocah Aek Bilah Kurus Kerempeng

Alif Lam Ritonga (6), bocah asal Desa Parsanggaran, Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan terbaring lemah di RSUD Tapsel di Sipirok sejak tiga minggu belakangan ini. Buah hati pasangan Riduan Ritonga (41) dan istrinya Salmia Dongoran (35), ini menderita infeksi radang otak (meningitis flurentis, rosa dan ensefalitis) sesuai diagnosa banding yang dilakukan dokter anak. Pihak keluarga sangat membutuhkan bantuan pemerintah atau dermawan untuk meringankan beban biaya perawatan Alif.

5953142899091f9a3f8f40e0eced71bb9a52cf2 Radang Otak, Bocah Aek Bilah Kurus Kerempeng
Alif Lam Ritonga (6), penderita radang otak bersama ayahnya Riduan Ritonga ketika di ruang rawat anak RSUD Kabupaten Tapsel di Sipirok, Sabtu (14/10).

Amatan METRO, Sabtu (14/8), di ruang rawat anak RSUD Kabupaten Tapsel, kondisi Alif Lam sangat memprihatinkan. Badannya kurus kerempeng, ototnya terlihat kaku, dan sesekali meringis. Penyakit yang mengidap Alif diperkirakan sudah terjadi sejak sebulan lalu. Alif sendiri saat itu ditemani ayahnya Riduan Ritonga.

Riduan Ritonga yang sehari-hari berprofesi sebagai penderes getah milik tetangga di desanya kepada METRO mengatakan, anaknya sudah tiga minggu terakhir menjalani perawatan di RSU. Dirinya pun terpaksa berhenti menderes demi menjaga anaknya, meskipun hanya itu satu-satunya sumber pencarian keluarganya.

Riduan mengaku pasrah dengan kondisi penyakit yang diderita anaknya saat ini, mengingat kondisi perekonomian keluarganya juga pas-pasan.

“Yang menjaga Alip, saya dan anak paling besar. Karena istri mengurusi anak-anak terutama anak kembar yang baru berumur 8 bulan di kampung. Saya sangat berharap jika ada kaum famili yang berkenan membantu. Saya tak tahu harus bagaimana lagi. Selama ini saja kami hidup pas-pasan,” kata ayah dari tujuh anak itu dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Siswa SMA Negeri 1 Padang Bolak Borong Juara OSN Tingkat Paluta

Diceritakan Riduan, untuk biaya menuju RSU saja dirinya harus mengutang uang Rp4 juta dengan jaminan kebun karet berumur 4 tahun seluas 1,5 hektare miliknya, karena saat itu dirinya sama sekali tak memiliki uang.

“Sama sekali saya tak punya uang sepser pun menuju rumah sakit ini. Terpaksa ngutang dengan jaminan kebun satu-satunya harapan saya,” tuturnya sembari menyebutkan kondisi anaknya seperti itu sejak sebulan lalu.

Dr Ira Siregar SpA yang merawat Alif Lam kepada METRO, Sabtu (14/8) mengatakan, ketika pertama kali datang ke RSU, kondisi Alif cukup parah, bahkan koma. Dan berdasarkan Differensial Diagnise (DD) atau diagnosa banding pasien mengalami infeksi radang otak. Oleh karena itu, Alif membutuhkan penanganan yang lebih lama.

“Ketika pertama datang kondisinya koma, otot kaku, berdasarkan DD-nya mengalami meningitis flurentis, meningitis rosa, dan meningitis ensefalitis,” ungkap dr Ira.

Diutarakannya, penyebab terjadinya radang otak terhadap pasien adalah karena anak sering demam panas, namun penanganan yang dilakukan di rumah hanya seadanya. Serta terus-menerus diurus di rumah ketika demam panas tersebut datang sehingga syaraf-syaraf si pasien rusak.

“Di samping itu ketika kita periksa kadar gula si pasien juga hanya 29.000. Padahal normalnya 100.000. Hal ini bukan karena dia mengalami gizi buruk, tapi karena memang dampak dari penanganan yang terlambat sehingga rusaknya syaraf reflek menelan makanan,” terangnya.

Baca Juga :  Indra-Firdaus Tolak Teken Kesepakatan Pemungutan Suara Ulang Madina Damai

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Radang_Otak_Bocah_Aek_Bilah_Kurus_Kerempeng

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Salam @ Buat Bang Pohan…. , Saran yang Bagus dari Bang Pohan… dan telah kami tampung untuk penggodokan ke depan … semoga cepat terwujud

    terimakasih

  2. Ya Alloh, tunjukkanllah kekuasaanMu, angkatlah penyakit anak/adek (paisen) Ridwan ini.

    Saran kepada yth : Apakabar sidimpuan.com. Mengapa tidak dibuka dompet sumbangan untuk disalurkan membantu Saudara2 kita di Tabagsel yang mengalami musibah / penderitaan seperti ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*