Rahasia Kekuatan Tembok China Terungkap

changcheng01 Rahasia Kekuatan Tembok China Terungkap Para peneliti di China baru-baru ini berhasil menguak rahasia mengapa Tembok China yang termasuk dalam salah satu Keajaiban Dunia itu dapat berdiri kokoh selama berabad-abad. Mereka menemukan bahwa tembok tersebut dicampur dengan bahan perekat dari nasi.
Daily Mail, Rabu (2/6) menulis, para peneliti juga menyimpulkan bahwa perekat tersebut digunakan untuk mengikat dan mengisi antara batu bata, batu blok, dan material konstruksi lainnya.

Dokter Bingjian Zhang dan rekannya mengemukakan bahwa pekerja konstruksi di China kuno mulai mengembangkan perekat ketan semacam itu sekitar 1.500 tahun yang lalu dengan mencampur beras ketan dengan bahan mortir standar lainya. Penelitian ini dipaparkan dalam jurnal dari American Chemical Society pekan lalu.

Nasi tersebut dicampur dengan batu kapur, batu kapur yang telah dikalsinasi atau dipanaskan sampai suhu tinggi, dan kemudian dicampur air. Perekat dari nasi ini mungkin adalah perekat terbaik di dunia, dibuat dari bahan organik dan anorganik. Perekat semacam itu lebih kuat dan lebih tahan terhadap air murni ketimbang perekat dari kapur, dan apa yang disebut Dr Zhang adalah salah satu inovasi teknologi terbesar pada masa itu.

Para pekerja menggunakan bahan tersebut untuk membuat bangunan penting seperti kuburan, pagoda, dan tembok kota, beberapa di antaranya masih ada saat ini. Beberapa lainya bahkan cukup kuat untuk mempertahankan struktur bangunan dari efek buldoser dan gempa bumi kuat.

Baca Juga :  Asal Usul Julukan Paman Sam Untuk Negara Amerika Serikat

Panjang tembok Besar China kira-kira 6.400 km dan hasil riset tahun 2009 diperkirakan memiliki panjang 8.851.8 km. Tembok ini dibangun sebelum Dinasti Qin berdiri (221 SM – 206 SM), tepatnya dibangun pertama kali pada Zaman Negara-negara Berperang.

Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=38022:rahasia-kekuatan-tembok-china-terungkap&catid=30:dunia&Itemid=55

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*