Capres Ical Tertera di Tas Haji – Rahmad dan Irsan, Blunder Ical di Pilpres 2014

DITAHAN: Calon jamaah haji Sidimpuan membawa tas berlambang Partai Golkar. Foto: Andri Ginting/Sumut Pos

MEDAN,- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan merazia tas 449 jamaah calon haji (JCH) Kloter 10/MES asal Kota Padangsidempuan saat tiba di Asrama Haji Medan (Ahmed), Minggu (30/9/2012).

Pantauan Tribun, pada tas jinjing warna kuning yang dibawa jamaah, terdapat logo Partai Golkar dan ucapan selamat menunaikan ibadah haji dari Ketua Umum DPP Partai Golkar sebagai Calon Presiden 2014 Aburizal Bakrie, H Rahmat Nasution, Ketua DPD Partai Golkar Tapsel dan Ketua DPD Golkar Padangsidempuan, H Irsan Effendi. Iring-iringan 13 bus membawa rombongan JCH asal Padangsidempuan tiba di Ahmed pukul 10.00 WIB.

Jamaah terlihat cukup lelah setelah menempuh jarak perjalanan cukup jauh dari Sidempuan menuju Kota Medan. Meski begitu, mereka tetap terlihat antusias dan semangat mengikuti seluruh prosedur yang harus dilalui di Ahmed.

Sekretaris PPIH Embarkasi Medan, Abdul Rahman Harahap yang meninjau langsung rombongan JCH Sidempuan langsung, meminta panitia mengumpulkan tas tersebut. “Panitia, ambil tas yang ada gambar partai dan nama capres dari calon haji,” ujarnya menyuruh panitia mengumpulkan tas tersebut.

Para jamaah tidak keberatan tas jinjing warna kuning tersebut diambil PPIH. Abdul Rahman mengatakan bila calon gubernur, wali kota hingga capres yang ingin membagikan bantuan pada jamaah calon haji silakan saja. Tapi bantuan tersebut tak boleh ditempeli atau dilabeli embel-embel partai.

Baca Juga :  Taufik Kiemas dalam Kenangan Para Sahabatnya

“Di sini calon haji beribadah dan jangan dipolitisir. Kalau kayak gini payah ceritanya, nanti lain pula tanggapan orang,” katanya.

Ia mengakui selama ini sudah banyak calon Gubernur Sumut yang meminta untuk memasang foto dan umbul-umbul mereka di Asrama Haji Medan, tapi tidak mengizinkan.

“Sudah banyak yang minta masang, tapi tidak pernah kita kasih karena di sini tempatnya beribadah. Dengan masuknya tas jinjing warna kuning dari satu partai kami kebobolan,” katanya.

Ia mengimbau kepada calon haji dari kloter berikutnya tidak membawa embel-embel partai seperti yang terjadi pada Kloter 10/MES.

Selain itu, Abdul Rahman meminta agar kepala Kantor Kemenag kota/kabupaten yang JCH-nya belum masuk ke Ahmed, tidak dibebani dengan berbagai bingkisan, baik berupa buku zikir dan doa, maupun tas tentengan yang ditempeli atribut berupa photo, kata-kata berbau kampanye politik pemilihan wali kota, bupati, gubernur, bahkan pemilihan Presiden Republik Indonesia

Ia mengatakan tas tentengan itu akan ditinggalkan di Ahmed, sebab JCH ke Tanah Suci murni beribadah.

”Jangan dibebani dengan hal lain yang berbau politik untuk kepentingan pribadi dan golongan.”

Kepala Kantor Kemenag Padangsidempuan Efri Hamdan Harahap mengatakan tas tersebut merupakan bantuan dari pihak perorangan yakni H Rahmat Nasution, Ketua DPD Golkar Tapsel dan Ketua DPD Golkar Sidempuan, H Irsan Effendi Nasution.

Selain bantuan tas, Rahmat dan Irsan memberikan bantuan uang sebesar 60 Riyal dan Rp 20 ribu, sajadah dan buah-buahan pada setiap jamaah.

Baca Juga :  Kinerja DPR Kini Makin Buruk Saja

“Bantuan tersebut dikasih ketika jamaah berada di rumah H Rahmat sebelum berangkat ke Ahmed,” katanya.

Namun ia mengaku baru tahu tas tersebut berlogo Partai Golkar dibawa JCH-nya setelah di Ahmed.

“Aku pun baru tahu ketika sampai di Ahmed,” katanya.

Rombongan JCH Kloter 10/MES akan menjalani karantina di Ahmed untuk menjalani beberapa proses seperti pemeriksaan kesehatan, sebelum diberangkatkan Minggu (1/10) hari ini. Pesawat yang akan membawa jamaah ini akan lepas landas dari Bandara Polonia Medan pada pukul 07.15.(ari)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*