Rahmad, Penderita Tumor Butuh Bantuan Dana – Benjolan Membesar Tutupi Separuh Wajah

Sedari lahir, Rahmad Siregar (22) menderita tumor yang diderita di kelopak matanya. Sebagian wajahnya tertutup, akibat benjolan yang dari waktu ke waktu semakin membesar. Meski cacat, namun Rahmat tak mau jadi pengemis. Dia bekerja sebagai buruh di proyek pembuatan parit jalan lingkar.

Meski sudah mengalami kelainan di kelopak mata sedari lahir, namun warga Pulobauk, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp itu, baru merasakan benjolan setelah 11 tahun terakhir. Entah sudah berapa kali dia keluar masuk rumah sakit untuk upaya perobatan. Namun semua terbentur pada dana. Pemeriksaan terakhir menyatakan, benjolan yang dideritanya merupakan tumor.

Ketika ditemui METRO, Kamis (2/12), di lokasi kerjanya di pembangunan parit lanjutan Jalan Lingkar Sipirok, wilayah Kelurahan Baringin, Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel), Rahmad tampak tak memperdulikan cacat yang dialaminya. Dia tetap semangat bekerja, meski benjolan di matanya sangat mengganggu penglihatannya.

“Aku sudah sering dibawa ke rumah sakit, baik di kota Psp bahkan sampai ke Medan. Tapi belum bisa ditangani karena tak ada biaya. Cemanalah, orangtuaku hanya petani biasa, kehidupan kami pun pas-pasan,’’bilangnya pasrah seraya menyeka bulir-bulir keringat yang menetes di dahi dan pipinya.

Rahmad sangat mengharapkan sekali bantuan donatur, agar dia dapat segera mengoperasikan tumornya.

“Kata dokter, benjolanku ini tumor. Semoga saja ada donatur yang bermurah hati, mau menyisihkan rezekinya, agar tumor ini bisa segera dioperasikan. Soalnya, penglihatanku sudah mulai terganggu, karena benjolan ini sudah semakin membesar,’’tambahnya lagi.

Si bungsu dari 3 bersaudara dari pasutri Sarumpaet Siregar (55) dan Dermawati Lubis (45) itu mengakui, mendapat bantuan dari tokoh-tokoh masyarakat. Termasuk dari Sekretaris DPRD Tapsel Roddani Hasibuan yang selanjutnya mengetuk pintu hati para pimpinan dan anggota DPRD Tapsel yang melaksanakan Evaluasi Kerja Tahun 2010 di Aula Tor Sibohi Nauli Hotel. Rahmad menerima bantuan spontan yang diserahkan langsung dengan jumlah Rp 2.923.000,- (sekitar Rp2,9 jutaan).

Namun bantuan tersebut belum mencukupi untuk dirinya melakukan operasi. Sebagian dari bantuan tersebut, digunakan untuk menutupi kebutuhan hidup.

‘’Tapi sebagian lagi kami simpan, menunggu donatur lain memberi bantuan agar cukup buat biaya operasi,’’kata pria lajang yang sempat mengenyam pendidikan Tsanawiyah atau SMP itu, berharap para donatur membantu biaya operasinya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*