Rahudman-Basuni Setali Tiga Uang?

%name Rahudman Basuni Setali Tiga Uang?MEDAN – Kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Tapanuli Selatan sebesar Rp13,8 miliar yang melibatkan mantan pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel 2005, Rahudman Harahap diindikasi ‘setali tiga uang’. Saat ini, kasus ini ditangani Kepala Kejati Sumut, AK Basuni Masyarif.

Kasus ini belum tuntas ditangan AK Basuni. Apalagi Kajati Sumut dituding membohongi publik, karena surat izin pemeriksaan Rahudman belum juga dikirim ke Presiden melalui Kejaksaan Agung. Lantaran Basuni diduga telah melindungi koruptor, orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemko) Medan ini.

Kepala Bidang Investigasi dan Monitoring Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Aparatur Negara (LSM Penjara) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumatera Utara, Pramuji Suriyadi, turut mengakuinya kalau Basuni terkesan menutupi kasus Rahudman. “Masak sudah berbulan-bulan hasilnya kok nihil, kan tidak logika, sepertinya mereka sudah setali tiga uang,” tandasnya, tadi malam.

Menurut Pramuji, hal ini bisa dibuktikan saat wartawan Waspada Online menanyakan korupsi Rahudman, lantas Basuni berang dan merampas kamera dan rekaman wartawan supaya diminta orang Banten itu, untuk dihapus, ini kan jadi tanda tanya, mengapa Kajati Sumut melakukan hal itu.

“Seharusnya Basuni menjawab dengan kepala dingin, karena wajar wartawan bertanya. Mengapa kasus Rahudman belum juga tuntas dan dijadikan tersangka, sehingga timbul kecurigaan bagi  wartawan menanyakan, kalau Basuni diduga menerima sesuatu dari Rahudman,” ujar Pramuji.

Baca Juga :  Menurut Data Kementerian Keuangan, Ada Sekitar 472 Perda di Sumatera Utara Yang Dibatalkan

Pramuji menuturkan, jika pertanyaan wartawan itu membuat Basuni marah, pasti ada sesuatu yang terjadi dalam kasus ini. “Kan bisa saja Basuni menjawab, kalau kasus Rahudman sedang dalam proses tindak lanjut ke Kejaksaan Agung menunggu surat izin pemeriksaannya. Jadi kita harus sabar menunggu. Itu kan enak jawabannya dan tidak perlu melakukan kekerasan,” kata Pramuji.

Ia menambahkan, kasus Rahudman, sebelumnya Bendahara Tapsel, Amrin Tambunan yang ikut terlibat dalam kasus ini sudah disidangkan perkaranya di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan dan dipidana dua tahun penjara. “Kan ini bukti kalau Rahudman benar-benar terilbat, apalagi saat itu ia menjabat Sekda. Apalagi korupsi itu tidak dilakukan sendiri, pasti berantai,” ungkapnya.

Maka, Pramuji mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih kasus Rahudman dan tak perlu menunggu surat izin pemeriksaan dari Presiden,  Karena kasus tersebut telah merugikan negara Rp13,8 miliar sekaligus memeriksa Kajati Sumut, dalam kasus ini kemungkinan besar ada setali tiga uangnya. Maka kasus itu sengaja diulur-ulur pemeriksaannya.

Sumber: www.waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Timing penggandengan/pemasangan kedua photo ini rasanya emang pas, secara pribadi sportif angkat 2 jempol. Tampilan air-muka cermin isi jiwa emang banyak miripnya kok. Wajah-wajah tak simpatik, sikap tak elegan, prestasi dan reputasi amburadul cermin karakter pejabat publik yang remeh pada publiknya. Kayaknya lagi-lagi emang cocok jadi mitra subhahat. Therapy kalau boleh saran, tukar strategi ubah prioritas. Biarkan Rahudman sementara, duluan AK Basyuni didongkel.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*