Rahudman Harahap dan Abdillah jadi tersangka lagi

rahudmanvonis Rahudman Harahap dan Abdillah jadi tersangka lagiJAKARTA – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua mantan Walikota Medan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengalihan hak atas tanah perusahaan Jawatan Kereta Api (saat ini PT. KAI) menjadi hak pengelolaan tanah Pemda Tingkat II Medan tahun 1982.

Mereka adalah Walikota Medan non aktif, H. Rahudman Harahap dan Walikota Medan periode 2000-2008 H. Abdillah.

“Untuk Rahudman Harahap ditetapkan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print  ” 08/F.2/Fd.1/01/2014, tanggal 20 Januari 2014 sedangkan Abdillah berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print  ” 09/F.2/Fd.1/01/2014, tanggal 20 Januari 2014,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, petang tadi.

Selain keduanya, Kejaksaan  Agung juga menetapkan Handoko Lie sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print  “10/F.2/Fd.1/01/ 2014, tanggal 20 Januari 2014.

Penetapan tersangka dilakukan karena penyidik telah menemukan bukti permulaan adanya peberbitan hak guna bangunan tahun 1994, pengalihan hak guna bangunan tahun 2004 dan perpanjangan hak guna bangunan Tahun 2011.

“Dari hasil penyelidikan adanya penyalahgunaan, telah ditemukan bukti permulaan yang cukup tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi sehingga tim penyelidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI akhirnya meningkatkannya ke tahap Penyidikan,” urai Untung.

Selanjutnya, tim penyidik masih membuat rencana rencana pemanggilan kepada orang-orang yang dibutuhkan keterangannya.

Baca Juga :  Masyarakat Bina Sari/KTAN Kelompok Tani Andalan Napa Mendemo PT OPM/ANJ Siais

Ruhudman Harahap sendiri saat ini juga sedang menjalani proses hukum terkait kasus korupsi yang berkaitan saat dirinya menjabat sebagai Sekda Tapanuli Selatan pada tahun 2005.

Dikabarkan, Pengadilan Negeri Medan sampai sekarang belum menerima salinan putusan kasasi Wali Kota Medan nonaktif, Rahudman Harahap, terdakwa dugaan korupsi Dana Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa Kabupaten Tapanuli Selatan 2005.

“Hingga kini PN Medan masih menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) tersebut,” kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Nelson J Marbun, di Medan, hari ini.

Mengenai kapan akan dikeluarkannya putusan kasasi tersebut, menurut dia, PN Medan tidak dapat mengetahuinya, hal ini merupakan kewenangan dari MA.

“Kita tunggu saja, putusan MA mengenai kasasi Rahudman Harahap,” kata Nelson.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (15/8) membebaskan terdakwa Wali Kota Medan nonaktif Rahudman Harahap terkait kasus korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Tapanuli Selatan Tahun 2005 senilai Rp2,071 miliar.

Dalam amar putusannya, majelis hakim diketuai Sugianto menyebutkan Rahudman saat menjabat Sekretaris Daerah diyakini tidak terbukti ikut menandatangani pencairan dana TPAPD Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) Tahun 2005.

Selain itu, Rahudman juga tidak ada menikmati dana TPAPD Pemkab Tapsel yang telah dikeluarkan tersebut, bahkan saat pencairan dana TPAPD tersebut, Rahudman sudah tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tapsel.

Baca Juga :  Menuju Kategori Kelas C - RSU Sibuhuan Perlu Pembenahan

Wali Kota Medan nonaktif Rahudman Harahap dituntut empat tahun penjara serta membayar denda Rp500 juta atau subsider enam bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum.

Terdakwa dipersalahkan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*