Rahudman Akan Disidang di Padangsidimpuan

Walikota Medan, Rahudman Harahap, sejak Senin (25/10) lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Kabupaten Tapsel TA 2005 Rp1,5 miliar lebih. Menjadi pertanyaan masyarakat saat ini, dimana tempat persidangan akan digelar, jika berkas Rahudman, masuk ke pengadilan untuk disidangkan.

Untuk memastikan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sution Usman Adji, menyatakan lokasi persidangan terhadap Walikota Medan itu akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan. “Lokasi perkaranya kan di Padangsidimpuan, maka sidangnya pun di Padangsidimpuan,” kata Kajatisu kepada Waspada Online, siang ini.

Sution mengatakan, kasus Rahudman Harahap yang ditangani Kejatisu, sama kasusnya dengan yang ditangani oleh Poldasu dengan tersangka, Amrin Tambunan. Sution menyebutkan, dalam kasus ini Kejatisu sedang menunggu persetujuan izin pemeriksaan dari Presiden RI untuk memeriksa Rahudman Harahap.

Sementara itu, dalam kasus yang sama yang ditangani oleh Poldasu sebelumnya dengan tersangka, Amrin Tambunan, saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan. Dalam kasus itu, Rahudman hanya sebagai sebagai saksi.

Seperti yang diberitakan sebelumya Satuan III Tindak pidanakorupsi (Tipikor) melakukan penyidikan terkait kasus dugaan Korupai TPAPD Tapsel tahun 2005 dan menyeret mantan pemegang kas Setdakab Tapsel, Amrin Tambunan, sebagai tersangka. Selanjutnya dalam penyidikan kasus yang sama oleh Kejatisu, Walikota Medan dijadikan tersangka. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  30 Daerah di Sumut Tunggak Beras Raskin Rp14,3 Miliar

3 Komentar

  1. Seorang Pengguna Anggaran (PA) akan melaksanakan kegiatan dan kegiatan sudah berjalan dgn kontraktor A, lalu PA minta fee (komisi) 2,5% dengan alasan bahwa dalam agam juga seorang makelar berhak atas komisi 2,5%. BGMN TANGGAPAN BUNG REGAR ATAU YG LAIN.. KALAU SALAH APA ALASANNYA KLO BENAR APA ALASANNYA.. ini banyak beda pendapat lho… termasuk dibonapasogit PSP/Tapsel.
    Klo ini terjawab maka terjawab juga knp persepsi masyarakat kiata biasa2 aja tentang masuk PNS dgn menyogok (maaf agak kasar).. Atau menerima uang dalam PILKADA utk memilh seorang kandidat???? mungkin ini dulu topikm bahasannya

  2. kenapa orang tidak takut untuk berbuat korupsi ? hukumannya jelas berat, demikian juga halnya dengan sanksi sosial. kenapa ya ? salah satu sifat manusia adalah karena sifat tamak dan rakus yang mendominasi kehidupannya, dan matinya akal sehat menjadikan dosa tak pernah terpikir lagi, jadi kalau ada peluang langsung tancap sedang akibat yang akan terjadi menjadi urusan belakangan…. pokoknya kasat mata sajalah….mungkinkah sanksi hukum atas pelaku-pelaku terlalu ringan sehingga kasus-kasus korupsi semakin menggila ? ataukah perlu ditembak mati 12 pas saja para pelaku sebagai shock teraphy agar orang berikutnya takut untuk melakukan korupsi ? ditepi jalan simiskin menjerit hidup tak menentu makan tak makan, si kaya tertawa berpesta pora hidup menumpang dikecurangan…………… na da be dabe oppung !

  3. Air akan tetap mengalir ketempat yang rendah meskipun acapkali terhadang ditengah jalan namun cepat atau lambat air itu akan mengalir setetes demi setetes hingga menjadi anak sungai yang mengalir ke laut……hukum alam yang tidak dapat ditentang oleh manusia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*