Rahudman telak jadi tersangka korupsi

(Waspada) MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mulai mengungkap kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) Kabupaten Tapanuli Selatan 2005 senilai Rp1.590.944.500 milliar, yang sempat terhambat karena tak jelas penanganannya.

Sampai saat, Poldasu telah menahan Amrin Tambunan, mantan pemegang kas Setda Tapsel. Namun mantan Sekretaris Daerah, Rahudman Harahap, masih belum dipanggil ataupun diperiksa.

Kasat Idik III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut, AKBP Endri Prastiono, dengan tegas mengatakan kepada Waspada Online, Rahudman Harahap telak jadi tersangka. “Tapi kita harus pelan-pelan,” ungkap Endri, tadi malam.

Endri mengungkapkan, keterlibatan Rahudman dalam kasus ini sangat besar, karena saat itu menjabat sebagai atasan langsung Amrin Tambunan, yang saat ini sudah mendekam di sel tahanan Direktorat Reskrim Poldasu. “Menurut pengakuan Amrin, korupsi itu tidak dilakukan sendiri,” jelas Endri.

Dugaan Rahudman terlibat karena telah memerintahkan pemegang kas Sekda Tapsel, Amrin Tambunan, untuk memberi uang kepadanya, Tapi pemberian itu tidak ada bukti, misalnya seperti rekening koran. Hanya sebatas pengakuan lisan saja,” katanya.

Amrin Tambunan ditangkap di Dusun I, Desa Lumpatan, Kecamatan Sikayu Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel Kamis (15/4) lalu, setelah diburon selama lima tahun.  Amrin melanggar Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana.

Baca Juga :  Akibat Amdal Manipulatif Cacat Hukum : Masyarakat Muara Batang Toru Tolak Limbah Tambang Mas G-Resources

———-

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=112442:rahudman-telak-jadi-tersangka-korupsi&catid=59:kriminal-a-hukum&Itemid=91

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*