Rajin Belajar dan Salat Antarkan Asroi Ritonga Kuliah ke Jerman

Sabtu, 30 Januari 2010 – www.metrosiantar.com
scholarship Rajin Belajar dan Salat Antarkan Asroi Ritonga Kuliah ke JermanAsal ada kemauan dan giat belajar, maka jalan untuk meraih cita-cita termasuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi (PT) di luar negeri pasti berada di depan mata. Asroi Ritonga (19) warga Dusun Tanjung Tua, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), salah satu contoh pelajar yang punya kemauan dan rajin belajar tersebut.

AMRAN POHAN-SIPIROK

Jumat (29/1), METRO menaiki sepedamotor dari Sipirok menuju arah Tapanuli Utara sekitar 1,5 kilometer, atau tepatnya di Simpang Silangge. Dari sini, menuju Dusun Tanjung Tua, METRO harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer lagi. Tujuan METRO adalah mengunjungi rumah Asroi Ritonga.

Kedatangan wartawan Koran ini di rumah sederhana orangtua Asroi, langsung disambut ramah dan penuh rasa kekeluargaan oleh kedua orang tua Asroi, yaitu Soripada Ritonga (62) dan Nainun Dalimunthe (58) yang kebetulan belum pergi ke ladang.

“Tidak begitu sibuk, cuma mau lihat-lihat sawah yang baru ditanam, menunggu sebelum waktu salat Jumat tiba,” ujar Soripada kepada METRO.

Dikatakan Soripada dan Nainun, Asroi yang lahir tanggal 22 Agustus 1991 yang lalu, merupakan anak kedelapan dari 10 bersaudara. Sejak sekolah di tingkat SD Silangge, Kecamatan Sipirok, SMPN 1 Sipirok, bahkan SMAN 1 Sipirok yang baru diselesaikannya tahun lalu, selalu menunjukkan prestasi terbaik.

“Memang mereka (10 bersaudara) ketika di bangku sekolah selalu menunjukkan berprestasi yang baik, namun sesuai dengan kondisi dan situasi perekonomian yang hanya pas-pasan, rata-rata kakak dan abangnya hanya bisa sekolah setingkat SMA,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga, Rp 500jt Lebih Hasil “Pungli” Pencairan Dana Proyek di DPKAD Palas

Mengenai kehidupan sehari-hari, Asroi selama ini memang ada hal yang paling menonjol jika dibandingkan saudaranya. Ia selalu berperilaku dan bertindak seadanya, baik dalam bekerja, belajar, dan dalam kesibukan lainnya sehari-hari, bahkan tak pernah meninggalkan salat.

“Secara pribadi sangat berterima kasih atas kegigihan dan kerja keras Pemkab terutama perhatian Pak Bupati Ongku P Hasibuan dalam meningkatkan SDM masyarakatnya, mulai dari pendidikan, kesehatan dan lainnya. Rasanya, tanpa perhatian Pemkab belum tentu Asroi mengenyam pendidikan di bangku kuliah,” terangnya.

Ditambahkannya, sebelum adanya penjaringan yang dilakukan pihak pemkab, kendatipun Asroi memiliki kemampuan belajar di sekolah, sebenarnya secara ekonomi pihak keluarga belum sanggup menyekolahkannya hingga ke bangku kuliah apalagi sampai ke luar negeri. “Memang rencana kuliah pernah kami bicarakan sebelum perhatian Pemkab terealisasikan,” ujarnya.

Asroi Ritonga ketika dihubungi METRO Jumat (29/1) melalui telepon selulernya mengatakan, sangat berterima kasih atas perhatian dan upaya Pemkab Tapsel yang memberikan perhatiannya selama ini.

“Saya lagi di Jakarta bang, sedang mengikuti kursus di Euro Management, untuk mempersiapkan diri rencana kuliah di Jerman mengikuti bahasa Jerman dan nantinya lembaga tersebut sekaligus mengatur pemberangkatan. Insya Allah sekitar bulan Mei dan Juni sudah berangkat, mohon doa dari kampung bang,” pintanya yang mengaku seluruh kebutuhan dan fasilitas secara keseluruhan di tanggung Pemkab Tapsel.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Tapsel, Marasaud Harahap melalui Kabid Dimenti, Drs Sultani, menungkapkan, Asroi salah satu siswa berprestasi Tapsel tahun 2009 lalu yang lulus tes untuk mengikuti kuliah ke luar negeri melalui program peningkatan SDM putra-putri Tapsel yang dicetuskan Bupati Ongku P Hasibuan.

Baca Juga :  KPUD masih Tunggu Dana Untuk Susun Tahapan Pemilukada Ulang Madina

Sejak tahun 2009 lalu, Asroi sudah mengikuti bimbingan terutama bahasa Jerman di Euro Management. Dalam tes tersebut, Asoi mengambil dua pilihan, teknik dan kedokteran tapi kuliahnya di Jerman.

“Saat ini informasi sementara belum diputuskan, apakah kuliah teknik atau kedokteran, juga Universitasnya, tapi yang pasti di Jerman,” ungkap Sultani. (***)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*