Rajin Temui Tokoh Adat – Kapolres Tapsel Cari Formula Kearifan Lokal

Kapolres Tapsel AKBP Parluatan Siregar

Padangsidimpuan, Kapolres AKBP Parluatan Siregar menepis isu yang mengatakan dia berencana maju pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yang direncanakan digelar akhir 2015.

“Aktifnya saya menemui para tokoh adat di Tapsel murni bentuk upaya mendapatkan formula baru dalam menangani berbagai kasus yang timbul di tengah masyarakat bukan karena mau maju pada Pemilukada,“ ujarnya kepada wartawan di Mapolres setempat, Jalan Sisingamangaraja Kota P. Sidimpuan, baru-baru ini.

Menurutnya, sebagai perwira dia masih relatif muda dan masih sangat berpeluang meniti karir ke jenjang yang lebih baik. “Untuk apa menjadi Bupati Tapsel yang hanya berkuasa di satu daerah, lebih baik jadi Kapolres dengan tiga wilayah hukum,“ tegas mantan pelari nasional itu.

Dikatakan, dari pertemuannya dengan para tokoh adat banyak diperoleh masukan berupaya kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai alat untuk menangani persoalan di tengah masyarakat.

“Contohnya kasus perkelaihan, kan cukup diselesaikan secara adat tidak kemudian harus ditangai kepolisian. Ini sudah dipraktikkan sejumlah desa di Tapsel,“ katanya.

Disinggung sejauhmana efektivitas mempungsikan tokoh adat dalam mengatasi konflik ditengah masyarakat ditengah krisis kepercayaan, Kapolres mengaku, hal itu menjadi tanggungjawab bersama untuk memposisikan mereka sebagai sosok yang didengar dan disegani.

“Kurang didengarnya para tokoh adat Tapsel ini condong akibat Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi yang rendah, inilah yang kemudian menjadi salah satu kendala dalam memfungsikan peran mereka dalam mengatasi permasalah yang timbul di tengah masyarakat,“ terangnya. Atas dasar itu, dia mengimbau agar para tokoh adat dapat menunjukkan jati dirinya sebagai sosok tokoh adat yang dapat dipercaya dan diandalkan masyarakat.

Baca Juga :  Produksi Padi Padangsidimpuan Menurun, Distan Sumut Suplai 12 Ton Bibit Ciherang

“Jika, para tokoh adat ini dapat difungsikan, maka polisi tidak lagi harus menangani kasus-kasus yang seyogianya bisa diatasi di tingkat adat sehingga bisa lebih fokus menuntaskan berbagai kasus pidana yang kian menumpuk,“ katanya. (hih)

/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*