Rakyat Tapsel jangan salah pilih pemimpin lagi

www.waspada.co.id

Rakyat Tapsel jangan salah pilih pemimpin lagi

ANGKOLA TIMUR – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut, Kamaluddin Harahap, meminta seluruh warga Tapanuli Selatan untuk tidak salah lagi dalam memilih pemimpin di pilkada 2010 ini.

“Jangan pilih lagi calon pemimpin yang suka berbohong. Apa guna janji-janji, kalau tidak terealisasi,” katanya, tadi malam.

Kepada ratusan warga yang hadir, anggota DPRD Sumut itu mengungkapkan kekecewaannya atas pembangunan Tapsel sekarang yang tertinggal jauh dari daerah lainnya di Sumut, seperti Mandailing Natal yang merupakan pemekarannya.

“Dulu calon pemimpin kita mendengungkan Tapsel bisa sejahtera dengan memanfaatkan potensi alam. Tapi lihatlah sekarang, tak jelas hasilnya,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan data yang diperolehanya dari pemerinta provinsi, ternyata  Tapsel termasuk daerah termiskin di Sumut. Persentase tingkat kemiskinannya mencapai angka 19 persen.

Menurutnya, rakyat Tapsel sekarang sudah cerdas, tidak mau terjebak untuk kedua kalinya di lobang yang sama. “Saya yakin rakyat Tapsel sekarang cerdas dan jeli memilih pemimpin. Tidak terpengaruh iming-iming dan janji palsu,” sebutnya.

[ARSIP] : Artikel atau Berita ini sudah dipublish dari 8 tahun yang lalu. Mohon dibaca dengan Bijak, Dengan mempertimbangkan Relevansinya dengan Saat ini.
Baca Juga :  Kapolres Tapsel didesak tangkap penganiaya wartawan

2 Komentar

  1. Setuju Pak Pohan…,ini artikel asal-asalan do on,Ulang margabus gara2 mau jadi pejabat.Ligi m dalan to hamian angkola jae…,licin…,kalo kampanye berilah data dan fakta yang benar,koum…,PAcokat-cokatkon…

  2. Memang calon yang akan datang lebih baik dari yang sekarang ??? Jangan mimpi yaa. Sudah terbukti dimasa kepemimpinan Bapak HO, tlah banyak kemajuan dimana-mana yang terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu.. lagian sejak kapan Tapsel adalah yg termiskin di SUMUT??? Siapa yang survey??? LSM mana?? LSM ABAL-ABAL ??? Horas..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*