Rame-rame Meniru Aksi ‘Vampire’ Suarez

Laga terakhir penyisihan Piala Dunia 2014 Brasil Grup D antara Italia kontra Uruguay di Estadio Das Dunas berlangsung sengit. Kedua kubu jual beli serangan. Tensi pertandingan tinggi mengingat laga tersebut merupakan penentu nasib kedua tim untuk lolos ke babak 16 besar. Uruguay butuh kemenangan, Italia hanya butuh hasil seri.

Pada menit ke 79, Uruguay yang unggul jumlah pemain tengah merangsek ke kotak pinalti Italia. Luis Suarez penyerang andalan Uruguay tiba-tiba berlari mendekati Giorgio Chellini. Setelah dekat Striker Liverpool itu beradu badan dengan Chellini, secepat kilat Suarez mengarahkan mulutnya ke pundak kiri Chellini dan cleb!, gigi Suarez nancep di pundak bek Juventus itu.

Sontak Chellini kesakitan. Ia membuka kaos yg menutupi pundaknya dan menunjukan bekas gigitan Suarez ke wasit. Suarez sendiri tengah terduduk memegang mulutnya, Ia mengecek giginya dan tampak kesakitan. Wasit tak bergeming, laga pun berlanjut. Empat menit kemudian, Diego Godin membuat gol lewat sundulan dan menjadi satu-satunya gol dalam laga tersebut. Uruguay melenggang dan Italia merana.

Seusai pertandingan, aksi ‘vampire’ Suarez tentu saja menjadi kontroversi. FIFA pun tak tinggal diam. Dua hari setelah pertandingan, Komisi Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi skors dan denda kepada Luis Suarez. Tak tanggung-tanggung hukuman untuk El Pistolero merupakan terberat yang pernah dikeluarkan oleh federasi sepak bola dunia itu dalam sejarah Piala Dunia.

Selain dijatuhi hukuman larangan bermain dalam sembilan laga internasional bersama Uruguay, Suarez juga dilarang terlibat dalam semua kegiatan sepak bola selama empat bulan, larangan masuk stadion selama empat bulan, dan denda 100.000 franc Swiss, atau sekitar Rp 1,4 miliar.

Baca Juga :  Pelaksanaan DAK Tapsel Amburadul

Bagi Suarez, ini adalah hukuman ketiga yang diterimanya karena aksi ‘vampire’-nya menggigit pemain lawan. Sebelumnya, El Pistolero juga pernah diskors tujuh pertandingan karena menggigit pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal, pada 2010. Saat itu, Suarez bermain untuk Ajax Amsterdam. Pada 2013, Suarez kembali diskors sepuluh pertandingan karena menggigit lengan bek Chelsea, Branislav Ivanovic. Saat itu, Suarez membela Liverpool. Tak hanya itu, Suarez juga pernah diskors sembilan pertandingan karena melakukan pelecehan rasial kepada bek Manchester United, Patrice Evra, pada 2011.

Sejumlah kalangan, termasuk Chellini yang menjadi korban Suarez, menilai hukuman yang dijatuhkan terhadap Suarez terlalu sadis. Namun, FIFA tetap berkukuh untuk menjatuhkan hukuman tersebut. Pasalnya, Suarez dinilai sudah keterlaluan. Aksinya itu sudah dilakukan berkali-kali. Hukuman tak membuat Ia jera.

“Menurut saya, (Suarez) harus menemukan cara untuk berhenti melakukan hal ini. Menurut saya, ia harus menjalani perawatan khusus karena hal ini jelas salah,” ujar Sekertaris Jenderal FIFA Jerome Valcke. “Ini bukan yang pertama. Jika ini adalah kejadian pertama, ini adalah kecelakaan. Jika lebih dari satu kali, ini bukan hanya kecelakaan, dan itulah kenapa hukumannya harus menjadi peringatan,” lanjutnya.

Menurutnya, penjatuhan hukuman ke Suarez sudah tepat.”Kejadian itu disaksikan jutaan orang, dan ini bukan sesuatu yang Anda inginkan untuk disaksikan anak-anak yang bermain sepak bola di seluruh dunia. Di mana pun Anda bermain, apa pun pekerjaan Anda, hal ini tak boleh terjadi,” tambah Valcke.

Dan efek buruk yang dilakukan Suarez seperti yang diprediksi FIFA sudah terjadi. Seperti dikutip Mirror (28/06), Harvey Eaglen (7), murid SD di Suffolk, Inggris meniru adegan itu. Korban yang digigit layaknya aksi Suarez ke Chellini adalah teman satu sekolahnya. Saat bermain sepak bola di taman sekolah, Eaglen menggigit lengan temannya hingga meninggalkan bekas.

Baca Juga :  Jalinsum di Padangsidimpuan dibiarkan berlubang

Guru yang melihat kejadian itu segera menegur Eaglen. Namun, saat ditanya, Eaglen memberikan jawaban polos layaknya anak-anak pada umumnya. “Aku hanya melakukan apa yang pemain bola lakukan,” kata Eaglen.

Akibat kejadian tersebut, Eaglen diskors beberapa hari. Gurunya menegaskan bahwa sanksi itu peringatan terakhir. Jika diulangi, langsung dikeluarkan.

Tak hanya anak-anak, aksi tak terpuji Suarez juga menjadi bahan candaan. Seorang pelayan hotel dikabarkan Daily Mail juga memajang foto meniru aksi tersebut saat bertemu Chellini. Di kamp latihan Brasil, Fred juga bertingkah seperti Suarez kepada Marcelo disela latihan. Berbagai macam meme yang memparodikan aksi Suarez juga bertebaran di twitter dan facebook.

Ya, semoga saja Suarez jera dengan hukuman berat yang diterimanya. Sisa laga Piala Dunia 2014 yang sejauh ini berlangsung sangat seru, semoga juga tak menyajikan kontroversi dan aksi tak sportif seperti itu.

Salam Mendoan…

Sumber: indonesiana.tempo.co
Sumber Foto : www.diariochaco.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*