Rampung, Pembangunan Jembatan Sigiring-giring

Selasa, 16 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

GOTONG-ROYONG- Masyarakat Desa Pahae Aek Sagala bergotong-royong merampungkan bangunan jembatan menuju Sigiring-giring Lombang, Minggu (14/2) lalu

SIPIROK-METRO; Warga Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), bergotong-royong merampungkan pembangunan jembatan menuju Dusun Sigiring-Giring Lombang yang didanai dari PNPM-MP 2008, Minggu (14/2) lalu.

Kepala Desa Pahae Aek Sagala, Riduan Siagian, kepada METRO Senin (15/2), mengatakan, pelaksanaan goro tersebut merupakan salah satu bentuk swadaya masyarakat dalam upaya merampungkan pembangunan jembatan yang fungsinya sangat vital bagi warga yang berdomisili di wilayah Desa Pahae Aek Sagala. Hal tersebut sesuai petunjuk yang ada dalam kegiatan PNPM-MP, yakni harus dibarengi dengan partisipasi dan swadaya masyarakat.

“Fungsi jembatan bagi seluruh warga desa sangat vital, baik untuk pengangkutan hasil pertanian karena sebagian besar lahan pertanian warga berada di seberang sungai Aek Sagala di wilayah Dusun Sigiring-Giring Lombang” terang Kades.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Sigiring-Giring Lombang melalui Ketuanya, Ali Rahmad kepada METRO Minggu (14/2) lalu menuturkan pelaksanaan goro yang dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut sejak Sabtu (13/2) sampai Minggu (14/2) merupakan bentuk swadaya dan partisipasi mayarakat dalam kegiatan dan hal ini sudah sesuai dengan prinsip PNPM. “Gotong-royong memang merupakan bentuk swadaya dan partisipasi dari masyarakat yang merupakan prinsip PNPM,” ujarnya.

Amatan METRO sejak Sabtu (13/2) hingga Minggu (14/2) di Dusun Sigiring-Giring Lomban, ratusan warga Desa Pahae Aek Sagala, antusias mengikuti pelaksanaan goro dalam upaya merampungkan pembangunan Jembatan Sigiring-giring Lombang dengan panjang 24 meter. “Yang kami kerjakan adalah pekerjaan di luar kontrak dengan pekerja,” terang Rahmad.

Imbalo Sagala (55) dan Gading Batubara (55) tokoh masyarakat Desa Pahae Aek Sagala kepada METRO Minggu (14/2) lalu, menambahkan, selain bentuk swadaya dan partisipasi dalam kegiatan goro yang digelar selama dua hari, perlu juga dijaga dan dilestarikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  PAD Pemko Padangsidimpuan TA 2014 Lampaui Target

“Gotong-royong merupakan salah satu tradisi dan budaya masyarakat Tapsel dari dulu hingga sekarang dan perlu dilestarikan,” ungkapnya mengakhiri. (ran)

[ARSIP] : Artikel atau Berita ini sudah dipublish dari 8 tahun yang lalu. Mohon dibaca dengan Bijak, Dengan mempertimbangkan Relevansinya dengan Saat ini.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*