Rancangan KUA PPAS APBD 2015 – Pemko Padangsidimpuan Usulkan Rp. 717 Miliar

(Analisa/Hairul Iman Hasibuan) SERAHKAN: Walikota Andar Amin Harahap menyerahkan nota buku KUA APBD dan PPAS APBD kepada Ketua Dewan Taty Aryani Tambunan di aula rapat Paripurna DPRD, Jalan Sudirman Kota Padangsidimpuan, Selasa (16/12).

SIDIMPUAN – Pemerintah Kota Psp mengusulkan Pendapatan Daerah sebesar Rp717.245.641.995, Belanja Daerah sebesar Rp743.365.044.104 dan Pembiayaan Daerah Rp17.119.402.109 pada rapat paripurna pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2015 Dalam penyampaian laporan nota pengantar pembahasan KUA PPAS di ruang sidang paripurna DPRD Psp, Selasa (16/12), Wali Kota Andar Amin Harahap SSTP MSi menyampaikan bahwa penyusunan rancangan KUA PPAS telah diatur dan ditata dengan memperhatikan target capaian kinerja yang terukur dari setiap program dan kegiatan yang memuat urusan pemerintah daerah, sesuai proyeksi pendapatan daerah, sumber dan pembiayaan.

Kemudian dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2015, penyusunan anggaran yang terpadu dan terintegrasi untuk seluruh jenis belanja harus didasari prinsip penerapan efesiensi alokasi dana yang selaras dengan penyusunan anggaran, dengan orientasi kepada kinerja dan prestasi kerja.

“Berdasarkan konsep tersebut, maka tahapan kegiatan yang harus kita tempuh dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2015 ialah menyusun rancangan KUA pendapatan dan belanja daerah, serta membahas dan menetapkan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD dan tahapan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Pilkades Paluta bakal bergejolak

Selanjutnya ia menyampaikan, bahwa dalam rancangan KUA pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2015, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp717.245.641.995. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp42.916.779.082, bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak sebesar Rp21.381.521.507, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp481.834.636.000, bagi hasil pajak provinsi sebesar Rp14.500.000.000, dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp109.751.255.406 serta pendapatan lainnya Rp60.000.000.

“Dengan komposisi estimasi pencapaian pendapatan tersebut, maka terdapat pertambahan sebesar Rp21.371.113.674 atau 3,07 persen dari tahun anggaran 2014,” katanya.

“Untuk tahun anggaran 2015 ini, belanja daerah sebesar Rp734.365.044.104 yang akan dipergunakan untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung. Selanjutnya tentang pembiayaan netto daerah pada anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Psp pada tahun anggaran 2015, direncanakan sebesar Rp17.119.402.109,” tutupnya.

Usai membacakan nota pengantar, kemudian Pimpinan Sidang H Taty Ariyani Tambunan SH mempersilahkan seluruh fraksi untuk memberikan tanggapan terhadap rancangan KUA PPAS yang telah dibacakan Walikota Psp.

Dalam penyampaian pandangan tersebut, Fraksi PAN mengkritik penulisan nota pengantar yang terdapat pada halaman 7 point nomor 7 yang menyatakan pendapatan lainnya sebesar Rp60.000.000.000.

“Apakah besar pendapatan lainnya Rp60 miliar atau Rp60 juta. Soalnya, sepengetahuan kita sesuai KUA PPAS yang diterima, pendapatan lainnya sebesar Rp60 juta, bukan Rp60 miliar. Tolong dulu perjelas, supaya tidak bersalahan semua pekerjaan kita ini,” ujar Ketua Fraksi PAN Erwin Nasution SH MM.

Baca Juga :  Korban Pembobolan ATM Mengadu ke Mapolres Sidimpuan

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Wali Kota Andar Amin Harahap SSTP MSi mempersilahkan kepada Sekretaris Daerah Drs Zulfeddi Simamora MM untuk menjawab persoalan tersebut. “Mohon maaf kepada semua anggota dewan yang terhormat, kemarin kami ada kesalahan dalam penulisan. Karena, semalam mati lampu, makanya sekali lagi kami mohon maaf. Karena, nilai sebenarnya dari pendapatan lainnya sebesar Rp60 juta, bukan Rp60 miliar,” jelasnya.

Setelah selesai menjawab seluruh pandangan fraksi, Pimpinan DPRD langsung mengetuk palu sidang untuk sekor selama beberapa jam sebelum pembahasan KUA PPAS berlangsung. “Penyampaian nota pengantar, untuk dilanjutkan dengan pembahasan di Banggar, saya skor untuk sementara waktu,” tutupnya. (bsl)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Kalau Target penerimaan tahun 2015 Rp. 717 M,dan belanja tidak langsung dan tidak langsung sekitar Rp. 734 M nah lho, hitung bodo-bodo saja maka devisit gak ya ? DAU cuma buat gaji PNS doang tuh Pak Sormin.

  2. kalau dihitung” Selanjutnya ia menyampaikan, bahwa dalam rancangan KUA pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2015, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp717.245.641.995. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp42.916.779.082, bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak sebesar Rp21.381.521.507, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp481.834.636.000, bagi hasil pajak provinsi sebesar Rp14.500.000.000, dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp109.751.255.406 serta pendapatan lainnya Rp60.000.000.”

    Jumlah Pendapatan yang direncanakan dengan rincian target penerimaan yang dipublikasikan memang beda jumlahnya atau memang demikian ya… karena kalau dihitung2 rincian dari publikasi target penerimaan ini maka totalnya tidak Rp. 717 millaran, apa ada target penerimaan yang tidak dipulikasikan ya… atau saya yang salah hitung = 42,24 + 21,38 +481,83 + 14,500 + 109,75 + 0,06 = sekitar Rp. 670,44 m.

    Santabi dihamu namamosting, apa ada perkiraan penerimaan yang direncanakan yang belum dipublikasikan? atau memang demikian adanya atau saya yang salah memahami tentang jumlah anggaran ini…

    hurang lobi marsiamaafan da poang da….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*