Rapat Paripurna DPR Ricuh

TEMPO Interaktif, Jakarta-– Sejumlah anggota dewan mengajukan interupsi dalam rapat paripurna hari ini. Mereka menyampaikan usulan untuk mengadakan voting untuk memilih rekomendasi hasil pengusutan kasus Century pada hari ini juga.

“Saya mengusulkan untuk segera diadakan voting hari ini juga, tidak perlu ada penyampaian pandangan akhir fraksi lagi,” kata anggota Fraksi Partai Golkar yang juga motor hak angket Century di DPR, Bambang Soesatyo.

Usulannya itu menimbulkan kericuhan dalam rapat. Bahkan sejumlah anggota maju mendekati meja pimpinan dan terjadi perkelahian diantara mereka. Saat ini fraksi-fraksi berinisiatif mengumpulkan anggotanya masing-masing untuk berkonsolidasi. Rapat paripurna terhenti.

(EVANA)

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/03/02/brk,20100302-229250,id.html

Tutup Paksa Sidang, Marzuki Diamuk Anggota Dewan
Amanda Ferdina – detikNews

Jakarta – Ketua DPR Marzuki Alie menutup sidang paripurna secara sepihak. Marzuki pun langsung diserbu puluhan anggota DPR yang marah.

Sebelumnya suasana sidang paripurna sudah sangat panas. Hujan interupsi datang silih berganti dan penuh pro kontra soal masa kapan waktunya pengambilan keputusan.

Saat suasana ricuh, Marzuki pun menutup sidang secara sepihak. “Dengan mengucap alhamdulillah, sidang paripurna DPR ditutup!” kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

Para anggota DPR mulai naik pitam. “Tidak bisa begitu! Hei pimpinan! Pimpin yang benar!” bentak para anggota dewan.

Lalu ada teriakan, “Ambil alih pimpinan sidang! Ambil alih pimpinan sidang!”.

Puluhan anggota Dewan lalu berbondong-bondong mendatangi Marzuki. Mereka terlibat saling dorong. Hingga pukul 12.30 WIB suasana sidang semakin kacau. (fay/nrl)

Demo DPR Ricuh, Polisi Tembak Para Demonstran
Selasa, 2 Maret 2010 – 12:55 wib
Fahmi Firdaus – Okezone

Baca Juga :  Dinasti Politik di Daerah Harus Dicegah

JAKARTA – Puluhan motor dan beberapa mobil di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, rusak parah karena terkena lemparan batu dari massa yang berunjuk rasa di sana.

Pantauan okezone di lokasi, Selasa (2/3/2010), satu pengunjuk rasa saat ini sudah diamankan polisi. Polisi pun kini memukul mundur ratusan orang yang sebelumnya juga melempari batu ke arah gerbang DPR.

Massa yang masih terus menyerang pun akhirnya mendapat perlawanan dari polisi. Polisi menembakkan peluru karet ke arah Slipi, arah para demonstarn berada.

Tak hanya itu, tembakan gas air mata pun mulai memaksa para pengunjuk rasa menjauh dari kompleks parlemen.
(lam)

Paripurna DPR Ricuh

Laporan wartawan KOMPAS.com Heru Margianto
Selasa, 2 Maret 2010 | 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat Paripurna DPR yang mengagendakan mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/3/2010), berlangsung ricuh.

Seusai Ketua Pansus Idrus Marham menyampaikan laporan akhir Pansus, rapat paripurna dihujani interupsi. Anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo dan Akbar Faisar dari Fraksi Hanura, mendesak pimpinan sidang untuk memutuskan sikap akhir Pansus segera. Seperti diketahui, dalam pleno Pansus yang berlangsung hingga tengah malam tadi, muncul dua opsi keputusan akhir.

Opsi pertama, menyatakan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS) tidak bermasalah karena dilakukan untuk mencegah krisis dan sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Opsi kedua, pemberian FPJP dan PMS bermasalah. Otoritas moneter dan fiskal melakukan penyimpangan kebijakan karena penggelontoran dana tidak didasarkan pada aturan hukum yang berlaku.

Namun, Ketua DPR Marzuki Alie tidak mengiyakan usulan tersebut. Sementara itu, puluhan anggota Dewan mengacungkan jari untuk interupsi. Namun, mikrofon tidak berfungsi. Hal ini menyulut emosi. Sejumlah anggota Dewan terpaksa maju dan berteriak-teriak. Sebagian lagi tampak membanting-banting mikrofon yang tidak berfungsi.

Tak lama kemudian, Marzuki Alie mengetuk palu sebagai tanda rapat paripurna siang ini selesai. Tak ayal, ketukan palu ini membuat rapat paripurna tampak kisruh. Sejumlah anggota Dewan yang tidak puas berteriak-teriak dan maju ke meja pimpinan sidang.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pegawai Rutan Gunung Tua Aniaya Tahanan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*