Rapat Tim Pansus PT SM dengan Kapolres Madina – Warga Bacok Kapolsek

MADINA- Warga Hutagodangmuda, Kecamatan Siabu, Madina membacok dan menganiaya Kapolsek Siabu AKP S Daulay. Ini diungkapkan Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte, di hadapan Pansus PT Sorikmas Mining, Senin (27/6).
Menurut kapolres, sehari sebelum kejadian, ia memeroleh informasi bahwa warga Hutagodangmuda akan naik ke lokasi PT SM di Tor Sihayo. Informasinya, warga yang naik sebanyak 300 orang.

“Mendengar informasi itu, saya perintahkan anggota untuk mengkondisikan pengamanan, dari Brimob 10 orang, Dalmasy 60 orang, dan 4 orang dari Polsek Siabu. Namun, sebelum Dalmasy tiba di lokasi, situasi sudah hiruk-pikuk. Bahkan, warga bertindak arogan. Terbukti dengan dianiayanya Kapolsek Siabu AKP S Daulay,” terang kapolres.

Melihat kondisi sudah tak terkendalikan, polisi yang lain menyelamatkan diri dengan menyebar di tengah hutan. Padahal, sebelumnya pihak kepolisian bertugas dengan persuasif. Dibuktikan dengan rekaman antara polisi dan warga berdiskusi, tetapi warga ngotot tetap naik sehingga terjadi aksi dorong-dorongan.

“Memang kami akui awalnya di baris depan adalah kaum perempuan, tetapi tak lama kemudian dari jalan pintas yang lain warga sudah berpencar, sehingga situasi saat itu tak terkendalikan lagi. Warga juga ada yang membawa bensin,” tambahnya.

Dijelaskannya lagi, tindakan yang dilakukan anggotanya itu sudah sesuai prosedur, mulai dari melakukan komunikasi dengan masyarakat, dan setelah warga mulai melakukan tindakan arogan kepada polisi sehingga Kapolsek Siabu mengalami luka bacok.

Baca Juga :  Lorenzo Tak Khawatirkan Kecepatan Stoner

“Tindakan itu sudah sesuai mekanisme. Mengenai penembakan, kami belum melakukan proses siapa penembak dan bagaimana kejadian sesungguhnya? Sebab, hingga hari ini kami belum bisa memeriksa Solatiyah. Bagaimana kami bisa memeriksa anggota kami, karena bisa saja luka tembak itu dari warga sendiri yang membawa senjata api. Kami juga menemukan bom molotov di dalam botol minuman ringan. Sebaiknya, kami periksa dulu Solatiyah baru kami periksa yang melakukan penembakan. Itu sudah prosedur untuk menyampaikan laporan ke Provam Poldasu,” bebernya.
Kantongi Nama Otak Pelaku

Kapolres menilai dalam kejadian ini ada aktor intelektual yang berperan di belakangnya. Sebab, aksi masyarakat itu terkoordinir. “Kami sudah mengantongi nama yang mendalangi kasus ini, tetapi belum kami lakukan penangkapan. Kami kondusifkan dulu situasi baru kami lakukan penangkapan,” tambahnya. Mendengar penjelasan Kapolres Madina, tim pansus bertanya seputar kejadian itu. Misalnya sekretaris pansus Iskandar Hasibuan. Ia bertanya, apakah pihak perusahaan sudah diperiksa terkait kejadian, karena pengakuan warga kalau tak ada seorang pun warga yang membawa bensin, apalagi melakukan pembakaran.

“Kami memeriksa pihak perusahaan sebanyak 5 orang dan tak ada unsur membuktikan kesalahan. Sementara 6 orang yang kami tahan itu sudah mencukupi unsur bukti maka kami tahan, dan kami telah limpahkan berkasnya ke Kejari Panyabungan,” sebutnya. (wan/ann)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Berburu Bukaan di Pasar Baru Panyabungan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*